FAIDAH RAMADHAN [Ke-9]

โ€Œ๐Ÿ‡ซโ€Œ๐Ÿ‡ฆโ€Œ๐Ÿ‡ฎโ€Œ๐Ÿ‡ฉโ€Œ๐Ÿ‡ฆโ€Œ๐Ÿ‡ญใ€€โ€Œ๐Ÿ‡ทโ€Œ๐Ÿ‡ฆโ€Œ๐Ÿ‡ฒโ€Œ๐Ÿ‡ฆโ€Œ๐Ÿ‡ฉโ€Œ๐Ÿ‡ญโ€Œ๐Ÿ‡ฆโ€Œ๐Ÿ‡ณ

๐Ÿ—“ Ke-9

Spesial bagi yang Berpuasa :
Doa yang Tak Tertolak (Mustajab), Terlebih Saat Berbuka

Dari Abu Umฤmฤh al-Bฤhilฤซ, dari Nabi ๏ทบ :
ยซ ู„ู„ู‡ ุนู†ุฏ ูƒูู„ูู‘ ูุทุฑู ุนูุชูŽู‚ุงุก ยป
โ€œAllah memiliki hamba-hamba yang Dia bebaskan (dari api neraka) tiap kali tiba waktu berbuka puasa.โ€
[HR. Al-Albฤnฤซ dalam at-Targhฤซb no. 1001]

Juga dari Abu Hurayrah, bahwa Nabi ๏ทบ berkata,
ยซ ุซู„ุงุซุฉูŒ ู„ุง ุชูุฑูŽุฏูู‘ ุฏุนูˆุชูู‡ู…: ุงู„ุตูŽู‘ุงุฆู… ุญุชูŽู‘ู‰ ูŠููู’ุทูุฑุŒ ูˆุงู„ุฅู…ุงู… ุงู„ุนุงุฏูู„ุŒ ูˆุฏุนู’ูˆุฉ ุงู„ู…ุธู’ู„ูˆู… ยป
โ€œAda tiga golongan yang doa mereka tak tertolak :
(1) Seorang yang berpuasa hingga ia berbuka,
(2) pemimpin yang adil,
(3) doa orang yang terzalimi.โ€
[Hadits ini dishahihkan oleh Ibnu Hibbฤn no. 3428]

Asy-Syaikh Muhammad bin al-โ€˜Utsaimin rahimahullฤh berkata,

“ุงู„ุฏุนุงุก ูŠูƒูˆู† ู‚ุจู„ ุงู„ุฅูู’ุทุงุฑ ุนู†ุฏ ุงู„ุบุฑูˆุจุ› ู„ุฃู†ูŽู‘ู‡ ูŠุฌุชู…ุน ููŠู‡ ุงู†ูƒูุณุงุฑ ุงู„ู†ูŽู‘ูุณุŒ ูˆุงู„ุฐูู‘ู„ูู‘ุŒ ูˆุฃู†ูŽู‘ู‡ ุตุงุฆู…ุŒ ูˆูƒู„ูู‘ ู‡ุฐู‡ ุฃุณุจุงุจ ู„ู„ุฅุฌุงุจุฉุŒ ูˆุฃู…ูŽู‘ุง ุจุนุฏ ุงู„ููุทู’ุฑุŒ ูุฅู†ูŽู‘ ุงู„ู†ูุณ ู‚ุฏู ุงุณุชุฑุงุญุช ูˆูุฑูุญูŽุชุŒ ูˆุฑุจูŽู‘ู…ุง ุญุตู„ุช ุบูู„ุฉุŒ ู„ูƒู† ูˆุฑุฏ ุฏูุนุงุก ุนู†ู ุงู„ู†ูŽู‘ุจูŠูู‘ ุตู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู’ู‡ ูˆุณู„ูŽู‘ู… ู„ูˆ ุตุญูŽู‘ุŒ ูุฅู†ูŽู‘ู‡ ูŠูƒูˆู† ุจุนุฏ ุงู„ุฅูู’ุทุงุฑุŒ ูˆู‡ูˆ: “ุฐู‡ุจ ุงู„ุธูŽู‘ู…ุฃุŒ ูˆุงุจุชู„ูŽู‘ุช ุงู„ุนุฑูˆู‚ูุŒ ูˆุซุจุช ุงู„ุฃุฌุฑุŒ ุฅู† ุดุงุก ุงู„ู„ู‡”ุŒ ูู‡ุฐุง ู„ุง ูŠูƒูˆู† ุฅู„ุงูŽู‘ ุจุนุฏ ุงู„ูุทุฑ”.
โ€œDoa ini seyogyanya diucapkan sebelum berbuka puasa saat matahari mulai tenggelam (maghrib); karena saat itu terkumpul (kondisi berikut dalam diri seseorang -pen):
(1) kelesuan jiwa,
(2) perendahan diri (pada Allah),
(3) sedang berpuasa,
dan kesemua kondisi ini merupakan sebab terkabulnya doa.
Adapun berdoa setelah berbuka, maka jiwa seseorang telah rileks dan bersuka cita, bahkan acapkali berujung lalai.
Akan tetapi, ada doa yang berasal dari Nabi ๏ทบ – jika riwayat tersebut shahih-, maka doa ini dibaca setelah berbuka, yaitu doa : “Dzahabazh-zhama`u wab-tallatil-โ€™urลซqu wa tsabatal-ajru, in-syฤ-Allah”
Doa ini hanya dibaca setelah berbukaโ€.

๐Ÿ–‹Ummu Abdirrahman

๐Ÿ”@abinyasalma
__________________

โœ‰Grup WhatsApp Al-Wasathiyah Wal I’tidรฅl
โ™ปTelegram: https://bit.ly/alwasathiyah
๐ŸŒ Blog : alwasathiyah.com
๐Ÿ’ Facebook : http://fb.me/wasathiyah
๐Ÿ”ฐYoutube : http://bit.ly/abusalmatube
๐Ÿ“ท Instagram : http://instagram.com/alwasathiyah
๐ŸŒ€Mixlr : http://mixlr.com/abusalmamuhammad/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.