Ebooks, Hikmah, Motivation, Nasehat, Renungan

Kuis Resensi E-book : MEMBONGKAR WAHABIYYAH

KUIS RESENSI E-BOOK : MEMBONGKAR WAHHABIYAH
Erizka Ummu Kayyisah
Bandung
AWWI 2

Judul : Membongkar Wahhabiyah
Judul Asli : Wahhabism Exposed!!!
Penyusun : Hidaayah Islamic Foundation Sri Lanka (Under Supervision by DR. Bilal Philips
Muraja’ah Terjemah : Abu Salma Muhammad Rachdie Pratama, S.Si
Penerbit : Al Wasathiyah wal I’tidal Digital Publishing alwasathiyah/ebooks
Terbit : 29 Muharram 1439 H/ 19 Oktober 2017
Halaman : 125 Halaman

Alhamdulillah washshalatu wassalamu ‘ala Rasulillah wa ‘ala alaihi wa ashabihi ajma’in. Amma ba’du.

Pada kesempatan kali ini, sekilas ana akan membahas satu dari sekian banyak judul e-book yang merupakan buah karya yang sangat berharga bagi kaum muslimin khususnya para tholabul ‘ilmi yang dahaga akan ilmu yang juga kelak akan kita pertanggung jawabkan di hadapan Allah Ta’ala pemilik alam semesta.

MUATAN BUKU
E-book ini adalah e-book yang ringkas, diberi nama “Wahhabism Exposed” ditulis oleh tim penyusun Hidaayah Islamic Foundation dengan muraja’ah terjemah Abu Salma Muhammad Rachdie Pratama, S.Si. E-book ini berisi tentang penjelasan ilmiah dalam membantah berbagai kedustaan dan tuduhan jelek yang dialamatkan kepada Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab. Dalam buku ini penulis ingin meluruskan pemahaman kaum muslimin bahwasannya istilah “wahhabi” hanyalah sebutan oknum yang tidak menyukai dakwah tauhid yang dibawakan oleh Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab. Sejatinya, yang harus ada pada diri seorang muslim adalah tauhid, sebagaimana seluruh risalah yang dibawa oleh para Rasul-Nya dari Nuh dan diakhiri dengan Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Salam adalah mengajak (menyeru) kepada tauhid.

RINGKASAN ISI BUKU
E-book terdiri dari tiga artikel :
1. Siapa Pencetus Pertama Istilah Wahhabi? “Who First Used The Term Wahhabi?” – Diambil dari Buku “Biography and Mission Muhammad bin Abdul Wahhab” karya DR. Jalal Abu Alrub dan Al Mencke
2. Merenungkan Label Wahhabi “Wahhabism: What is Behind the Label?” – Abu Imraan Abdur-Rahmaan Al-Sharkhasi
3. Menyingkap Wahhabisme “Wahhabism Exposed” – Hidaayah Islamic Foundation (under supervision by DR. Abu Ameenah Bilal Philips

Artikel pertama: Siapa Pencetus Pertama Istilah Wahhabi?
Artikel ini mengulas siapa dan darimana istilah Wahhabi muncul. Adalah Inggris yang merupakan negara Barat pertama yang menggelari dakwah tauhid dengan sebutan “Wahhabisme”karena dakwah ini tumbuh subur hingga mencapai wilayah koloni Inggris yakni India dan sementara pada saat itu Inggris mengasuh sekte Qadhiyani –yang tidak menyeru jihad–. Karenanya Inggris semakin resah dan menggelari dakwah ini dan pengikut Syaikh Muhammad Ibn ‘Abdul Wahhab sebagai “Wahhabi/ Wahhabiyyah/ Wahhabis” dengan harapan berkurangnya perlawanan terhadap penjajah Inggris.
Sejak saat itu istilah ini semakin sering muncul menguat ke permukaan dan digunakan secara bebas oleh Kaum Orientalis di Eropa dalam artikel maupun buku mereka sebagai bentuk menisbatkan kepada gerakan dan pengikut Syaikh, walaupun dakwah ini tidak dimulai oleh ‘Abdul Wahhab’ namun oleh putranya, Muhammad. Mereka menggunakan istilah ini sebagai ejekan bahwa Syaikh mendirikan sebuat sekte baru yang bertentangan dengan aqidah mereka dan bertujuan untuk mengecilkan hati Kaum Muslimin supaya tidak mengambil ilmu atau menerima dakwah dari Syaikh. Sementara di sisi lain, bagi mereka –yang disebut sebagai Wahhabi– , tidak menyandarkan diri kepada istilah ini karena beranggapan bahwa Syaikh hanyalah seseorang yang menyerukan Islam yang murni, mentauhidkan Allah semata dan mengikuti Sunnah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa Sallam. Beliau menyerukan untuk kembali pada Qur’an dan Sunnah bukan menyeru Kaum Muslimin untuk menjadi pengikutnya, yang dimana hal ini bertentangan dengan apa yang dikehendaki musuh-musuh dakwah. Hingga belakangan ini banyak musuh-musuh dakwah Syaikh akhirnya menyadari bahwa dakwah ini adalah dakwah Islam yang murni dan tenang dan inti dari dakwah para Nabi ‘alaihim’us Sallam (tauhid). Dakwah Syaikh bukanlah sebuah aliran/ sekte namun sebagai bentuk kesinambungan warisan dakwah dari generasi pertama Islam.

Artikel kedua: Merenungkan Label Wahhabi
Artikel kedua ini menjelaskan secara rinci mengenai dampak pelabelan “Wahhabi” di media massa pada masa silam sehingga istilah ini dianggap sebagai sesuatu yang buruk, jahat, monster haus darah berjanggut tebal yang menyebut mereka dengan sebutan Muslim dan label negatif lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa orang-orang –mudah-mudahan hanya sedikit– terbawa oleh opini tanpa mencari fakta dan realita yang ada tanpa memperdulikan bahwa mereka telah menuduh seseorang yang dalam hal ini Syaikh dengan hal-hal yang tidak benar. Faktanya beliau hanyalah seorang Ulama Islam yang berdakwah di daerah Najd (Arab Saudi) yang senantiasa menyeru akan tauhid dan Sunnah dan mengingkari segala bentuk kesyirikan dan bid’ah yang telah menjadi hal yang lazim pada masanya yakni 1115 H.
Alasan para pemimpin masyarakat yang menolak dakwah yang diserukan Syaikh ini disebabkan karena ketakutan akan kehilangan pengikut, jabatan, materi dan hal lainnya yang bersifat duniawi dan sementara dan mereka berdalih bahwa harus mempunyai imam dalam memahami segala hal dan mengikutinya. Satu pesan penting penulis sebagaimana tertera dalam artikel, yakni kita memang harus mempunyai guru dalam proses belajar agama dengan tujuan memahami nash-nash (teks) dan mengaplikasikan dalam kehidupan kita sehari-hari. Namun, tujuan kita adalah meneladani Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa Sallam dalam perkara yang beliau sampaikan, tetapi bukan mengikuti apa yang dikatakan oleh orang selain beliau jika bertentangan dengan Qur’an dan Sunnah-Nya.
Sejatinya, label ini diciptakan oleh musuh-musuh dakwah tauhid dan Sunnah yang kemudian mewariskan kedengkian dan kebencian tersebut ke generasi setelahnya dan terus berlangsung hingga saat ini. Namun, di luar sana akan senantiasa ada –hingga hari kiamat– orang-orang yang tetap memelihara kemampuan berpikirnya dan menyaring informasi kebenaran dari kebathilan tanpa termakan opini publik serta isu label “Wahhabi”.

Artikel ketiga: Menyingkap Wahhabisme
Artikel ketiga, yang merupakan inti dari e-book ini, penulis menjelaskan secara jelas mengenai dakwah Syaikh dengan mengulas peristiwa-peristiwa penting dalam kehidupan beliau serta menjelaskan aqidahnya melalui karya tulis beliau.
Disebutkan pada abad 12 H yang di mana pada saat itu Islam mengalami kemunduran yang amat sangat dan bertaklid buta pada kaum shufi, hendak membebaskan Islam dari semua pe¬rusakan yang diyakininya telah menggerogoti agama Islam, yang di antaranya adalah tasawuf, doktrin tawasul, ajaran Syiah, serta ba¬nyak praktik lain yang dinilainya sebagai bid¬ah. Bagi ‘Abd al-Wahhâb, hanya dengan kembali ke Islam yang lurus, mereka akan diterima dan mendapat rida Allah. sehingga dengan mudahnya menepis tauhid rububiyah dan uluhiyyah Allah Ta’ala juga membuat penakwilan bathil terhadap al Qur’an. Adalah beliau Syaikh Muhammad bin ‘Abdil Wahhab bin Sulaiman bin ‘Ali bin Muhammad bin Ahmad bin Rasyid at-Tamimi (1115 H) yang besar di ‘Uyainah, Arab Saudi, ketika itu yang menyerukan untuk kembali pada Qur’an dan Sunnah dan berupaya menghidupkan kembali cahaya keIslaman yang kian redup. Beliau tidak hanya dikenal sebagai Ulama Ahlus Sunnah, tetapi beliau juga salah seorang di antara barisan ulama pembaharu Islam (Mujaddid al Islam).
Adalah wilayah Najd (dan wilayah lainnya) yang telah dipenuhi oleh berbagai aqidah yang rusak serta praktek agama yang buruk dan jauh dari Al-Qur’an dan Sunnah Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa Sallam, yang membuat Syaikh akhirnya mantap untuk menyebarkan risalah islam yang murni. Syaikh memulai dakwahnya secara terang-terangan dan tetap melanjutkan meski banyak yang menghalangi hingga akhirnya mayoritas masyarakat yang baik menerima pandangan beliau tidak lama setelah Abdul Wahhab (Ayahanda Syaikh) meninggal dunia.
Semasa hidupnya, tiada henti beliau menyerukan makna Laa Illaha Ilallah dan konsekuensinya, menekankan segala bentuk sesembahan yang bathil dan Allah lah sebagai satu-satunya yang berhak disembah. Meskipun demikian tidak sedikit pula mush-musuh dakwah berkumpul untuk menghancurkan gerakan dakwah Syaikh dengan berbagai cara. Melalui dakwah lain yang dibawakan oleh Syaikh yakni salah satuh karya tulisnya “Kitabut Tauhid” yang kini sudah sangat dikenal adalah buku cerdas yang di dalamnya dijelaskan secara rinci mengenai hakikat tauhid dan penerapannya dalam kehidupan seorang Muslim mengacu pada Al Qur’an dan As-Sunnah.

KESIMPULAN DAN REKOMENDASI
E-book ini memaparkan sejarah Wahhabi sejak kelahirannya, sepak terjangnya, hingga pengaruhnya di era modern. Merujuk pada sumber-sumber primer, termasuk dari karya kritis Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab sendiri, dan diperkaya referensi-referensi modern tepercaya, begitu meyakinkan, selain dituturkan dengan fokus, mengalir, dan mengasyikkan. Sangat penting kita mengerti sejarah agar kita lebih bijak menyikapi perbedaan dan setia mengedepankan dimensi kerahmatan Islam sehingga semakin bermanfaat bagi para penuntut ilmu
E-book ini pun menjelaskan masyarakat yang jahil dan para pembenci Syaikh yang rela melakukan segala cara demi untuk memadamkan kemilaunya sinar dakwah tauhid yang dibawakan beliau. Sangat menyedihkan, ternyata tuduhan-tuduhan mereka hanya bersumber dari ketidaktahuan mereka tentang tauhid yang sebenarnya, itupun masih dibumbui dengan fitnah dan dusta serta pengkhianatan ilmiah, memahami dalil-dalil dengan akal yang sakit tanpa merujuk kepada ulama Salaf, memotong-motong fatwa ulama, lalu disimpulkan bahwa itulah penyimpangan Syaikh, Allahul Musta’an.
Alhamdulillah, kita memohon kepada Allah subhanahu wa ta’ala, agar memberikan manfaat dengan e-book ini baik kepada penulisnya, penerbit maupun pembaca yang budiman. Semoga semakin banyak orang-orang yang berdakwah tauhid di jalan Allah subhanahu wa ta’ala melalui karya tulis yang ilmiah. Allahumma aamiin.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada seorang yang menyeru kepada Allah yakni mentauhidkan-Nya dan berkata “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri?.” –QS. Fussilat (41) : 33

______________________

✉Grup WhatsApp Alwasathiyah wal I’tidal
Telegram: https://bit.ly/abusalma
🌐 Blog : alwasathiyah.com
💠Facebook : http://fb.me/abinyasalma81
🔰Youtube : http://bit.ly/abusalmatube
📷 Instagram : http://instagram.com/abinyasalma/
🌀Mixlr : http://mixlr.com/abusalmamuhammad/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.