Adab, Motivation, Nasehat

Sepercik Nasehat (Bag.1/2) : PEMBUKAAN DAUROH KE-19 DI BATU

‌┏🍃💧━━━━━━﷽━━━━━━┓
SEPERCIK NASIHAT
PEMBUKAAN DAUROH KE-19
DI BATU
(BAGIAN 1/2)
┗━━━━━━━━━━━━━━💧🍃┛

💧Nasihat Pertama :
2 WASIAT
BAGI PENUNTUT ILMU

🎙 Syaikh Shalih Sindi mewasiatkan :

(Setelah ber-tahmid dan ber-shalawat…)

🗝 Allāh ta’ālā berfirman,

(..أَنْ أَقِيمُوا الدِّينَ وَلَا تَتَفَرَّقُوا فِيهِ..)
Tegakkanlah agama dan janganlah berpecah belah.”
(QS. asy-Syūra : 13)

🏷 Dari ayat di atas, ada 2 wasiat utama :

📜 Wasiat Pertama:
TEGAKKANLAH AGAMA

▪ Landasan (MABDA‘) MENEGAKKAN AGAMA adalah dengan ILMU YANG BENAR. Kita takkan bisa menegakkan agama melainkan dengan ILMU yang benar dan AMAL shalih.

▪ Ilmu tidaklah dapat diperoleh dengan sekedar berangan-angan saja.

العلـم لا يأتـي بالتمنـي
ومـا نيـل المطالـب بالراحـة
Ilmu tidak datang dengan impian belaka, dan tujuan takkan bisa dicapai dengan berleha-leha.

العلـم يحتـاج إلـى الجهـد
▪ Ilmu membutuhkan usaha, upaya dan kesungguhan.

▪ Ilmu adalah kehidupan ruh dan jiwa, serta jasmani.

Imam Ahmad berkata,

النـاس مُحْتَاجُـون إلـى العِلْـم أكثـر مِـن حاجتـهم إلـى الطعـام والشـراب ؛ لأن الطعـام والشـراب يُحْتَـاج إليـه فـي اليـوم مـرة أو مرتيـن ، والعِلْـم يُحْتَـاج إليـه بِعَـدَد الأنفـاس
Manusia lebih butuh kepada ilmu ketimbang makan dan minum. Karena makan dan minum dibutuhkan hanya sekali atau dua kali dalam sehari, sedangkan ilmu dibutuhkan sebanyak nafas.”

Alangkah benarnya ucapan al-Hakami,

لَـوْ يَعْلَـمُ الْمَـرْءُ قَـدْرَ العِلْـمِ لَـمْ يَنَـمْ
Sekiranya seseorang itu tahu tingkatan ilmu, niscaya ia takkan tidur.”

📚 3 METODE MENUNTUT ILMU

1⃣. Belajar dari yang PALING PENTING DAHULU kemudian YANG PENTING.

➡ Yang TERPENTING adalah AQIDAH SHAHIHAH, baru AMAL SHALIH yang meliputi fikih ibadah.

2⃣. Metode belajar dengan cara MENDETAIL (tadqiq) dan MENELITI/menelaah benar-benar (tahqiq)..

Karena itu hendaknya seorang penuntut ilmu itu harus :
MUDAQQIQ (cermat)
MUHAQQIQ (teliti)
MUFASHSHIL (mendetail)
RUSUKH (mendalam)

3⃣. Mudzākaroh (diskusi) dan murōja’ah (mengulang-ulang).

Salaf dahulu berkata,

تذاكـروا، فـإنّ إحيـاء الحديـث مذاكرتـه
“Ber-mudzākaroh-lah, karena sesungguhnya hidupnya hadits adalah dengan ber-mudzākaroh tentangnya.”

Landasan pertama adalah menegakkan agama baik untuk diri sendiri dan untuk orang lain.

📜 Wasiat Kedua :
JANGANLAH
BERPECAH BELAH

🌟 Landasannya :

▪ Bersatu di atas kebenaran, karena manhaj Ahlus sunnah wal Jamā’ah adalah manhaj persatuan , sebagaimana namanya “aljamā’ah” (persatuan) bukan “alfurqoh” (perpecahan).

➡ Landasan persatuan dan menjauhi perpecahan membutuhkan “SULUK” yaitu ADAB, AKHLAQ, dan PERANGAI.

Persatuan takkan bisa tercapai tanpa akhlaq yang mulia dan adab yang tinggi, yang meliputi kasih sayang, lemah lembut, dan empati.

[Bersambung, insyaAllah…]

••• ═══ ༻✧༺ ═══ •••
ℳـ₰✍
✿❁࿐❁✿
@abinyasalma

🔗 Silakan disebarluaskan untuk menambah manfaat, dengan tetap menyertakan sumber.
__________________________

👥 Grup WhatsApp Al-Wasathiyah Wal-I’tidāl
✉ Telegram: https://bit.ly/alwasathiyah
🌐 Blog : alwasathiyah.com
‌🇫 Facebook : fb.com/wasathiyah
📹 Youtube : http://bit.ly/abusalmatube
📷 Instagram : instagram.com/alwasathiyah
🔊 Mixlr : mixlr.com/abusalmamuhammad

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.