Doa, Hikmah, Motivation, Nasehat, Renungan

Beginilah Para Salaf Dalam Memaknai Hari Ied (Bag.4)

​BEGINILAH PARA SALAF [BAG 4]
بسم الله الرحمن الرحيم
PARA SALAF DI DALAM MEMAKNAI HARI IED
▪Ibnu Rojab berkata :

ليس العيد لمن لبس الجديد، إنما العيد لمن طاعاته تزيد، ليس العيد لمن تجمل باللباس والركوب، إنما العيد لمن غفرت له الذنوب، في ليلة العيد تفرق خلق العتق والمغفرة على العبيد؛ فمن ناله منها شيء فله عيد، وإلا فهو مطرود بعيد

“`“Ied itu bukanlah bagi orang yang berpakaian baru, namun Ied itu adalah bagi orang yang bertambah ketaatannya. Ied itu bukanlah bagi orang yang menghias pakaian dan kendaraannya, namun Ied itu adalah bagi orang yang diampuni dosa-dosanya. Di malam Ied, dibagikan pembebasan dan ampunan bagi para hamba, maka barangsiapa yang meraihnya maka ia mendapatkan Ied, dan siapa yang tidak memperolehnya maka ia terusir jauh.”“`

📚  [Lathâ’if al-Ma’ârif hal. 277]
▪Al-Hasan al-Bashri rahimahullâhu berkata : 

كل يوم لا يعصى الله فيه فهو عيد، كل يوم يقطعه المؤمن في طاعة مولاه وذكره وشكره فهو له عيد

“`“Setiap hari yang Allah tidak dimaksiati di dalamnya maka itulah sejatinya hari Ied. Setiap hari yang mana setiap mukmin melakukan amal ketaatan kepada Allah, selalu berdzikir dan bersyukur pada-Nya, maka itulah sejatinya hari Ied.”“`

📚 [Lathâ’if al-Ma’ârif hal. 278]
▪Seseorang datang menemui Amirul Mu’minin ‘Alî Radhiyallâhu ‘anhu pada hari Iedul Fithri. Lalu ia dapati ‘Ali memakan roti yang sudah keras. Orang itu lalu berkata :

يا أمير المؤمنين، يوم عيد وخبز خشن!

Wahai Amirul Mu’minin, sekarang ini hari Ied namun roti yang Anda makan sudah keras (tidak layak)!”

‘Ali pun menimpali :

اليوم عيد مَن قُبِلَ صيامه وقيامه، عيد من غفر ذنبه وشكر سعيه وقبل عمله، اليوم لنا عيد وغدًا لنا عيد، وكل يوم لا يعصى الله فيه فهو لنا عيد

“`“Hari ini adalah Ied bagi orang yang diterima puasa dan sholatnya. Ied itu bagi orang yang diampuni dosanya, diapresiasi jerih payahnya dan diterima amalnya. Hari ini dan esok adalah Ied bagi kita. Bahkan setiap hari itu adalah Ied bagi orang yang tidak memaksiati Allah di dalamnya. Inilah Ied kita (yang sesungguhnya).”“`
📚Abûl Manshûr asy-Syîrâzî rahimahullâhu di dalam majelis beliau di tanah suci pada hari Ied, pernah berwasiat :

لَيْسَ الْعِيدُ لِمَنْ غُرِفَ لَهُ إِنَّمَا الْعِيدُ لِمَنْ غُفِرَ لَهُ

“`“Ied itu bukanlah bagi orang yang disuguhkan dengan berbagai makanan namun Ied itu adalah bagi orang yang diampuni dosa-dosanya.”“`

[Mu’jamus Safar hal 312]
▪Sebuah kaum pernah melewati seorang pendeta suatu negeri, lalu bertanya kepadanya :

متى عيد أهل هذا الدير؟

Kapan Ied penduduk negeri ini?”

Pendeta itu menjawab :

يوم يغفر لأهله

“`“Di hari ketika penduduknya diampuni (maka itulah Ied mereka).”“`

📚  [Lathâ’if al-Ma’ârif hal. 277]
▪Al-Ma’mûn pernah berkhutbah di hari Ied mengatakan :

فَوَاللهِ! إِنَّهُ لَلْجِدُّ لا اللَّعِبُ، وَإِنَّهُ لَلْحَقُّ لا الْكَذِبُ، وَمَا هُوَ إِلا الْمَوْتُ وَالْبَعْثُ وَالْحِسَابُ وَالْفَصْلُ وَالصِّرَاطُ ثُمَّ الْعِقَابُ وَالثَّوَابُ، فَمَنْ نَجَا يَوْمَئِذٍ؛ فَقَدْ فَازَ، وَمَنْ هَوَى يَوْمَئِذٍ؛ فَقَدْ خَابَ، الْخَيْرُ كُلُّهُ فِي الْجَنَّةِ، وَالشَّرُّ كُلُّهُ فِي النَّار

“`“Demi Allah! Sesungguhnya waktu ini adalah untuk bersungguh-sungguh bukan untuk bermain-main. Waktu ini untuk kebenaran bukan untuk kedustaan. Dan ia takkan terlepas dari kematian, kebangkitan, perhitungan (hisab), pemisahan (antara orang yang beruntung dan celaka), titian (shirath), kemudian hukuman dan balasan pahala. Barangsiapa yang selamat di hari itu maka ia telah menang. Dan barangsiapa yang terjerembab pada hari itu maka ia telah celaka. Semua kebaikan itu pasti di surga dan semua keburukan pasti di neraka.”“`

📚  [Al-Mujâlasah wa Jawâhir al-‘Ilm V/146]
▪Ada sejumlah salaf saat hari Ied, tampak rona kesedihan pada mereka. Lalu orang-orang bertanya :

إنه يوم فرح وسرور

Sesungguhnya Ied ini hari kegembiraan dan bersenang-senang.”

Ulama salaf tersebut menjawab : 

صدقتم ولكني عبد أمرني مولاي أن أعمل له عملا فلا أدري أيقبله مني أم لا؟

Kalian benar. Namun sesungguhnya saya ini hanyalah seorang hamba yang diperintah oleh Tuan saya untuk melakukan suatu amalan yang saya sendiri tidak tahu apakah akan diterimanya atau tidak?.”

📚  [Lathâ’if al-Ma’ârif hal. 209]
▪Di hari Ied, datanglah puteri-puteri ‘Umar bin ‘Abdul ‘Azîz. Mereka berkata kepada ayahnya :

يا أمير المؤمنين، العيد غدًا، وليس عندنا ثياب جديدة نَلْبَسُها

Wahai Amirul Mu’minin, besok sudah hari Ied sedangkan kami tidak memiliki pakaian baru untuk bisa kami kenakan.

‘Umar bin ‘Abdil ‘Azîz pun menjawab :

يا بناتي، ليس العيد من لبس الجديد، إنما العيد لمن خاف يوم الوعيد

“`“Wahai puteri-puteriku, sesungguhnya Ied itu bukanlah dengan berpakaian baru, namun Ied itu adalah bagi orang yang takut dengan hari pembalasan.”“`

📚 [‘Umar bin Abdil ‘Azîz Kânat Hayâtuhu Mu’jizah karya Muhammad Jum’ah]
▪Dikisahkan bahwa ‘Umar bin ‘Abdul ‘Azîz melihat puteranya yang bernama ‘Abdul Mâlik mengenakan pakaian usang di hari Ied. Hal ini menyebabkan beliu bercucuran air mata. Putera beliau pun memperhatikan ayahnya yang menangis lalu bertanya :

ما يبكيك يا أبتاه ؟

Apa yang menyebabkan Anda menangis wahai ayahanda?”

‘Umar bin ‘Abdul ‘Azîz pun menjawab : 

: أخاف أن تخرج يا بني في هذه الثياب الرثة إلى الصبيان لتلعب معهم فينكسر قلبك

Saya khawatir wahai anakku, saat kamu keluar rumah dan bermain dengan anak-anak yang lain, mereka akan memperolokmu sehingga hatimu pun menjadi remuk karenanya.”

‘Abdul Mâlik, putera yang berbakti itupun mengatakan :

إنما ينكسر قلب من عصى مولاه وعق أمه وأباه… وأرجو أن يكون الله راضيا عني برضاك عني يا أبي…

“`“Sesungguhnya hakikat hati yang remuk itu adalah apabila seseorang bermaksiat kepada tuhannya dan berbuat durhaka kepada ibu bapaknya. Saya berharap agar Allah meridhaiku melalui keridhaan anda kepadaku wahai ayahanda…”“` 

‘Umar pun memeluk erat anaknya tersebut ke dadanya, mencium dahinya dan mendoakannya., ‘Abdul Mâlik adalah putera ‘Umar bin ‘Abdul ‘Azîz yang paling zuhud.

📚 [‘Al-Îd Qulûb Muwahhadah wa ‘Âdât Mukhtalafah]
▪Diriwayatkan bahwa Imam Mâlik bin Anas rahimahullâhu pernah berkata :

للمؤمن خمسة أعياد: كل يوم يمر على المؤمن ولا يكتب عليه ذنب فهو يوم عيد, اليوم الذي يخرج فيه من الدنيا بالإيمان فهو يوم عيد, واليوم الذي يجاوز فيه الصراط ويأمن أهوال يوم القيامة فهو يوم عيد, واليوم الذي يدخل فيه الجنة فهو يوم عيد, واليوم الذي ينظر فيه إلى ربه فهو يوم عيد

“Orang yang beriman memiliki 5 hari Ied :

1⃣ Setiap hari yang berlalu melewati seorang mu’min dan tidak dicatat baginya perbuatan dosa, maka ini adalah hari Ied.

2⃣ Hari yang seorang mu’min meninggalkan dunia dengan keimanan, maka ini adalah hari Ied.

3⃣ Hari yang seorang mu’min bisa melewati titian Shirath dan selamat dari ujian hari kiamat yang mengerikan, maka ini adalah hari Ied.

4⃣ Hari yang mana seorang mu’min masuk ke dalam surga, maka ini adalah hari Ied.

5⃣ Dan hari yang mana seorang mu’min bisa memandang wajah Rabb-nya, maka inilah hari Ied.

📚 [Farhatul Ied karya Badr ‘Abdul Hamîd Humaisoh].
ℳـ₰✍

✿❁࿐❁✿

@abinyasalma

📎 Dialihbahasakan dari : http://saaid.net/Doat/aiman/196.htm

〰〰〰〰〰〰〰〰

✉Grup WhatsApp Al-Wasathiyah Wal I’tidål

♻Telegram:  https://bit.ly/abusalma 

🌐 Blog : alwasathiyah.com

💠Facebook : http://fb.me/abinyasalma81

🔰Youtube : http://bit.ly/abusalmatube

📷 Instagram : http://instagram.com/abinyasalma/

🌀Mixlr : http://mixlr.com/abusalmamuhammad/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s