Q&A : MEMBICARAKAN KEKURANGAN USTADZ-USTADZ DI MEDIA SOSIAL APA HUKUMNYA ❓

الوسطية والاعتدال

PERTANYAAN :

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Ustadz… bagaimana dengan seseorang yang suka atau sering update status di media sosial terkait ketidakbaikan ataupun terdapat kesalahan dari cara berceramah Ustadz-Ustadz lainnya, dengan kata-kata agak menyindir Ustadz-Ustadz tersebut?
Apakah ini termasuk ghibah?
Bagaimana cara menasehatinya supaya tidak tersinggung?

Jazaakallahu khayran Ustadz…

➖➖➖➖➖➖➖
JAWABAN :

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Nasehatkan :
1⃣ Manusia itu tidak ada yg ma’shum, siapapun pasti bersalah. Mengumbar kesalahan tanpa ada tujuan yang dibenarkan adalah haram.

Ingatlah sabda Nabi :
وَمَنْ كَشَفَ عَوْرَةَ أَخِيهِ الْمُسْلِمِ كَشَفَ اللَّهُ عَوْرَتَهُ حَتَّى يَفْضَحَهُ بِهَا فِي بَيْتِهِ
Dan barang siapa yang mengumbar aib saudaranya muslim, maka Allah akan mengumbar aibnya hingga terbukalah kejelekannya meski ia berada di dalam rumahnya.” (H.R. Ibnu Majah).

2⃣ Aib-aib dan kesalahan kita itu banyak, maka hendaknya kita sibukkan dengan aib dan kekurangan kita daripada orang lain.
Menyibukkan diri dengan aib orang lain akan menyebabkan rasa hasad, dengki, benci, marah, dan keburukan lainnya. Sehingga dapat mematikan rasa malu dan hati kita.

3⃣ Waktu itu betapa singkat. Berjalannya begitu cepat dan yang telah berlalu takkan bisa kembali lagi.
Menghabiskan waktu itu hal sia-sia saja terlarang, lantas bagaimana dengan menghabiskan waktu di dalam kemaksiatan dan permusuhan??

Kewajiban kita hanya menasehati dengan cara yang baik, adapun ia tersinggung atau tidak, menerima atau tidak, maka bukan tanggung jawab kita. Kewajiban kita hanyalah menyampaikan.

Wallahu a’lam

✍@abinyasalma
__________________

✉Grup WhatsApp Al-Wasathiyah Wal I’tidål
♻Telegram: https://bit.ly/abusalma
🌐 Blog : alwasathiyah.com
💠Facebook : http://fb.me/abinyasalma81
🔰Youtube : http://bit.ly/abusalmatube
📷 Instagram : http://instagram.com/abinyasalma/
🌀Mixlr : http://mixlr.com/abusalmamuhammad/

awwi 4

Q&A : HUKUM PINJAM UANG DI BANK UNTUK ONGKOS NAIK HAJI 💰 🍃🍂🍃🍂🍃🍂🍃🍂🍃🍂

الوسطية والاعتدال

PERTANYAAN :

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Bismillah, Ustadz… bagaimana hukumnya orang yang meminjam uang di bank untuk ongkos haji, sekedar mendapatkan porsi, dan berjanji melunasi sebelum berangkat.

Jazaakallahu khayran Ustadz

➖➖➖➖➖➖➖
JAWABAN :

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

🔹Haji itu hukumnya wajib bagi yang mampu, baik secara fisik maupun finansial. Jika tidak memiliki kemampuan secara finansial maka gugur kewajibannya.
🔹 Meminjam uang untuk berhaji artinya belum memiliki kemampuan secara finansias, sehingga gugur kewajibannya berhaji.
🔹Meminjam uang di bank itu hukumnya haram, karena bertransaksi riba di dalamnya.
🔹Silakan menabung dan membayar Down Payment untuk ongkos haji semampunya, dan melunasinya sebelum berangkat. Jika tidak mampu artinya kewajiban haji gugur padanya.

Wallahu a’lam

✍@abinyasalma
__________________

✉Grup WhatsApp Al-Wasathiyah Wal I’tidål
♻Telegram: https://bit.ly/abusalma
🌐 Blog : alwasathiyah.com
💠Facebook : http://fb.me/abinyasalma81
🔰Youtube : http://bit.ly/abusalmatube
📷 Instagram : http://instagram.com/abinyasalma/
🌀Mixlr : http://mixlr.com/abusalmamuhammad/

awwi 3