Hikmah, Motivation, Nasehat, Tanya Jawab

Q&A : APA HUKUMNYA AQIQAH DARI HARTA RIBA ? 

​Question Answer
الوسطية والاعتدال
APA HUKUMNYA  AQIQAH DARI HARTA RIBA❓ 💰

TANYA
Assalaamu’alaikum Ustadz…
Ada seorang ayah yang dulu bekerja di perusahaan riba, kemudian dari penghasilannya itu dipakai untuk aqiqah anaknya. Alhamdulillah sekarang sang ayah itu sudah bertaubat meninggalkan pekerjaan ribanya, lantas ingin meng aqiqah ulang anaknya karena  khawatir Allah menolak amalan tersebut karena harta yang dipakai adalah harta haram. Bolehkah seperti itu atau memang harus diulang ?

Jazaakallahu khayran

➖➖➖➖➖➖➖
Jawaban
بــسم اللّٰـه  

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته
➡  Allah subhanahu wa Ta’ala berfirman :
فَمَنْ جَاءَهُ مَوْعِظَةٌ مِنْ رَبِّهِ فَانْتَهَى فَلَهُ مَا سَلَفَ وَأَمْرُهُ إِلَى اللَّهِ وَمَنْ عَادَ فَأُولَئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Rabbnya, lalu terus berhenti ( dari riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu dan urusannya (terserah) kepada Allah. Adapun orang yang kembali (melakukan riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya” (QS. Al-Baqarah: 275).
Apabila seseorang mengambil riba lalu ia bertaubat, maka harta yang ia peroleh darinya menurut sejumlah ulama berdasarkan dalil di atas,  فَلَهُ مَا سَلَفَ  (baginya apa yang telah diambilnya terdahulu) boleh dimanfaatkan secukupnya dan selebihnya dibersihkan, entah dengan cara dikeluarkan untuk pembangunan fasilitas umum dan semisalnya.

Karena itu, aqiqah yang ia lakukan telah mencukupi dan sah…
Namun, apabila ia ingin mengulangi aqiqahnya karena merasa harta yang ia peroleh saat itu tidak baik, maka juga dipersilahkan. Karena ada hadits Nabi yang menunjukkan tidak diterimanya suatu sedekah dari harta haram. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَا تُقْبَلُ صَلَاةٌ بِغَيْرِ طُهُورٍ وَلَا صَدَقَةٌ مِنْ غُلُولٍ

“Shalat tidak akan diterima tanpa bersuci, dan tidak pula sedekah dari harta ghulul (curang) diterima.” (HR. Muslim 224, Nasai 139, dan yang lainnya).
Dr. Abbas Ahmad al-Baz menjelaskan,
العبادة المالية لا تكون مقبولة عن الله تعالى الا إذا كانت من مصدر كسب مشروع، لأن ثمرة الحلال حلال؛ وثمرة الحرام حرام

Ibadah maliyah(hartawi) tidaklah diterima Allah, kecuali jika berasal dari usaha yang masyru’ (disyari’atkan). Karena buah dari yang halal adalah halal dan yang haram adalah haram. (Ahkamul Malil Haram, hlm 291).

Wallâhu a’lam bish showaab

✏️ @abinyasalma 
✉Grup WhatsApp Al-Wasathiyah Wal I’tidål

♻Telegram:  https://bit.ly/abusalma 

🌐 Blog : alwasathiyah.com

💠Facebook : http://fb.me/abinyasalma81

🔰Youtube : http://bit.ly/abusalmatube

📷 Instagram : ://instagram.com/abinyasalma/

🌀Mixlr : http://mixlr.com/abusalmamuhammad/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s