Adab, Nasehat

FAIDAH SYAWAL [Ke-7,8,9]

‌🇫‌🇦‌🇮‌🇩‌🇦‌🇭 ‌🇸‌🇾‌🇦‌🇼‌🇦‌🇱

7⃣, 8⃣, 9⃣
•••═══ ༻🎁༺═══ •••

Faidah ke-7

نُقِـلَ عَـن بعـض أهـل العِلْـم كراهـةُ صيـامِ السِّـتِّ، وعلَّـلَه بخشـيةِ اعتقـادِ البعـض أنَّهـا مـن رمضـان.

والسُّـنَّة الصحيحـة أولـىٰ وأحـقُّ بالاتِّبـاع، ولا تُـترَكُ لقـولِ أحـدٍ كائنًـا مَـن كان، وهـذه العلَـل « لا تُقـاوِم السُّـنَّة الصحيحـة، ومَـن عَلِـمَ حُجَّـة علـىٰ مَـن لـم يعلَـم » [اللجنة الدائمة ١٠ / ٣٩٠]

Dinukilkan pendapat dari sebagian ulama tentang makruh-nya berpuasa enam hari di bulan Syawal. Alasannya adalah khawatir diyakini oleh sebagian orang bahwa puasa enam hari ini merupakan bagian dari puasa Ramadhan.

Maka sunnah yang shahih itu lebih utama dan lebih berhak untuk diikuti. Tidak boleh ditinggalkan hanya karena pendapat seseorang, siapapun dia. “Alasan seperti ini tidak bisa digunakan untuk menentang sunnah yang shahih. Siapa yang mengetahui, adalah hujjah bagi orang yang tidak mengetahui.”
[Fatāwā al-Lajnah ad-Dā`imah X/390]

Faidah ke-8

البـدء في قضـاء الفريضـة أسـرع في بـراءة الذِّمَّـة: فمَـن كان عليـه أيَّـامٌ أفطرَهَـا مـن رمضـان لعُـذر فلْيبـادِر إلـىٰ قضائهـا؛
إبـراءً لذِمَّتِـه منهـا؛ فهـي مقدَّمـةٌ علـىٰ فِعـل المسـتَحَبُّ مـن حيـث العمـوم.

Mengawali untuk meng-qodho puasa fardhu (Ramadhan) sepatutnya lebih disegerakan sebagai bentuk barō`ah dzimmah (melepaskan tanggungan).

Karena itu barangsiapa yang memiliki hutang puasa Ramadhan karena ada udzur, maka hendaknya ia bersegera meng-qodho’nya, agar terlepas dari tanggungan (hutang puasa). Meng-qodho puasa ini [yang hukumnya wajib, pent] hendaknya lebih didahulukan daripada amalan sunnah secara umum.

Faidah ke-9

مَـن أراد الثـواب الوارد في الحديث: فعليه أن يقضـيَ مـا عليـه مـن رمضـان أولًا، ثـم يُتْبِعـه بسِـتٍّ مـن شـوَّال؛ فظاهـرُ قولِـه ﷺ :
*« ثُـمَّ أَتْبَعَـهُ سِـتًّا مِـنْ شَـوَّالٍ »*،

يـدلُّ علـىٰ أنَّـه لا بُـدَّ مـن إتمـام صيـام رمضـان أولًا، ثـم يكـون بعـده صيـام السِّـتِّ؛ ”لأنَّـه لا يتحقَّـق لـه اتْبـاعُ صيـام رمضـان بسِـتٍّ من شـوَّال إلا إذا كان قـد أكمـلَ صيامَـه“. [اللجنة الدائمة ١٠ / ٣٩٢]

Barangsiapa yang menginginkan ganjaran seperti yang termaktub di dalam hadits, maka hendaknya dia meng-qodho’ hutang puasa Ramadhan-nya terlebih dahulu, kemudian baru melanjutkan dengan berpuasa Syawal selama enam hari.

Karena secara zhahir, sabda Nabi ﷺ menyebutkan, “…kemudian melanjutkan dengan berpuasa enam hari di bulan Syawal” .

Hal ini menunjukkan bahwa harus menyempurnakan puasa Ramadhan terlebih dahulu, baru kemudian berpuasa Syawal enam hari.

Karena takkan bisa terealisasi untuk melanjutkan puasa Ramadhan dengan puasa Syawal selama enam hari, melainkan apabila ia telah menyempurnakan puasa Ramadhan-nya” .
[Fatāwā al-Lajnah ad-Dā`imah X/392]

••• ═══ ༻🎁༺═══ •••
✍🏻 @abinyasalma

Disalin dari e-book:
21 Faidah Seputar Puasa Syawwal
🔗 bit.ly/21syawal
_________________________

✉Grup WhatsApp Al-Wasathiyah Wal-I’tidāl
♻Telegram: https://bit.ly/alwasathiyah
🌐 Blog : alwasathiyah.com
💠Facebook : http://fb.me/wasathiyah
🔰Youtube : http://bit.ly/abusalmatube
📷 Instagram : http://instagram.com/alwasathiyah
🌀Mixlr : http://mixlr.com/abusalmamuhammad/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.