Tanya Jawab

Q&A : HUKUM IKUT ORGANISASI MAHASISWA ?

الوسطية والاعتدال

Question Answer Audio 🔈

HUKUM IKUT ORGANISASI MAHASISWA ❓

Pertanyaan :
Bismillah.. afwan ustadz ana mau minta nasihat dan sarannya, ana sedang kuliah kemudian ada temen yang mengajak masuk organisasi mahasiswa (organisasi ini salah satu otonom dari satu jum’iyyah / ormas yang ada di indonesia), katanya ini adalah wadah pengkaderan, dalam artian orang-orang yang masuk organisasi mahasiswa ini disiapkan untuk menjadi penerus para pimpinan yang ada di pusat jum’iyyah nya. Keorganisasian nya juga dipisah antara mahasiswa sama mahasiswi, tapi kalau ada acara kadang disatukan.
Bagaimana pandangan ustadz mengenai hal ini..?

➖➖➖➖➖

Jawaban :
Kalau nasehat saya adalah :

▪ Pertama : Anti sibukkan dengan menyelesaikan kuliah anti secepatnya. Karena tempat kuliah itu adalah tempat yang di dalamnya banyak sekali kemaksiatannya. Ada ikhtilat didalamnya, fitnahnya besar mulai dari fitnah syubuhat maupun fitnah syahwat.

Segeralah anti menyelesaikan kuliah dari tempat kuliah tersebut agar lepas dari fitnah-fitnah yang ada disana.

▪Kedua : Jangan sekali-kali meninggalkan majelis-majelis ilmu. Majelis-majelis yang mengajarkan ilmu yang shahih (yang benar), yang mengajarkan aqidah shahihah, yang mengajarkan manhaj yang shahih.

Jadi ketika kuliah coba cari tempat pengajian. Kalau bisa kajian yang rutin atau kajian ilmiah. Kajian kitab, misalnya yang membahas suatu permasalahan secara tafshil, secara detail, yang mengajarkan tentang aqidah dan manhaj ataupun yang membahas masalah fiqih yang wajib diketahui setiap muslim, atau hadits-hadits nabi yang mulia ﷺ.
Maka sibukkan juga hal-hal yang seperti ini yang إنْ شَاءَ اللَّهُ akan membawa banyak manfaatnya.

▪Ketiga : Apabila kita diajak untuk ikut organisasi-organisasi yang dimana organisasi ini adalah organisasi yang mengajak kepada ormas-ormas atau jum’iyyah, maka nasehat saya adalah lebih baik tinggalkan! Karena sejatinya dengan adanya jum’iyyah-jum’iyyah ataupun ormas-ormas itu, maka kita khawatir akan diajak kepada ta’asshubhat (fanatisme kelompok) yaitu bersekte-sekte atau berkelompok-kelompok, karena biasanya Tim Jum’iyyah itu memiliki :
— Anggaran dasar sendiri.
— Aturan-aturan sendiri
— Dikhawatirkan juga memiliki metode atau manhaj-manhaj yang berbeda
— Dikhawatirkan juga didalam manhaj atau aqidah jum’iyyah ini ada penyelewengan-penyelewengan ataupun penyimpangan-penyimpangan yang tidak kita ketahui.

Maka apabila ada yang mengajak kita untuk mengikuti organisasi dimana organisasi ini adalah salah satu organisasi yang sudah menginduk kepada salah satu partai misalnya, atau salah satu ormas didalam islam, maka lebih baik tinggalkan.
Kita lebih baik menjadi orang yang merdeka, orang yang otonom (sendiri), yang kita tidak diikat dengan ikatan kelompok-kelompok ataupun jum’iyyah…

Wallahu ‘alam

🎙Jawaban Q&A : Ustadz Abu Salma Muhammad Muhammad حفظه الله تعالى

🖋Transkrip : Uray Sriwahyuni
__________________

👥 Grup WhatsApp Al-Wasathiyah Wal-I’tidāl
✉ Telegram: https://bit.ly/alwasathiyah
🌐 Blog : alwasathiyah.com
‌🇫 Facebook : fb.com/wasathiyah
📹 Youtube : http://bit.ly/abusalmatube
📷 Instagram : instagram.com/alwasathiyah
🔊 Mixlr : mixlr.com/abusalmamuhammad/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.