Tanya Jawab

Q&A : DOA KHUSUS HARI KE-1, KE-2, KE-3 DST DI BULAN RAMADHAN ADALAH BID’AH

الوسطية والاعتدال

DOA KHUSUS HARI KE-1, KE-2, KE-3 DST DI BULAN RAMADHAN ADALAH BID’AH

TANYA :

Assalamualaikum

Apakah doa ini dicontohkan rosul?
Doa Hari ke-1, ke-2 , ke-3 dst Puasa Ramadhan

اَللَّهُمَّ اجْعَلْ صِيَامِي فِيْهِ صِيَامَ الصَّائِمِيْنَ، وَقِيَامِي فِيْهِ قِيَامَ الْقَائِمِيْنَ، وَنَبِّهْنِي فِيْهِ عَنْ نَوْمَةِ الْغَافِلِيْنَ، وَهَبْ لِي جُرْمِي فِيْهِ يَا اِلَهَ الْعَالَمِيْنَ، وَاعْفُ عَنِّي يَا عَافِياً عَنْ الْمُجْرِمِيْنَ

Allâhummaj’al shiyâmî fîhi shiyâmash shâimîn, wa qiyâmî fîhi qiyâmal qâimîn, wa nabbihnî fîhi ‘an nawmatil ghâfilîn, wa hablî jurmî fîhi yâ Ilâhal ‘âlamîn, wa’fu ‘annî yâ ‘âfiyan ‘anil mujrimîn.

Artinya :
Ya Allah, jadikan puasaku di bulan ini sebagai puasa orang-orang yang berpuasa sebenarnya, shalat malamku di dalamnya sebagai orang yang shalat malam sebenar¬nya, bangunkan daku di dalamnya dari tidurnya orang-orang yang lalai. Bebaskan aku dari dosa-dosaku wahai Tuhan semesta alam. Maafkan aku wahai Yang Memberi ampunan kepada orang-orang yang berbuat dosa.”

JAWABAN :

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Pertanyaan semisal pernah ditanyakan ke situs islamweb, dan berikut jawaban mereka :

فلا نعلم لهذا الدعاء أصلاً من السنة، وأكثر ألفاظه ليست لها دلالة واضحة، وعموماً فلا بأس بالدعاء بكل كلام طيب لا محذور فيه، إلا أنه لا يجوز تقييده بزمن معين، فإن تقييد العبادات يحتاج إلى دليل، وإن لم يوجد لتقييدها دليل كان بدعة.

Kami belum pernah tahu asalnya doa ini dari sunnah. Dan kebanyakan lafal/redaksinya tidak memiliki dilålah (penunjukan) yang jelas.
Secara umum memang tidak mengapa berdoa dengan segala bentuk doa yang baik, selama tidak ada larangan di dalamnya. Kecuali, doa tersebut tidak boleh diikat (dikaitkan) dengan waktu tertentu. Karena mengaitkan suatu ibadah memerlukan dalil. Sedangkan jika tidak ada dalil yang dapat mengikatnya, maka Bid’ah.

قال الشاطبي رحمه الله في تعريف البدعة: ومنها (البدع الإضافية) التزام الكيفيات والهيئات المعينة… ومنها التزام العبادات المعينة في أوقات معينة لم يوجد لها ذلك التعيين في الشريعة.

Asy-Syathibi rahimahullåhu ketika menjelaskan definisi Bid’ah, diantaranya beliau menyebutkan Bid’ah idhafiyah yang mengharuskan suatu cara atau bentuk tertentu.
Diantara bentuk Bid’ah ini adalah menentukan suatu ibadah tertentu di waktu-waktu tertentu yang tidak ada dalilnya secara spesifik di dalam syariat.

فعلى ذلك فتقييد هذا الدعاء بأول يوم من رمضان يجعله بدعة

Karena itu, mengikat doa ini dengan waktu hari pertama bulan ramadhan, menjadikannya sebagai amalan bid’ah ‼

Wallahu a’lam
✍@abinyasalma
__________________

✉Grup WhatsApp Al-Wasathiyah Wal I’tidål
♻Telegram: https://bit.ly/alwasathiyah
🌐 Blog : alwasathiyah.com
💠Facebook : http://fb.me/wasathiyah
🔰Youtube : http://bit.ly/abusalmatube
📷 Instagram : http://instagram.com/alwasathiyah
🌀Mixlr : http://mixlr.com/abusalmamuhammad/

🌐 http://fatwa.islamweb.net/fatwa/index.php?page=showfatwa&Option=FatwaId&Id=126997

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.