Q&A : SEPUTAR I’TIKAF

الوسطية والاعتدال:

Question Answer

SEPUTAR  I’TIKAF 🕌

Tanya
Ustadz mw tanya, untuk i’tikaf apa memang harus di masjid / musholla yang sudah di wakafkan? Krn di dkt tempat ana ada musholla memang dipakai shalat 5 waktu berjamaah, tapi tidak dipakai shalat jum’at, blm ada wakaf tertulis dari pemilik tanah tersebut, apakah bs digunakan sbgai tmpt i’tikaf?
➖➖➖➖➖➖➖➖

Jawab 
 Tentang i’tikaf ulama berbeda pendapat 
➖Sebagian ulama berpendapat boleh i’tikaf di semua masjid walaupun tidak ditegakkan sholat jamaah di dalamnya. 

Mereka berdalil dengan keumuman firman Allâh :

( وَلا تُبَاشِرُوهُنَّ وَأَنْتُمْ عَاكِفُونَ فِي الْمَسَاجِدِ ) 

“Dan janganlah kamu mencampuri mereka sedangkan kamu sedang beri’tikaf di masjid-masjid” (QS al-Baqoroh : 187)
➖Imam Ahmad berpendapat dipersyaratkan utk beri’tikaf di masjid yang ditegakkan sholat jamaah di dalamnya. 

Dalilnya adalah ucapan ibunda Aisyah :

( لا اعتكاف إلا في مسجد جماعة ) 

“Tdk ada i’tikaf kecuali di masjid jamaah” 

(HR al-Baihaqi dan dishahihkan Syaikh al-Albânî dalam buku beliau, _Qiyâmur Ramadhân_) 

Syaikh Utsaimin juga mengatakan :

( ولا يصح –يعني الاعتكاف- إلا في مسجد يُجَمَّع فيه )

“Tidak sah i’tikaf kecuali di masjid yang dilaksanakan sholat jamaah di dalamnya” (Syarhul Mumti’ VI/312). 

Dan inilah pendapat yg lbh kuat. 
➖I’tikaf hanya disyariatkan dikerjakan di 3 masjid saya, yaitu masjidil Haram dan Masjid Nabî serta masjid Aqsha. 
Dalilnya adalah hadits Nabî :

لا اعتكاف الا في المساجد الثلاثة 

“Tidak ada i’tikaf kecuali dia 3 masjid” (HR Thahawi, dihasankan Syaikh al-Albânî). 
▫Apakah yg dimaksud masjid yg dibolehkan i’tikaf itu, masjid yg ditegakkan sholat jama’ah atau jum’at? 

Yg tepat adalah yg ditegakkan sholat jamaah bukan jumat. 

IslamQA menjelaskan :

فلا يشترط أن يكون المسجد تقام فيه صلاة الجمعة ، لأنها لا تتكرر فلا يضر الخروج إليها ، بخلاف الصلوات الخمس فإنها تتكرر كل يوم وليلة

Tidak disyariatkan masjid (utk i’tikaf) itu adl maksud yg dilaksanakan sholat Jumat di dalamnya. Karena sholat Jumat itu bukan sholat yg selalu berulang (dalam tiap hari), karena itu tdk berpengaruh keluar darinya. Beda halnya dengan sholat 5 waktu, yang selalu berulang dalam sehari semalam. 

 
▫Bagi wanita, maka diperbolehkan i’tikaf di masjid mana saja, meskipun masjid yg tdk ditegakkan sholat jamaah di dalamnya. 

Ibnu Qudamah berkata :

وَلِلْمَرْأَةِ أَنْ تَعْتَكِفَ فِي كُلِّ مَسْجِدٍ . وَلا يُشْتَرَطُ إقَامَةُ الْجَمَاعَةِ فِيهِ ; لأَنَّهَا غَيْرُ وَاجِبَةٍ عَلَيْهَا . وَبِهَذَا قَالَ الشَّافِعِيُّ اهـ

Bagi wanita, boleh beri’tikaf di masjid mana saja. Tidak disyariatkan harus masjid yang ditegakkan sholat jamaah di dalamnya, karena sholat jamaah tidak wajib bagi wanita. Dan inilah pendapat yang dipegang Syafi’i. 
Adapun syarat harus masjid waqaf atau tidak, maka saya blm jumpai persyaratan ini. 

Wallâhu a’lam.
✍@abinyasalma 

__________________
✉Grup WhatsApp Al-Wasathiyah Wal I’tidål

♻Telegram:  https://bit.ly/abusalma 

🌐 Blog : alwasathiyah.com

💠Facebook : http://fb.me/abinyasalma81

🔰Youtube : http://bit.ly/abusalmatube

📷 Instagram : http://instagram.com/abinyasalma/

🌀Mixlr : http://mixlr.com/abusalmamuhammad/
Link Ref. : https://islamqa.info/ar/48985 )

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s