Tanya Jawab

Q&A : BERNIAT DALAM HATI UNTUK MEMBERI HADIAH APAKAH TERMASUK NADZAR ❓🎁

الوسطية والاعتدال

PERTANYAAN :

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه

Ustadz… Apabila kita bepergian lalu membeli barang ingin diberikan kepada si A, lantas kita pulang karena sesuatu hal barang itu kita berikan kepada si B.
Baik si A & si B tidak tahu dengan niat kita.
Apakah niatan dalam hati itu sudah termasuk nadzar ?
Apa yang harus dilakukan bila sudah terlanjur memberi kepada orang yang bukan diniatkan ?

Jazaakallahu khayran

➖➖➖➖➖➖➖
JAWABAN :

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Sekedar niat itu tidak masuk nadzar, karena nadzar secara bahasa maknanya adalah jika dikatakan nadzara Fulanun as-Sya’a (Fulan menadzarkan sesuatu) artinya awjabahu ‘ala nafishi (ia mewajibkan sesuatu itu atas dirinya).
Karena itu nadzar dalam terminologi adalah ucapan seseorang yang mewajibkan dirinya sendiri untuk melakukan suatu ibadah yang secara asal ibadah tersebut tidaklah wajib.
Maka inilah nadzar… Dan nadzar itu bagian dari ibadah.
Sedangkan Nadzar itu sendiri ada 2 macam :

1⃣ Nadzar Muthlaq
= Mewajibkan sesuatu atas diri tanpa menentukan persyaratan. Misal : seseorang yang berkata, “saya dari hari ini bernadzar akan melakukan sholat malam selama sebulan penuh”. Maka wajib baginya menunaikannya.

2⃣ Nadzar Muqoyyad yaitu Mewajibkan sesuatu atas diri dengan menentukan persyaratan seperti jika doanya dikabulkan, misal seseorang berkata, “jika proyek saya berhasil, saya akan kasih makan 100 fakir miskin setiap hari selama sebulan”. Ini juga wajib ditunaikan. Dan nadzar seperti ini menurut para ulama makruh hukumnya dan ibadahnya orang yang pelit.

Adapun niat adalah _al-qoshdu_ (maksud) dan letaknya di dalam hati…
Niat itu ada 2 macam, niat baik dan buruk.
🔹 Niat baik maka akan diberi ganjaran pahala oleh Allah meskipun belum terealisir dalam bentuk amalan. Misal, seseorang hendak membeli hadiah kepada saudaranya namun ternyata duitnya tidak cukup, atau dia sudah beli namun diberikan pada orang lain. Maka niat baiknya tercatat.
🔸 Amalan mubah dapat bernilai ibadah dengan niat yang baik. Misal, tidur dengan niat besok akan fit untuk bekerja mencari nafkah dan ibadah.
🔹 Amalan maksiat tidak akan berubah menjadi baik meski diiringi niat yang baik. Misal korupsi dengan niatan untuk bangun masjid.
🔸 Niat buruk yang muncul namun tidak direalisasikan, maka tdk berdosa. Misal ada org yg jengkel dengan seseorang dan hendak memakinya, namun ia tahan tidaj jadi, maka ia tdk berdosa.
🔹Niat buruk yang direalisasikan dalam amalan maka akan membuahkan dosa.
🔸 Niat buruk dalam amal baik menyebabkan amalan tersebut tidak diterima Allah alias sia-sia.

Wallahu a’lam

✍@abinyasalma
__________________

✉Grup WhatsApp Al-Wasathiyah Wal I’tidål
♻Telegram: https://bit.ly/abusalma
🌐 Blog : alwasathiyah.com
💠Facebook : http://fb.me/abinyasalma81
🔰Youtube : http://bit.ly/abusalmatube
📷 Instagram : http://instagram.com/abinyasalma/
🌀Mixlr : http://mixlr.com/abusalmamuhammad/

awwi 1

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.