Tanya Jawab

Q&A : BAGAIMANA MEMANTAPKAN HATI MELANGKAH KE PERNIKAHAN ❓❓❓🎀💟

الوسطية والاعتدال

PERTANYAAN :

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Ustadz…. bagaimana seharusnya kita menyakini pilihan kita dan memantapkan hati untuk melangkah ke perrnikahan ?

➖➖➖➖➖➖➖➖
JAWABAN :

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

1⃣ LURUSKAN NIAT bahwa menikah itu adalah SUNNAH Nabi, yang akan menyempurnakan agama, bagian dari ibadah dan ikhtiar untuk menggapai kebahagian di dunia dan akhirat. Jadi, pernikahan haruslah berdiri di atas KETAKWAAN dan IMAN.

2⃣ CARILAH PASANGAN yang BAIK AGAMANYA, dan ini yang paling penting dan dipriorotaskan. Sebab, pasangan yang baik agamanya, bagaikan NAKHODA bahtera yang sudah mengetahui tujuan dan destinasi berlabuhnya perahunya. Jadi tidak akan bingung dan berputar-putar tidak jelas di lautan yang luas. Selain itu pasangan yang baik agamanya, sekiranya ia tidak mencintai anda, maka ia tidak akan menzhalimimu.

3⃣ Berusahalah, lalu berdoalah, minta bimbingan kepada Allah. Terutama dengan SHOLAT ISTIKHOROH. Kemudian ikuti kata hati mana yang lebih menenangkan dan hati condong kepadanya.

4⃣ Sebagai nasehat, jika boleh diilustrasikan dan digambarkan, bahwa pernikahan itu sebenarnya bak BAHTERA atau KAPAL yang akan berlabuh ke laut lepas.

Karena itu, sebelum berlabuh, haruslah dipersiapkan beberapa hal (berikut ini) : ⬇

A Bahtera yang KOKOH dan TANGGUH, yaitu Usroh (keluarga) yang berdiri di atas KETAKWAAN, KEIMANAN, KECINTAAN KARENA ALLAH dan KEIKHLASAN.

B Mesin yang KUAT, yaitu Qolbu (hati) yang BERSIH, SELAMAT dan MENCINTAI KARENA ALLAH.

C Alat Navigasi berupa peta dan kompas perjalanan, yaitu AL-QUR’AN & SUNNAH. Dan siapa saja yang menjadikan al-Qur’an dan Sunnah sebagai navigasinya, maka TIDAK AKAN SESAT SELAMANYA, sebagaimana kata Nabi shallallahu ‘alaihi wa salam .

D Bekal perjalanan yang memadai, yaitu ILMU. Karena sebaik-baik bekal perjalanan adalah ilmu.

E Peralatan perjalanan yang memadai, yaitu NASEHAT. Karena agama ini adalah nasehat, dan problem solver paling baik adalah dengan nasehat. Bahkan dengan nasehat yang tulus, rasa cinta akan tetap terpupuk, kesalahfahaman akan sirna, dan terbentuk sikap saling menghargai dan memuliakan.

F Nakhoda yang unggul, yaitu Zauj (suami) yang baik agamanya, lurus aqidahnya dan mulia akhlaqnya. Termasuk juga asisten nakhoda, dalam hal ini zawjah (isteri), yang juga harus baik agamanya.

G Bahan bakar yang memadai, yaitu RASA CINTA DAN KASIH SAYANG Karena Allah dan di jalan Allah, termasuk IBADAH & DOA. Jika kita penuhi semua bekal-bekal di atas, insya Allah kita dapat berlabuh di atas Bahtera Rumah Tangga hingga mencapai destinasi atau tujuan akhir perjalanan.

Wallahu a’lam bish showaab

✍@abinyasalma
__________________

✉Grup WhatsApp Al-Wasathiyah Wal I’tidål
♻Telegram: https://bit.ly/abusalma
🌐 Blog : alwasathiyah.com
💠Facebook : http://fb.me/abinyasalma81
🔰Youtube : http://bit.ly/abusalmatube
📷 Instagram : http://instagram.com/abinyasalma/
🌀Mixlr : http://mixlr.com/abusalmamuhammad/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.