Q&A : BAGAIMANA HUKUM MENGAMBIL BAGIAN TUBUH?

BAGAIMANA HUKUMNYA MENGAMBIL ATAU MEMOTONG BAGIAN ANGGOTA TUBUH ?

Tanya :

Assalamualaikum Pak Ustad Abu Salma mau tanya :
Teman saya menderita penyakit osenomiosis dan endomitriosis sudah bertahun2 dan sangat menyiksa karena harus kesakitan setiap bulannya, Dr menyarankan untuk membuang peranakannya.

Pertanyaannya :
Apakah membuang Peranakan karena hal tersebut diatas diperbolehkan dalam hukum Agama? Jazakallahu khairan Ustad.

➖➖➖➖➖➖➖➖
Jawab

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته
Pertanyaan serupa pernah ditanyakan kepada Majma’ Al-Fiqh al-Islamî dan bbrp Masyaikh, semuanya bermuara jawabannya pada bbrp poin di bawah ini :

1⃣ Mengambil atau memotong bagian anggota tubuh adalah haram dan terlarang secara asal, kecuali apabila ada sebab mendesak (dharurat) yang apabila tidak dilakukan akan membawa bahaya bagi org tsb.

2⃣ Perlu dipahami bahwa kondisi darurat itu adalah sebagaimana dijelaskan oleh Imam Suyuthi :

بلوغ الشخص حدا إن لم يتنال الممنوع هلك أو قارب إلى الهلاك أي بحيث لو ترك مات أو تلف منه عضو وهذا يبيح المحرم
Kondisi sampainya seseorang pada batasan yang jika ia tidak menerjang larangan maka akan menyebabkan kebinasaan, yaitu apabila ia tinggalkan maka ia akan mati atau akan kehilangan salah satu anggota tubuhnya,sehingga yang demikian ini menyebabkan sesuatu yang haram jadi diperbolehkan.

3⃣ Apa saja sebab² yang bisa dikategorikan darurat, sehingga bisa menerjang yang haram.
Para ulama fiqh menyebut ada 5 hal, yaitu :
1. Hifzu ad-Dîn (menjaga agama)
2. Hifzu an-Nafs (menjaga jiwa)
3. Hifzhu al-Aql (menjaga akal)
4. Hifzhu an-Nasl (menjaga garis keturunan)
5. Hifzhu al-Mâl (menjaga harta).

4⃣ Apa saja kondisi dan syarat yang dapat mencetuskan darurat, para ulama menjelaskan
➖ Yg sudah terjadi atau yg blm terjadi namun diduga kuat akan terjadi. Kondisi sakit yg didiagnosis dokter ahli harus dilakukan operasi atau amputasi, maka dibolehkan.
➖Tdk dapat dihilangkan dg yg sesuatu yg halal, sehingga mau tidak mau harus menerjang yang haram. Yaitu segala bentuk pengobatan tanpa harus amputasi atau pengambilan organ sudah tdk bisa lagi dilakukan.
➖ Tidak boleh melebihi kadarnya, maksudnya menerjang keharaman hanya sekedarnya saja hanya utk survive, tdk berlebihan dan sampai kenyang (jika berupa makanan), apalagi jika itu tujuan mempercantik/memperindah belaka.
➖ Tidak melebihi batas waktu terjadinya darurat, maksudnya jika sdh tdk darurat maka tdk boleh menerjang keharaman lagi.
➖ Tidak menyebabkan bahaya yang lbh banyak dan lebih besar dari sebelumnya, yaitu dg operasi malah menyebabkan bahaya lain lbh besar. Dalam kaidah disebutkan

الضرر لا يزال بالضرر
Suatu yang berbahaya tdk boleh dihilangkan dg yg berbahaya pula

5⃣ Apabila segala bentuk upaya telah dilakukan, dan tidak ada cara lain setelah berusaha melainkan harus dengan operasi pengambilan rahim atau instrumen peranakan, maka yg demikian diperbolehkan karena kondisi yang dianggap darurat (mendesak).

Wallahu a’lam

✍@abinyasalma
________

✉Grup WhatsApp Al-Wasathiyah Wal I’tidål
♻Telegram: https://bit.ly/abusalma
🌐 Blog : alwasathiyah.com
💠Facebook : http://fb.me/abinyasalma81
🔰Youtube : http://bit.ly/abusalmatube
📷 Instagram : http://instagram.com/abinyasalma/
🌀Mixlr : http://mixlr.com/abusalmamuhammad/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s