Hikmah, Motivation, Nasehat

DIBALIK USIA 80 TAHUN

​DIBALIK USIA 80 TAHUN

CERITA SYAIKH AL-ALBANI INI MEMBUATKU MENANGIS
Syaikh al-Albani rahimahullâhu menceritakan keadaan beliau setelah usia beliau lebih dari 84 tahun :
Di dalam Shahîh Mawârid azh Zham`ân* (no 2087), tersebut hadits Abu Hurairoh Radhiyallâhu ‘anhu  bahwa beliau berkata : Rasulullah ﷺ bersabda :

( أعمار أمتي ما بين الستين إلى السبيعين ، وأقلهم من يجوز ذلك ) 

“`Usia umatku itu antara 60 – 70 tahun, dan alangkah sedikitnya yang bisa melebihi dari usia tersebut.“`

[* Shahih Mawârid azh-Zham’ân adalah salah satu karya terakhir yang ditahqiq oleh al-‘Allamah al-Albani. Buku ini asalnya adalah Zawâ`id Ibnu Hibbân yang disusun kembali oleh al-Haitsami. Al-Albani mentahqiq kembali hadits-haditsnya menjadi 3 jilid : 2 jilid Shahih al-Mawârid dan 1 jilid  Dha’if al-Mawârid Pent.]
Ibnu ‘Arofah rahimahullâhu berkata :

[Beliau adalah Abu ‘Abdillah Muhammad bin ‘Arofah al-Warghami salah satu pembesar Malikiyah dari Tunisia. Penulis buku yang terkenal, al-Mabsûth fîl Fiqh sebanyak 7 jilid. Beliau diantara murid a-Qadhi al-Harowi. Lahir tahun 716 H dan wafat tahun 803 H. Rentang usia beliau adalah 87 tahun, pent.].

وأنا من ذلك الأقل

“Saya termasuk dari kalangan yang sedikit tersebut”.
Mengomentari ucapan Ibnu ‘Arofah, Syaikh al-Albani rahimahullâhu  berkata :

قلت : وأنا أيضاً من ذلك الأقل ، فقد جاوزت الرابعة والثمانين ، سائلاً المولى سبحانه وتعالى أن أكون ممن طال عمره وحسن عمله

“Saya juga termasuk diantara kalangan yang sedikit ini. Usiaku telah lebih dari 84 tahun, dan saya selalu memohon kepada Allah ﷻ agar menjadikan diriku termasuk orang yang dipanjangkan usianya dan baik amalnya. 
ومع ذلك فإني أكاد أن أتمنى الموت ، لما أصاب المسلمين من الإنحراف عن الدين والذل الذي نزل بهم حتى من الأذلين

Meski demikian, saya nyaris saja mengangankan kematian, lantaran banyaknya penyimpangan-penyimpangan agama yang menimpa kaum muslimin dan kehinaan yang menyelimutii mereka, sehingga umat ini menjadi umat yang hina.
ولكن حاشا أن أتمنى ، وحديث أنس ماثل أمامي منذ نعومة أظفاري ، فليس لي إلا أن أقول كما أمرني نبيي صلى الله عليه وسلم :

Untungnya saya terhindar dari angan-angan seperti ini (yaitu angan cepat diwafatkan, pent.). Hadits Anas (bin Malik)-lah yang seperti (menghadang) di hadapanku semenjak saya masih kecil. Sehingga saya hanya bisa mengucapkan apa yang dituntunkan oleh Nabiku ﷺ :

اللهم أحيني ما كانت الحياة خيرا لي وتوفني إذا كانت الوفاة خيرا لي 

Ya Allah, hidupkanlah aku selama kehidupan itu baik bagiku, dan wafatkanlah aku apabila wafat itu lebih baik bagiku.”
وداعيا بما علمنيه عليه الصلاة والسلام :

Sembari pula saya berdoa dengan yang diajarkan oleh Nabi ﷺ :

اللهم متعنا بأسماعنا وأبصارنا وقوتنا ما أحييتنا ، واجعله الوارث منا

Ya Allah, karuniakanlah nikmat kepada kami melalui pendengaran kami, pengelihatan kami dan kekuatan kami selama Engkau masih menghidupkan kami. Dan jadikanlah hal ini sebagai pewaris kami.”
وقد تفضل سبحانه فاستجاب ومتعني بكل ذلك ، فها أنا ذا لا أزال أبحث وأحقق وأكتب بنشاط قل مثيله 

Sungguh Allah telah memperkenankan dan mengabulkan permintaanku dan mengaruniakanku dengan seluruh nikmat tersebut. Inilah saya yang senantiasa masih mampu membahas, meneliti dan menulis dengan aktivitas yang jarang bisa dilakukan orang sepertiku (dengan usia seperti beliau). 
، وأصلي النوافل قائما ، وأسوق السيارة بنفسي المسافات الشاسعة ، وبسرعة ينصحني بعض الأحبة بتخفيفها ، ولي في ذلك تفصيل يعرفه بعضهم !

Saya masih mampu sholat sunnah dengan berdiri, bahkan saya mampu menyetir sendiri mobil saya walau jarak jauh dengan kencang, sampai-sampai sejumlah sahabat saya menasehati saya untuk mengurangi kecepatan. Dalam hal ini (yaitu mengendarai mobil dengan kencang) saya memiliki perncian yang sudah diketahui sebagian sahabat saya!
أقول ذلك من باب ( وأما بنعمة ربك فحدث )

Saya menyampaikan hal ini termasuk bagian yang Allah ﷻ firmankan: “adapun nikmat dari tuhan-Mu maka hendaklah engkau nyatakan.” [QS adh-Dhuhâ : 11]*

[* Menyampaikan kenikmatan sebagai bentuk tahadduts bin ni’mah (menyatakan kenikmatan) adalah suatu hal yang terpuji apabila mengandung maslahat di dalamnya, seperti menambah rasa syukur, mendorong hati untuk mencintai kebaikan dan memotivasi orang lain dalam kebaikan, pent.]
راجيا من المولى سبحانه وتعالى أن يزيدني من فضله ، فيجعل ذلك كله الوارث مني ، وأن يتوفاني مسلما على السنة التي نذرت لها حياتي دعوة وكتابة ، ويلحقني بالشهداء والصالحين ، وحسن أولئك رفيقا ، إنه سميع مجيب  .

Dengan terus berharap agar Allah ﷻ menambahkan karunia-Nya kepadaku dan menjadikan seluruh karunia ini sebagai pewaris bagiku. Semoga Allah mewafatkanku sebagai muslim yang berada di atas sunnah, yang mana kunadzarkan hidupku untuk hal ini dengan dakwah dan tulisan. Dan semoga Allah mengumpulkanku dengan para _syuhada_ dan orang-orang shalih, karena mereka itulah sebaik-baik teman. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Memperkenankan.
رحم الله الإمام العلامة المحدث شيخ الاسلام الفقيه محمد ناصر الدين الألباني، وأعلى درجته

Semoga Allah merahmati al-‘Allâmah al-Muhaddits al-Faqîh Muhammad Nashirudin al-Albani dan mengangkat derajat beliau.
✍@abinyasalma 

______________________
✉Grup WhatsApp Al-Wasathiyah Wal I’tidål

♻Telegram:  https://bit.ly/abusalma 

🌐 Blog : alwasathiyah.com | abusalma.net

💠Facebook : http://fb.me/abinyasalma81

🔰Youtube : http://bit.ly/abusalmatube

📷 Instagram : http://instagram.com/abinyasalma/

🌀Mixlr : http://mixlr.com/abusalmamuhammad/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s