SEKELUMIT PEMBAHASAN TENTANG HUKUM THOLÀQ (PERCERAIAN). Bag.2

الوسطية والاعتدال:
SEKELUMIT PEMBAHASAN TENTANG HUKUM THOLÂQ (PERCERAIAN)

 

Bagian 2
3⃣ Bilamana tholâq itu jatuh?? 

Dalam hal ini ada bbrp poin pembahasan sbb :

➖ Apakah seorang suami yang berniat di dalam hati utk menceraikan isterinya namun tidak mengucapkannya telah jatuh cerai? 

▶ Jawab : Tidak jatuh cerai, kecuali apabila diucapkan dengan lisan, baik dengan lafazh sharih (tegas) dengan lafazh kinayah (tidak tegas). 

Dalilnya adalah sabda Nabi Shallallahu alaihi wa sallam :

إِنَّ اللَّهَ تَجَاوَزَ عَنْ أُمَّتِي مَا حَدَّثَتْ بِهِ أَنْفُسَهَا مَا لَمْ تَعْمَلْ 

“Sesungguhnya Allâh memaafkan apa yang terbetik di dalam jiwa umatku selama tidak dilakukan.” (HR. al-Bukhari) 
➖ Apakah seorang suami yang dipaksa utk menceraikan isterinya, atau tidak sadar, mabuk, kehilangan akal, gila dan semisalnya menceraikan isterinya, maka jatuh cerai?

▶ Jawab : Tidak jatuh cerai seorang suami yang dalam keadaan gila, mabuk, dipaksa, atau kehilangan akal. Berdasarkan hadits Nabi :

إن اللَّهُ تَجَاوَزَ عَنْ أُمَّتِى الْخَطَأَ وَالنِّسْيَانَ وَمَا اسْتُكْرِهُوا عَلَيْهِ

“Sesungguhnya Allah memaafkan umatku yang tersalah, lupa dan apa yang mereka dipaksa atasnya.” (HR. Ibnu Majah) 
➖ Apakah seorang suami yang sedang marah besar (emosi) menceraikan isterinya maka jatuh cerai? 

▶ Jawab : Ulama berbeda pendapat, namun yang rajih adalah apabila seorang suami marah besar hingga menutup akalnya, dan dia pun menyesal saat sadar, maka kondisi demikian tidak jatuh cerai. Hal ini dijelaskan oleh penulis fikih muyassar bahwa org yang dalam keadaan marah yang sangat dan tidak sadar dengan apa yang di ucapannya, maka tdk jatuh cerai.
➖ Apakah seorang suami yang bercanda dan mengeluarkan kata cerai pada isterinya, maka telah jatuh cerai? 

▶ Menurut Syaikh Ibnu Baz rahimahullahu jatuh cerai walaupun hanya bercanda. Karena itu tdk boleh bermain² dengan lafal cerai. 

Dalilnya adalah hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alihi wasallam bersabda:

ثَلاَثٌ جِدُّهُنَّ جِدٌّ وَهَزْلُهُنَّ جِدٌّ النِّكَاحُ وَالطَّلاَقُ وَالرَّجْعَةُ

“Tiga perkara yang kesungguhan mereka dianggap sebagai kesungguhan dan yang bercandanya dianggap sebagai sungguhan adalah nikah, talak dan rujuk” (HR. Abu Dawud).
4⃣  Bilamana isteri meminta cerai? 

➖ Bila isteri meminta cerai dengan alasan yang tidak haq atau tdk syar’i. 

▶ Maka ini hukumnya HARAM dan diancam dengan tdk mencium bau surga, berdasarkan hadits :

أَيُّمَا امْرَأَةٍ سَأَلَتْ زَوْجَهَا الطَّلاَقَ فِي غَيْرِ مَا بَأْسٍ ، فَحَرَامٌ عَلَيْهَا رَائِحَةُ الْجَنَّةِ

”Isteri mana saja yang menuntut cerai kepada suaminya dg hal yg tidak dibenarkan maka haram baginya aroma surga ” (HR. Abu Dawud) 

➖ Bila isteri menuntut cerai dengan alasan yang dibenarkan dan syar’i. 

▶ Tidak mengapa seorang isteri menuntut cerai dengan alasan yang dibenarkan secara syar’i, namun tetap hak cerai di tangan suami. 

Apabila suami tidak mau menceraikan, maka isteri tsb boleh mendatangi hakim dan meminta kpdnya utk memutuskan perkara perceraiannya.
(Bersambung insya Allah)
✍@abinyasalma 

______________________
✉Grup WhatsApp Al-Wasathiyah Wal I’tidål

♻Telegram:  https://bit.ly/abusalma 

🌐 Blog : alwasathiyah.com

💠Facebook : http://fb.me/abinyasalma81

🔰Youtube : http://bit.ly/abusalmatube

📷 Instagram : http://instagram.com/abinyasalma/

🌀Mixlr : http://mixlr.com/abusalmamuhammad/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s