Adab, Nasehat, Serba-Serbi, Tanya Jawab

Q&A : HUKUM BERSENTUHAN DENGAN YANG BUKAN MAHRAM BERKAITAN DENGAN PEKERJAAN TENAGA MEDIS

​Question Answer 
الوسطية والاعتدال
🏥 HUKUM BERSENTUHAN DENGAN YANG BUKAN MAHRAM BERKAITAN DENGAN PEKERJAAN TENAGA MEDIS

TANYA
Assalaamu’alaikum Ustadz…
Bagaimana dengan pekerjaan tenaga medis apakah mereka dianggap haram jika bersentuhan dengan lawan jenis?

Dan bagaimana jika darurat misalnya tidak ada dokter yang perempuan apakah masih diperbolehkan?

Apakah urusan nyawa harus sesuai yang mahram dulu?

Jazaakallahu khayran

➖➖➖➖➖➖➖
Jawaban
بــسم اللّٰـه  

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته
➡ Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda :
لأَنْ يُطْعَنَ فِي رَأْسِ رَجُلٍ بِمِخْيَطٍ مِنْ حَدِيدٍ خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنْ يَمَسَّ امْرَأَةً لا تَحِلُّ لَهُ

Ditusuknya kepala seseorang dengan jarum dari besi, adalah lebih baik daripada menyentuh wanita yang tidak halal baginya” (HR. Thobroni dengan sanad yg shahih)

Hadits di atas adalah dalil yang terang haramnya menyentuh yang  bukan mahram.
Keharaman menyentuh lawan jenis yang bukan mahram ini, haram hukumnya dalam segala kondisi, kecuali apabila DARURAT. Karena di dalam kaidah dikatakan :

adh-Dharurah tubihul Mahzhurah (Kondisi darurat itu dapat menerjang larangan).

Hal ini sebagaimana firman Allah :
فَمَنِ اضْطُرَّ غَيْرَ بَاغٍ وَلَا عَادٍ فَلَا إِثْمَ عَلَيْهِ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Siapa yang dalam kondisi terpaksa memakannya sedangkan ia tidak menginginkannya dan tidak pula melampaui batas, maka ia tidak berdosa. Sesungguhnya Allah Maha pengampun lagi Maha penyayang

 

➡ Untuk memahami kondisi darurat, silakan baca tulisan lama yang pernah diposting di grup ini :

1⃣ Makna darurat

Banyak makna darurat dijelaskan oleh para ulama. Diantara yang paling bagus adalah yang dijelaskan oleh Imam as-Suyûthì rahimahullâhu, yaitu 
بلوغ الشخص حدا إن لم يتنال الممنوع هلك أو قارب إلى الهلاك أي بحيث لو ترك مات أو تلف منه عضو وهذا يبيح المحرم 

Kondisi sampainya seseorang pada batasan yang jika tidak menerjang larangan maka akan menyebabkan kebinasaan, yaitu, apabila ia tinggalkan ia akan mati atau akan kehilangan salah satu anggota tubuhnya, maka yang demikian ini yang haram diperbolehkan
2⃣ Hal-hal yang dijaga oleh agama. 

Para ulama fiqh menyebut ada 5 hal, yaitu :

1. Hifzu ad-Dîn (menjaga agama) 

2. Hifzu an-Nafs (menjaga jiwa) 

3. Hifzhu al-Aql (menjaga akal) 

4. Hifzhu an-Nasl (menjaga garis keturunan) 

5. Hifzhu al-Mâl (menjaga harta)
3⃣ Apa saja kondisi dan syarat yang dapat mencetuskan darurat. 

Para ulama menjelaskan 

➖ Tidak dapat dihilangkan dengan yang sesuatu yang halal

➖ Tidak melebihi kadarnya, maksudnya menerjang keharaman hanya sekedarnya saja hanya untuk survive, tidak berlebihan dan sampai kenyang 

➖ Tidak melebihi batas waktu terjadinya darurat, maksudnya jika sudah tidak darurat maka tidak boleh menerjang keharaman lagi

➖ Tidak menyebabkan bahaya yang lebih banyak dan lebih besar dari sebelumnya
4⃣ Kondisi-kondisi manusia berdasarkan tingkatan kebutuhannya. 

1. Kondisi darurat ( الضرورة) yang harus dipenuhi dan apabila tidak dipenuhi dapat membahayakan jiwa

2. Kondisi Hajat ( الحاجة), yaitu yang dibutuhkan manusia untuk memenuhi kebutuhan pokoknya, yang Jika tak dipenuhi membahayakan tapi tidak sampai bahaya untuk jiwa (di bawah kondisi darurat) 

3. Manfaat ( المنفعة), yaitu yang bermanfaat untuk manusia, namun apabila ditinggalkan tidak berdampak bahaya

4. Az-Zînah ( الزينة) atau hiasan, yang tidak bermanfaat dan ditinggalkan tidak ada bahaya sama sekali. Ini perkara mubah. 

5. Al-Fudhûl ( الفضول) atau tambahan, yang ditinggalkan tidak ada bahayanya, dan dilakukan adalah sia-sia dan bentuk sikap tabdzîr (menghamburkan harta)
5⃣ Sejumlah kaidah yang harus difahami dalam hal ini 
1. KAIDAH

إذا ضاق الأمر اتسع وإذا اتسع ضاق

Jika suatu perkara itu menjadi sempit maka hukumnya menjadi luas (lebih longgar), dan jika perkara tersebut sudah longgar, maka hukumnya akan menjadi sempit kembali 

Contoh :

Seorang yang kelaparan (kondisinya sempit) boleh makan babi atau bangkai (hukum haram jadi longgar), namun jika sudah hilang laparnya (kondisi sudah longgar kembali) maka menjadi haram kembali (hukum menjadi sempit)
 2. KAIDAH

 لا حرام مع الضرورات ولا كراهة مع الحاجة 

Tidak haram dalam kondisi darurat, dan tidak makruh dalam kondisi membutuhkan

 Kaidah di atas sama dengan 

الضرورات تبيح المحظورات

Keadaan darurat membolehkan yang terlarang
 3. KAIDAH

الضرورة تقدر بقدرها 

Kondisi darurat itu ditakar sesuai dengan kadarnya masing²

Contoh :

Orang yang kelaparan, dia boleh makan bangkai, sekedarnya saja tidak boleh sampai kenyang. Jadi hanya cukup untuk nya menegakkan tubuh dan terhindar dari kematian
 4. KAIDAH

ما جاز لعذر بطل بزواله 

Apa yang diperbolehkan karena suatu dispensasi, maka menjadi batal jika dispensasi tersebut hilang

Contoh :

Seorang laki² yang menderita alergi kulit, sehingga boleh memakai sutera. Namun, begitu alergi nya sembuh, maka dia wajib melepasnya dan menggantinya
 5. KAIDAH

الضرر لا يزال بالضرر 

Suatu yang berbahaya tidak boleh dihilangkan dengan yang berbahaya pula. 

Contoh :

 Seseorang tidak mendapatkan makanan, namun di depannya dia dihadapkan dengan tanaman beracun. Maka dalam kondisi ini tidak boleh untuk menghilangkan lapar memakan tanaman beracun. 
Sekian sekelumit pembahasan tentang masalah darurat. Semoga bermanfaat.
KESIMPULAN :

Apabila memang tidak ada dokter lain dan kondisi pasien kritis, maka mau tidak mau harus dilakukan penanganan. Dan penanganan ini adalah sebatas kebutuhan saja, tidak melebihi kebutuhan.
Wallâhu a’lam bish showaab

✏️ @abinyasalma 
✉Grup WhatsApp Al-Wasathiyah Wal I’tidål

♻Telegram:  https://bit.ly/abusalma 

🌐 Blog : alwasathiyah.com

💠Facebook : http://fb.me/abinyasalma81

🔰Youtube : http://bit.ly/abusalmatube

📷 Instagram : ://instagram.com/abinyasalma/

🌀Mixlr : http://mixlr.com/abusalmamuhammad/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s