ANEKDOT SARAT HIKMAH : SYAIKH SAUDI YANG BERKUNJUNG KE AFRIKA

Di bawah ini👇🏽, anekdot dan humor yg mengundang tawa, namun sarat akan faidah dan hikmah, yang dikirimkan oleh Syaikh Walid Saifun Nashr di grup beliau.

‏يقال إن شيخًا من مشايخ السعودية زار بلدًا إفريقيًا
Dikisahkan, ada salah satu ulama Saudi mengunjungi suatu negeri di Afrika.

فأراد المقدم للمحاضرةٍ أن يعرف بالشيخ فقال:
Lalu sang pembawa acara (MC) memperkenalkan ulama tsb lalu mengatakan :

إن هذا الشيخ من (إِلْيَةِ) أهل العلم
Sesungguhnya, Syaikh ini termasuk ilyati (bokong)-nya ulama…
يقصد من (علية)
👉🏻Padahal maksud si MC adalah ‘iliyati ahlil ilm yg artinya termasuk ulama terdepan dan terkemuka.

فقال الشيخ مبتسماً :
Sontak saja Syaikh tersebut protes dengan tersenyum :
لست من إلْيتِهم
Saya bukan bokongnya ulama

قال المقدم :
Sang MC pun menimpali :
بل أنت من (دِمْنِهم)
يقصد من (ضِمْنِهم)
Bahkan anda adalah dimnihim (pupuk/kotorannya para ulama)
👉🏻Padahal maksudnya dhimnihim (yaitu termasuk bagian dari ulama)…

و من (أعداء) هيئة كبار العلماء
يقصد من (أعضاء) !!
Dan termasuk a’dâ (musuh) nya Lembaga Ulama Besar Saudi
👉🏻Padahal maksudnya a’dhō (anggota), yaitu anggota Lembaga Ulama Besar Saudi…

قال الشيخ :
ليتنا على الأولى …😅😅😅
Akhirnya Syaikh tersebut berkomentar :
Duh, mendingan yang pertama tadi
👉🏻Yaitu mending jadi bokongnya ulama ketimbang jadi kotoran dan musuh mereka….

@abinyasalma

 

FAIDAH-FAIDAH DARI KISAH DI ATAS

بِسْــــــــــــــمِ اللّهِ

Ibroh Dari Kisah Kunjungan Seorang Ulama Saudi Ke Suatu Negeri Di Afrika.

By: Ika Ummu Nisa

Fawaid dari kisah tersebut di antaranya:

⚘ Adab seorang penuntut ilmu kepada ulama dengan menyambut dan memuliakannya semaximal kemampuannya karena Allâh ta’ala;

⚘ Sebaiknya memilih orang yang fasih berbahasa Arab atau menguasai bahasa sang tamu ketika menyambut tamu dari negeri asing agar sang tamu merasa nyaman, akrab dan terhindar dari kesalahpahaman;

⚘ Semangat jihad seorang ulama dalam mendakwahkan Al Haq hingga ke tempat asing yang jauh dari negerinya;

⚘ Penting mempelajari bahasa Arab dengan baik dan benar sebagai sarana memahami dan menyampaikan ilmu (dien);

⚘ Ternyata bahasa Arab mudah untuk dipelajari siapa saja walaupun ia bukan orang Arab, asal disertai taufiq dan hidayah Allâh diiringi semangat dan bimbingan yang baik dan benar;

⚘ Perbedaan daerah mempengaruhi dialek pengucapan suatu bahasa, yang dapat mempengaruhi arti suatu kata sehingga dapat berbeda dari makna asalnya, karenanya penting pula mengetahui gaya bahasa terutama bahasa Arab terlebih dalam pengucapan dan pembacaan ayat-ayat Al Qur’an jg hadits yang sangat berpengaruh terhadap kepentingan dakwah;

⚘ Kesabaran dan pemakluman seorang ulama terhadap para tholabul ‘ilmi, tidak mudah marah dan tersinggung;

⚘ Seorang ulama tidak mudah berburuk sangka dan menghargai niat baik saudaranya;

⚘ Menghargai budaya dan kebiasaan hidup saudara kita selama tidak bertentangan dengan syariat;

⚘ Semangat menuntut ilmu yang wajib kita tiru walau harus mendatangkan guru dari negri yang jauh.

⚘ Tidak sembarangan dalam memilih seorang guru/ulama untuk diambil ilmunya.

⚘ Menerapkan adab Islsm yang baik dalam setiap kesempatan, karena adab dan akhlak yang baik juga termasuk salah bentuk dakwah.

Demikian beberapa ibroh yang bisa diambil dari  kisah tersebut, semoga bermanfaat, aamiin.

⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘

Faedah yang bisa ana petik 

By : Ayid Sudirman

1⃣ Pentingnya mempelajari ilmu tajwid terutama makharijul huruf dengan benar.

2⃣ Hendaknya tidak berlebihan dalam memperkenalkan ulama jika yang bersangkutan berada dalam satu majelis

3⃣ Ulama tersebut menerapkan kaidah, memilih keburukan yang lebih ringan meskipun tidak pada tempatnya.

4⃣ Hendaknya tidak mengambil amanah jika memang tidak mampu. Menjadi MC apalagi dengan bahasa yang bukan bahasa ibunya tentu membutuhkan soft skill yang baik, minimal penguasaan bahasa asing (dalam hal ini bahasa arab)

5⃣ Kayanya kosa kata bahasa arab. Satu huruf saja yang berubah, sudah menjadi kata baru yang berbeda.

6⃣ Adanya tingkatan – tingkatan para ulama dalam hal keilmuan

7⃣ Bolehnya para ulama berkumpul dan saling berdiskusi dalam satu lembaga mengenai permasalahan kaum muslimin

8⃣ Ulama tersebut memiliki adab yang mulia, yaitu tidak marah meskipun dihinakan. Hal itu terlihat ketika dia tersenyum saat menyanggah si MC

9⃣ Tingginya semangat dakwah para ulama. Hal ini terlihat ketika ia memilih berkunjung ke negeri-negeri yang jauh nan minim bahkan mungkin tidak ada ulamanya.

1⃣0⃣ Ilmu adalah lentera yang akan menerangi jalan menuju Allah. Hal inilah yang membuat para ulama sebagai ahli ilmu dimuliakan karena mereka disandarkan pada sesuatu yang mulia.

1⃣1⃣ Bahayanya menjadi musuh dari wali-wali Allah, sebagaimana disebutkan dalam hadits jibril dalam arba’un an-nawawiyyah

1⃣2⃣ Kurangnya husnudzhan dari ulama tersebut. Seharusnya dia tidak perlu menyanggah mc tersebut, cukuplah ulama tersebut memaklumi bahwa si MC bukanlah keturunan orang arab dan membiarkan si MC menyelesaikan pembukaannya.

1⃣3⃣ Dalam menyambut tamu asing biasanya yang paham bahasa tamu bukan cuma satu orang, biasanya ada penerjemah khusus. Disinilah peran penerjemah yang sayangnya dalam anekdot di atas tidak membantu meluruskan

Catatan:
Faedah di atas mungkin saja bisa salah. Yang salah, ana memohon ampun kepada Allah. Keikutsertaan ana karena hanya ingin berdiskusi bukan dalam bab, semaksimal ana, berkata tanpa ilmu.

⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘

Bismillah….

🔅🔅🔅🔅🔅🔅🔅🔅🔅🔅

Faedah dari “Anekdot Sarat Hikmah:

🔅🔅🔅🔅🔅🔅🔅🔅🔅🔅

Ummu Ibadirrahman

1⃣ Pentingnya ilmu sebelum berucap.

2⃣ Pentingnya pengucapan yang benar terhadap suatu bahasa karena kekeliruan ucapan dapat mengubah makna kata/kalimat.

3⃣ Kesalahan pengucapan suatu kata dapat membuat suatu makna menjadi negatif / tidak pantas (yang asalnya positif/baik jika diucapkan dengan benar).

4⃣ Dalam bahasa sehari-hari, kesalahan pengucapan dapat membawa ke makna yang keliru. Maka, bayangkan jika kesalahan tersebut terjadi dalam pengucapan Kalamullah. Tentunya hal ini amat fatal (Baca : perlunya mempelajari tajwid, yakni belajar dan berlatih mengucapkan huruf-huruf dari tempat keluarnya huruf-huruf tersebut, termasuk mengetahui tempat berhenti).

5⃣ Menasehati atau memberikan koreksi atas kesalahan yg dilakukan saudara kita dengan cara yang hikmah.

6⃣ Sabar dalam menghadapi saudara kita yang membuat kesalahan, tetap husnuzhan dan memberikan uzur kepadanya.

✨ Wallahu a’lam ✨

⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘

Faidah dari ANEKDOT SARAT HIKMAH
(Risqi Ummu Hurairah)
1. Hendaknya seorang muslim berusaha untuk memahami bahasa Arab, karena bahasa Arablah yang dipakai dalam kalamullah.
2. Hendaknya para penuntut ilmu mengenal para ulama, yang dari merekalah kita dapat washilah utk menuntut ilmu dien.

⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘

بِسْــــــــــــــمِ اللّهِ

🌻MEMETIK FAIDAH 🌻

ANEKDOT SARAT HIKMAH

By: Rita Ummu Gelsey

 

Fawaid dari kisah di atas diantaranya:

🌼 1. Bahasa arab itu sangat lengkap dan detail kaidah dan tata bahasanya, termasuk lengkap kosa katanya.

🌼 2. Karena itu jika salah ucap, salah harakat, bahkan salah satu huruf, artinya bisa sangat beda. Bahkan artinya bisa fatal. Sebagaimana yg tampak dalam kisah di atas;

🍂 Si MC bilang Ilyah (bokong), padahal maksudnya ‘iliyyah (yg terkemuka yg mulia)

🍂 Ia bilang dimnihim (kotoran ulama), padahal mksdnya dhimnihim (termasuk ulama).

🍂 Ia bilang a’da (musuh), pdhal maksudnya a’dho (anggota).

🍂 Itu semua karena salah ucap.

🌼 3. Segala sesuatu harus di dasari ilmu. Benar kata pepatah arab; “jika kau tidak mempersiapkan ilmu tentang apa yg kau bicarakan, maka siap2 lah di tertawai orang”

🍂 para ulama kita mengatakan: “al ilmu qabla al amal” (ilmu dulu sebelum beramal).

🌼 4. Niat baik harus dibungkus dengan cara yang baik. Tidak cukup niat baik saja, tanpa cara yang baik.

🌼 5. Kebesaran jiwa sang Syaikh dan kerendahan hatinya di hadapan sesama. Meskipun beliau ahli ilmu, beliau tidak marah dengan ungkapan MC, tapi memaafkan.
Dengan berkomentar:
Duh, mendingan yang pertama tadi
👉🏻Yaitu mending jadi bokongnya ulama ketimbang jadi kotoran dan musuh mereka….

Demikian diantara fawaid anekdot yang bisa kita ambil dalam kisah di atas. Semoga kita dapat mengambil ibroh dan mengamalkan nya… aamiin,
wallãhul musta’an.

‎والله أعلمُ بالـصـواب

‎و صلّى اللّـﮧ و سلّم على نبيّنا محمّ.
🍂📒🖋🍂

⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘

Hikmah dari’ ANEKDOT SARAT HIKMAH 

Ummu Abqoriyy

💐sebaiknya bagi si pembawa acara agar belajar lagi makhorijul huruf yang benar, karena kesalahan penyebutan huruf Arab menyebabkan kesalahan dalam menterjemahkan, kalau terjemahan pada cerita diatas bisa dikatakan ‘mendingan’, karena kalau jika MC bermaksud kesalahan makhroj tersebut sebagai ‘plesetan’ dari makna yang sebenarnya maksudnya itu sebuah ungkapan, maka maksud yang disampaikan masih kurang lebih mewakilkan apa yang dimaksud, dalam artian reputasinya sebagai MC masih bisa dipertahankan terutama di depan Syekhnya.
💐Sebagai MC dia memiliki keyakinan yang teguh dan kepercayaan yang tinggi sehingga ketika sang Syekh menimpali, dia malah meneruskan ta’zhim dan pujian-pujiannya kepada Syekh, yang di mana pujian-pujian tersebut malah semakin kurang baik artinya.
💐Sang Syekh adalah orang yang baik hati karena memaklumi kesalahan sang MC tersebut, meskipun ada protes dan pembelaan sesudahnya.
kesimpulannya adalah bahwa bahasa Arab sangat erat kaitannya dengan makhorijul huruf beserta sifat-sifat bawaanya yang dimana kalau salah cara pelafalannya menyebabkan salah juga artinya, seyogyanya orang yang belajar bahasa Arab tidak hanya bisa berbahasa Arab sekedar bisa bicara, tapi juga memperhatikan cara melafalkan huruf-huruf Arab tersebut dengan baik dan benar.
Agar dirinya aman dari merendahkan dirinya sendiri, dan aman juga bagi orang yang menjadi pendengarnya.
Maka berbahasa Arab sebagaimana orang-orang Arab yang fashih dalam melafalkan huruf-huruf tersebut.

⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘

ï·½
اَلسَّـلَامُ عَلَـيْكُمْ وَرَحْـمَةُ اللّٰهِ وبَـرَكَاتُـّهُ
الحــمدلله ألصــلاة والســلام على رسـول الله

Faidah ilmu dari Anekdot Sarat Hikmah Syaikh Walid Saifun Nashr حفظه الله تعالى
[diposting di wag awwi-2 pd 4 Dzulqo’dah 1438 H]
➖➖➖➖➖➖✍🌼

Ummu Royyan

Faidah ilmu yang kami ambil dari kisah beliau حفظه الله تعالى diantaranya  :

1⃣   Adab bertutur kata di Majlis Ilmu
Bermajlis dengan ahli ilmu harus selalu memperhatikan adab² bertutur kata secara hikmah.  Adab berbicara yg baik akan menambah keberkahan di dalam ilmu tersebut.
Rosullullah ï·º bersabda
“Tidak termasuk golongan kami orang yg tidak menghormati yg lebih tua, tidak menyayangi yg lebih muda dan tidak mengerti hak ulama.”
[HR Ahmad, dishahihkan oleh Al Albani dalam Shahih al-Jami]

2⃣   Hak Ulama
Dalam sebuah Majlis Ilmu, ulama wajib diperlakukan sesuai haknya.   Hal ini disebabkan asal tersebarnya ilmu dan pemahaman yg haq adalah dari ulama yg faqih, ulama yg takut hanya kepada Allah ﷻ.   Sehingga umat terhindar dari kebodohan dan kesesatan dengan izin Allah, melalui jasa para ulama-ulama tsiqoh dan muktabar.

Hendaknya pula orang yg mendampingi ulama adalah orang yg jg diakui ilmu agamanya.  Diakui kefaqihannya diantara penuntut ilmu.
Mampu menyambung tali kecintaan pendengar/jama’ah kepada ilmu agama melalui lisan sang ulama yg berujung pada rasa khauf dan rodja’ kepada Rabbul ‘alamin, Allah سـبحانـه وتعـالى.
Bukankah ilmu ini adalah agama ?
Muhammad bin Sirin رَحٍـمًهٌ الله berkata
“Sesungguhnya ilmu ini adalah agama, maka perhatikanlah dari siapa engkau mengambil ilmu tsb”
[muqodimah Shahih Muslim].

3⃣ Ulama paling takut kepada Allah
Protes/Penyelisihannya ulama atas setiap penyimpangan yg terjadi adalah bukti rasa takut ulama terhadap Allah ï·».
Allah berfirman :
“… Diantara hamba² Allah yang takut kepadaNYA hanyalah ulama”
[QS Fâthir:28].

Sahabat Ibnu Mas’ud رصـي الله عنـه pernah berkata :
“Cukuplah rasa takut kepada Allah itu disebut sebagai ilmu. Dan cukuplah tertipu dengan tidak mengingat Allah disebut sebagai kebodohan”
[diriwayatkan Imam ath-Thabrani dalam al Kabir no. 8927]
(merujuk artikel dakwah via channel telegram)

 

4⃣ Predikat dan doa
Memberikan predikat yg baik kepada guru dan para ulama adalah salah satu adab penuntut ilmu, termasuk mendoakan mereka.

Para Ulama Salaf rahimahumullah mendoakan guru mereka dan mengakui keilmuan yg mereka miliki berasal dari karunia Allah melalui jasa pengajaran para ulama, guru²mereka.

Imam Syafi’i berkata :
“Imam Malik adalah pengajarku dan darinya aku mengambil ilmu”

Imam Ahmad bin Hanbal berkata :
“Apa yang kalian lihat ini atau keumuman yg aku miliki adalah dari Asy-Syafi’i”

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata :
“Dan bagi seorang pelajar hendaknya ia mengetahui kehormatan ustadznya dan berterima kasih atas kebaikannya. Karena sesungguhnya orang yg tidak berterimakasih kepada manusia, hakekatnya dia tidak bersyukur kepada Allah”
[Majmu’ Fatawa 28/17]

(rujukan : channel TG @keutamaanilmu : mendoakan syaikh (guru) dan mengakui keutamaan mereka )

5⃣ Penguasaan terhadap bahasa Arab
Paham bahass Arab adalah suatu keutamaan.
Bahasa Arab adalah bahasa yg sangat sarat makna. Mempelajari kaidah bahasa arab pada asalnya sangat dibutuhkan oleh setiap muslim guna memahami agama yg mulia ini.

Sahabat Umar رصـي الله عنـه pernah berkata :
“Pelajarilah bahasa Arab karena ia bagian dari agama kalian. Pelajarilah hukum waris, ia jg bagian dari agama kalian”

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah menyebutkan 7 alasan mengapa kita lebih baik menguasai bahasa Arab.
_________
https://rumaysho.com/16159-7-alasan-kenapa-kita-harus-belajar-bahasa-arab.html
_________
1. Bahasa Arab adalah syiar Islam dan umat Islam. Bahasa adalah sebaik-baik syiar.

2. Sebagian fuqaha melarang doa dlm sholat dan jg dzikir dgn bahasa selain Arab.

3. Terbiasa berbahasa Arab dpt berpengaruh kuat thd logika, akhlaq dan agama.

4. Meneladani sahabat & tabi’in sehingga cara pikir kita bisa meniru cara pikir, cara beragama & akhlaq mereka.

5. Belajar bahasa Arab bagian dari belajar agama.

6. Mempermudah pemahaman atas Al-Qur’an & As-Sunnah.

7. Memperbaiki ucapan (semakin faqih)

Demikian sekelumit yang bisa kami ambil dari kisah Syaikh Walid Saifun Nashr حفظه الله تعالى.
Semoga Allah ï·» menjaga dan melimpahkan keberkahan atas ilmu bliau. Dan memudahkan kita semua dalam menuntut ilmu syar’ie.
Robbi zidni ‘ilmâ.
Ya Tuhanku tambahkan aku ilmu

وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وعلىِ آله وصحبه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم القيامة، والحمد لله رب العالمين.

🌸➖➖➖🌸➖➖➖

⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘

 

One Comment Add yours

  1. Ayid Sudirman says:

    Revisi Tulisan: “Bahayanya menjadi musuh dari wali-wali Allah, sebagaimana disebutkan dalam hadits jibril dalam arba’un an-nawawiyyah.”

    Seharusnya: hadits abu hurairah radhiallahu ‘anhu, hadits ke-38 dalam Al-Arba’un An-Nawawiy. Bukan hadits jibril.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s