Adab, Motivation, Nasehat, Renungan

Serial Parenting : LANGKAH-LANGKAH PRAKTIS DALAM MENDIDIK ANAK

‌🇸‌🇪‌🇷‌🇮‌🇦‌🇱 ‌🇵‌🇦‌🇷‌🇪‌🇳‌🇹‌🇮‌🇳‌🇬
LANGKAH-LANGKAH PRAKTIS DALAM MENDIDIK ANAK

KELIMA : KEUTAMAAN MENDIDIK ANAK PEREMPUAN DI DALAM ISLAM 🌸

Alangkah ironis apa yang dilakukan sebagian orang ketika diberi kabar gembira atas kelahiran puterinya, ia malah kecewa dan marah. Ini tak ubahnya seperti perbuatan dan perangai orang-orang Jahiliyah terdahulu yang Allâh cela mereka di dalam firman-Nya :

وَإِذَا بُشِّرَ أَحَدُهُمْ بِالْأُنْثَىٰ ظَلَّ وَجْهُهُ مُسْوَدًّا وَهُوَ كَظِيمٌ ۝ يَتَوَارَىٰ مِنَ الْقَوْمِ مِنْ سُوءِ مَا بُشِّرَ بِهِ ۚ أَيُمْسِكُهُ عَلَىٰ هُونٍ أَمْ يَدُسُّهُ فِي التُّرَابِ ۗ أَلَا سَاءَ مَا يَحْكُمُونَ
Apabila seseorang dari mereka diberi kabar dengan (kelahiran) anak perempuan, wajahnya menjadi hitam (merah padam), dan dia sangat marah. Dia bersembunyi dari orang banyak, disebabkan kabar buruk yang disampaikan kepadanya. Apakah dia akan memeliharanya dengan (menanggung) kehinaan atau akan membenamkannya ke dalam tanah (hidup-hidup)? Ingatlah alangkah buruknya (putusan) yang mereka tetapkan itu” [QS An-Nahl 58-59]

Tidak ada orang yang tahu dimana kebaikan itu sebenarnya berada, sebagaimana firman Allâh ﷻ :

فَإِنْ كَرِهْتُمُوهُنَّ فَعَسَىٰ أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَيَجْعَلَ اللَّهُ فِيهِ خَيْرًا كَثِيرًا
Boleh jadi kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan kebaikan yang banyak padanya.” [QS An-Nisa’ : 19]

Anak-anak perempuan bisa jadi lebih memiliki banyak kebaikan bagi seorang hamba untuk dunia dan akhiratnya.

Cukuplah kiranya bahwa membenci anak-anak perempuan itu sama dengan membenci apa yang Allâh ridhai baginya.

Ada juga sebagian orang yang memperlakukan isterinya yang malang dengan perlakuan yang buruk hanya karena isterinya me-lahirkan anak perempuan. Entah itu dengan menjauhinya, mencerai-kannya, berbuat jahat kepadanya dan mencelanya.

Tidakkah mereka takut dengan hukuman Allâh lantaran perbuatan zhalim mereka kepada isterinya?!
Hentikan dan luruskan akal sehatmu!! Apakah isterimu bisa menentukan (jenis kelamin) anak yang ia lahirkan ataukah ini berada di tangan Sang Pencipta?!!

Bukankah marah, mengeluh dan tidak ridha (dengan keputusan Allâh) itu termasuk pelanggaran terhadap hak Allâh?!!
Kemudian juga perlu Anda camkan bahwa Allâh mengaruniakan anak-anak perempuan kepada orang-orang yang lebih mulia dibandingkan Anda, seperti Lûth dan Syu’aib alayhimâs Salâm.

Bahkan, anak laki-laki Nabi ﷺ saja tidak ada yang hidup, namun Allâh memberkahi beliau ﷺ dengan puterinya, Fâthimah dan anak keturunannya.
Diriwayatkan dari Thorîf (atau Thuraif) bahwa ada seorang pria Arab yang berkuniyah (dijuluki) Abû Hamzah adh-Dhobî, menikahi se-orang wanita dan berhasrat untuk memiliki anak laki-laki.
Namun ternyata isterinya melahirkan anak perempuan, sehingga menye-babkan Abû Hamzah menjauhi kemah (rumah) isterinya. Dia marah besar karena isterinya melahirkan anak perempuan. Ia pun memutuskan tinggal di tempat yang lain.

Suatu hari ia melewati kemah isterinya, dan ia (melihat) isterinya sedang bermain dengan anak perempuannya seraya menyenan-dungkan syair :
ما لأبي حمزة لا يأتينا ويظل في البيت الذي يلينا
غضبان ألا نلد البنينا تا الله ما ذلك في أيدينا
وإنما نأخذ ما أعطينا فنحن كالأرض لزارعينا
ننبت ما قد زرعوه فينا

#Abu Hamzah tidak mau mendatangi kami, yang berteduh di rumah yang masih sudi berbelas kasih dengan kami
#Ia murka karena (menghendaki) agar kami tidak melahirkan anak perempuan, padahal demi Allâh! Tiada kuasa bagi kami (memilih jenis kelamin anak)!
#Sesungguhnya kami hanya meng-ambil apa yang diberikan kepada kami, dan kami ini seperti tanah yang bergantung kepada apa yang ditanam
#Kami hanya menumbuhkan apa yang ditanam pada diri kami
Mendengarkan baik-bait syair ini, tiba-tiba bangkit naluri kasih sayang kebapakan pada diri Abu Hamzah, sehingga ia pun masuk ke dalam rumah isterinya, lalu langsung mengecup isterinya dan puteri-nya.

Mendidik anak perempuan dijadikan oleh Islam sebagai jalan untuk masuk ke dalam surga.

Diriwayatkan oleh Jâbir bin ‘Abdillâh Radhiyallâhu ‘anhu, bahwa beliau berkata : Saya mendengar Rasulullâh ﷺ bersabda :

مَنْ كُنَّ لَهُ ثَلَاثُ بَنَاتٍ يُؤْوِيهِنَّ وَيَرْحَمُهُنَّ وَيَكْفُلُهُنَّ وَجَبَتْ لَهُ الْجَنَّةُ الْبَتَّةَ قَالَ قِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ فَإِنْ كَانَتْ اثْنَتَيْنِ قَالَ وَإِنْ كَانَتْ اثْنَتَيْنِ
Barangsiapa mempunyai tiga anak perempuan, memberinya tempat tinggal, menyayanginya dan me-nanggungnya, maka wajib baginya mendapatkan syurga “. Ada yang bertanya, “Wahai Rasulullah, jika hanya dua?” (Rasulullah) menjawab,Walau hanya dua”.

Dari Anas Radhiyallâhu ‘anhu berkata, Rasulullâh ﷺ bersabda :

مَنْ عَالَ جَارِيَتَيْنِ حَتَّى تَبْلُغَا جَاءَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَنَا وَهُوَ وَضَمَّ أَصَابِعَهُ
Barang siapa mengasuh dua anak perempuan hingga dewasa, maka di hari kiamat kelak aku akan ber-samanya.” Sembari Nabi ﷺ merapat-kan kedua jarinya.”

Di dalam lafazh lain disebutkan :
دَخَلْتُ أَنَا وَهُوَ الْجَنَّةَ كَهَاتَيْنِ وَأَشَارَ بِأُصْبُعَيْهِ
Maka aku dan ia akan masuk ke dalam surga seperti kedua (jari) ini.” Beliau sambil memberi isyarat dengan kedua jari telunjuknya.

Keutamaan Mendidik Anak Perempuan Semata Wayang :

Dari Ibnu ‘Abbâs Radhiyallâhu ‘anhumâ, bahwa Rasulullâh ﷺ bersabda :

مَنْ كَانَتْ لَهُ أُنْثَى فَلَمْ يَئِدْهَا وَلَمْ يُهِنْهَا وَلَمْ يُؤْثِرْ وَلَدَهُ عَلَيْهَا قَالَ يَعْنِي الذُّكُورَ أَدْخَلَهُ اللَّهُ الْجَنَّة
Barangsiapa yang memiliki hanya satu anak perempuan, dan ia tidak menguburkannya hidup-hidup, tidak menghinakannya, dan tidak meng-utamakan anak laki-laki dibanding-kan mereka, maka Allah akan memasukkannya ke dalam surga.” [HR Abû Dâwud]

Diantara keutamaan mendidik dua anak perempuan atau dua saudari wanita adalah yang diriwayatkan oleh Anas bin Mâlik Radhiyallâhu ‘anhu, beliau menuturkan, bahwa Rasulullâh ﷺ bersabda :

مَنْ عَالَ ابْنَتَيْنِ أَوْ ثَلَاثَ بَنَاتٍ أَوْ أُخْتَيْنِ أَوْ ثَلَاثَ
أَخَوَاتٍ حَتَّى يَبْنَ أَوْ يَمُوتَ عَنْهُنَّ كُنْتُ أَنَا وَهُوَ كَهَاتَيْنِ وَأَشَارَ بِأُصْبُعَيْهِ السَّبَّابَةِ وَالْوُسْطَى
Barangsiapa yang mengasuh dua atau tiga anak perempuan, atau dua saudari perempuan atau tiga, sampai mereka mampu mandiri atau dia meninggal dunia, maka dia akan ber-samaku seperti dua jari ini “, Nabi ﷺ menunjukkan dengan jari telunjuk dan tengah.

Makna يَبْنَ adalah, salah satu dari wanita tersebut sudah tidak mem-butuhkan lagi perlindungannya.

Ibnu Baththôl Rahimahullâhu berkata :
“Siapa saja yang mendengarkan hadits ini, maka hendaknya ia amalkan, agar bisa menjadi sahabat Nabi ﷺ kelak di surga. Dan tidak ada tempat di surga melebihi hal ini.”

[ bersambung Insya Allah ]

✍@abinyasalma
______________________

✉Grup WhatsApp Al-Wasathiyah Wal I’tidål
♻Telegram: https://bit.ly/abusalma
🌐 Blog : alwasathiyah.com
💠Facebook : http://fb.me/abinyasalma81
🔰Youtube : http://bit.ly/abusalmatube
📷 Instagram : http://instagram.com/abinyasalma/
🌀Mixlr : http://mixlr.com/abusalmamuhammad/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.