Adab, Nasehat, Serba-Serbi

FAIDAH RAMADHAN [Ke-10]

‌🇫‌🇦‌🇮‌🇩‌🇦‌🇭 ‌🇷‌🇦‌🇲‌🇦‌🇩‌🇭‌🇦‌🇳

🗓 Ke-10

Menggunakan Waktu Sebelum Berbuka Puasa Dengan Berdoa

Ibnu Mājah meriwayatkan dari Ibnu Abi Mulaykah, dari ‘Abdullāh bin ‘Amr bin Ash ia berkata, “Aku mendengar Rasulullāh ﷺ bersabda,

« إِنَّ لِلصَّـائِـمِ عِنْـدَ فِطْـرِهِ دَعْـوَةً مَـا تُـرَدُّ »

“Sesungguhnya bagi orang yang berpuasa, ketika berbuka puasa, ada doa yang tak tertolak”.

Ibnu Abi Mulaykah juga berkata, “Aku mendengar ‘Abdullāh bin ‘Amr radhiyallāhu ’anhumā jika (akan) berbuka dia mengucapkan,

” اللَّهُــمَّ إنِّـي أَسْـأَلُكَ بِـرَحْمَـتِكَ الَّتِـي وَسِـعَتْ كُـلَّ شَـيْءٍ أَنْ تَـغْـفِـرَ لِي ذُنُـوبِي ”

__Allahumma innī asaluKa bi-rahmatiKa allatī wasi’at kulla syayin, an-Taghfira lī dzunūbī__

(Ya Allah… Sungguh aku memohon pada-Mu, dengan menyebut rahmat-Mu yang meliputi segala sesuatu, agar Engkau mengampuni dosa-dosaku).”
[Atsar ini juga diriwayatkan oleh Ibnu Majah, dan sanad-nya disahihkan oleh al-Kinānī dalam Mishbāh az-Zujājah dan oleh al-Bushiri dalam az-Zawaid II/38 dan mengatakan : “hadits ini sanadnya shahih dan perawinya kredibel”. Hanya saja, Syaikh al-Albânî menilainya dhaif dalam Dhaif Ibnu Majah]

Juga dari Anas bin Mālik radhiyallāhu ’anhu, bahwa Rasulullāh ﷺ dahulu jika berbuka bersama keluarganya (ahlu bayt), beliau berkata pada mereka,

« أفطَـرَ عِنْدَكُـمُ الصَّائِمُـونَ، وَتَـنَـزَّلَتْ عَـلَـيْكُـمُ المَـلَائِكَـةُ، وَأَكَـلَ طَعَـامَـكُـمُ الأَبْـرَارُ، وَغَشِـيَتْـكُـمُ الرَّحْمَـةُ »

“Orang-orang yang berpuasa telah berbuka bersama kalian, malaikat pun perlahan turun (menemani) kalian, juga orang-orang baik menyantap makanan kalian, serta rahmat Allah meliputi kalian”.
[Diriwayatkan oleh Ibnu Hajar al-‘Asqalāny dalam al-Futūhāt ar-Rabbāniyyah 4/344]

An-Nawawī berkata dalam Syarh al-Muhadzdzab,

” يستحبّ للصائم أن يدعو في حَالِ صَوْمِهِ بِمُهِمَّاتِ الْآخِرَةِ وَالدُّنْيَا لَهُ وَلِمَنْ يُحِبُّ وَلِلْمُسْلِمِينَ ”
“Disunnahkan bagi orang yang berpuasa, agar ia berdoa kepada Allah ketika ia dalam kondisi berpuasa, tentang hal-hal yang penting untuk perkara ukhrawi dan duniawi, (1) bagi dirinya, (2) orang yang dia cintai, dan (3) kaum muslimin”.

🖋 Umm ’Abdirrahman
🔎 @abinyasalma
__________________

✉Grup WhatsApp Al-Wasathiyah Wal-I’tidāl
♻Telegram: https://bit.ly/alwasathiyah
🌐 Blog : alwasathiyah.com
💠Facebook : http://fb.me/wasathiyah
🔰Youtube : http://bit.ly/abusalmatube
📷 Instagram : http://instagram.com/alwasathiyah
🌀Mixlr : http://mixlr.com/abusalmamuhammad/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.