Q&A : TENTANG SYAFA’AT DAN MACAMNYA

​Question Answer
TENTANG SYAFA’AT DAN MACAMNYA 🌟
Tanya
Assalamualaikum, Ustad tanya..

Pada kalimat “….di kondisi/saat tidak ada seorangpun yang memberikan bantuan ” (akhirat)
1. Bagaimana dengan doa anak sholeh? Bukankah bisa menolong kedua orang tuanya?
2. Ibu yg hamil dan keguguran ? (pernah ana dengar dan baca dengan tali pusarnya bisa menarik Ibu nya apabila Ibunya masuk ke dalam neraka yg kmd baru si tolong ayahnya)
3. Anak2 yg meninggal dan yg belum punya dosa shg bisa menolong juga kedua orang tuanya kelak
Mohon pencerahannya atas ketiga hal tsb di atas Ustad Abu Salma 
➖➖➖➖
Jawab

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته 

[Jawab 1 ]: 
Secara asal, setiap orang bertanggung jawab atas urusan masing² dan sibuk dg keadaan mereka masing² saat kiamat. 
Perhatikan firman Allâh dalam surat ‘Abasa ayat 33-38

(فَإِذَا جَاءَتِ الصَّاخَّةُ)

Maka apabila datang suara yang memekakkan (tiupan sangkakala yang kedua)

(يَوْمَ يَفِرُّ الْمَرْءُ مِنْ أَخِيهِ)

pada hari itu seseorang lari menjauh dari saudaranya

(وَأُمِّهِ وَأَبِيهِ)

Menjauh dari ibu dan ayahnya

(وَصَاحِبَتِهِ وَبَنِيهِ)

Menjauh dari sahabat dan anaknya

(لِكُلِّ امْرِئٍ مِنْهُمْ يَوْمَئِذٍ شَأْنٌ يُغْنِيهِ)

Setiap orang dari mereka pada hari itu sibuk dengan kondisi mereka masing²… 
Inilah yang dimaksud… 

Adapun doa anak ke orang tua, atau doa muslim ke muslim lainnya, atau bahkan syafa’at Nabî dan sebagian orang yang diberikan syafa’at dg izin Allâh, maka ini pembahasan berbeda dan lain… 

Ini bahasannya syafa’at. Dan pembahasan syafa’at ini cukup panjang. 
Ringkasnya kurang lebih :

1⃣ Syafa’at ada dua macam :

Syafa’at ‘Âmah  (syafa’at umum), yang Allah berikan kepada manusia² yang Allâh izinkan mereka memiliki syafa’at kepada orang² yang juga Allâh izinkan mendapatkan syafa’at tsb. 

Sebagaimana dalam firman Allâh ﷻ :

(يَوْمَئِذٍ لَا تَنْفَعُ الشَّفَاعَةُ إِلَّا مَنْ أَذِنَ لَهُ الرَّحْمَٰنُ وَرَضِيَ لَهُ قَوْلًا)
Pada hari itu tidak berguna syafa’at, kecuali (syafa’at) orang yang Allah Maha Pemurah telah memberi izin kepadanya dan Dia telah meridhai perkataanNya 

[QS Thoha : 109]
Syafa’at Khâshah  (khusus yang dimiliki Nabî bagi orang² yang beriman). 
2⃣ Syafa’at ini, tidak akan bisa terjadi kecuali dengan 3 syarat :

▫Ridha Allâh kepada syâfi’ (yang memberi syafa’at) 

▫Ridha Allâh kepada masyfu lahu (yang diberi syafa’at) 
Hal ini sebagaimana firman Allâh :

(وَكَمْ مِنْ مَلَكٍ فِي السَّمَاوَاتِ لَا تُغْنِي شَفَاعَتُهُمْ شَيْئًا إِلَّا مِنْ بَعْدِ أَنْ يَأْذَنَ اللَّهُ لِمَنْ يَشَاءُ وَيَرْضَىٰ)

Dan berapa banyaknya malaikat di langit, syafa’at mereka sedikitpun tidak berguna kecuali sesudah Allah mengijinkan bagi orang yang dikehendaki dan diridhai(Nya)

[QS An-Najm 26]

▫izin Allâh kepada syafi’ utk memberikan syafa’at. 
Sebagaimana firman Allâh dalam ayat Kursi:

(مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ)

Siapakah yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya ” [Al-Baqarah : 255]
3⃣ Lalu ada juga syafaat batil, yang tdk ada dalilnya dan hanya sekedar klaim dari orang² musyrikin dan ahli bid’ah. Maka ini syafaat yang tidak bermanfaat sama sekali, bahkan dapat menambah bagi mereka kesesatan. Wal’iyadzubillah.
[Jawab 2]

Adapun anak yang keguguran dapat memberikan syafa’at bagi ibunya, maka ini tersebut dalam hadits Nabî :

والذي نفسي بيده إن السقط ليجر أمه بسرره إلى الجنة إذا احتسبته

Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya,  sesungguhnya janin yang keguguran akan menarik ibunya ke dalam surga dengan bersama ari-arinya,  asalkan ibunya bersabar mengharap pahala dari Allah   (HR. Ibnu Majah dan dishahihkan oleh Syaikh al-Albânî rahimahullâhu).
[Jawab 3]

Bayi yang meninggal juga bisa memberi syafa’at bagi ibunya yang sabar dan tabah, sebagaimana sabda Nabi yang menjelaskan bayi yang meninggal lalu orang tuanya bersabar, 

يقال لهم ادخلوا الجنة فيقولون حتى يدخل آباؤنا فيقال ادخلوا الجنة أنتم وآباؤكم

Dikatakan kepada si bayi yang wafat ini , ‘ _Masuklah kamu ke dalam surga’. Kemudian si bayi tsb  mengatakan, “(tidak) sampai orang tua kami juga masuk (ke dalam surga)’. Kemudian dikatakan kepadannya, ‘ Masuklah kalian ke dalam surga bersama orang tua kalian .” (HR Nasai dan dishahihkan syekh Albani)
Ini semua adalah termasuk syafa’at yang Allah berikan kepada si bayi yang wafat tsb, namun dengan syarat :

1⃣ Allâh ridha dengan si bayi tsb sebagai sang pemberi syafaat

2⃣ dan Allah juga ridha kepada orang tua si bayi tsb, selaku masyfu lahu (yang diberi syafaat). 

Diantara syarat agar mendapat ridha Allâh adalah harus orang yang bertauhid (tdk pernah menyekutukan Allâh) dan bersabar atas segala musibah yang menimpa. Karena itu syafaat ini tdk berlaku bagi orang tua yang KAFIR atau MUSYRIK. 

3⃣ Dan syafaat ini adalah dengan izin Allâh Ta’ala. Bukan lantaran si anak tsb mampu memberikan syafaat dg sendirinya. 
والله أعلم
✍@abinyasalma 

__________________
✉Grup WhatsApp Al-Wasathiyah Wal I’tidål

♻Telegram:  https://bit.ly/abusalma 

🌐 Blog : alwasathiyah.com

💠Facebook : http://fb.me/abinyasalma81

🔰Youtube : http://bit.ly/abusalmatube

📷 Instagram : http://instagram.com/abinyasalma/

🌀Mixlr : http://mixlr.com/abusalmamuhammad/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s