Q&A : Bagaimana Hukumnya Wanita Menikah Tanpa Izin dari Wali ? 

الوسطية والاعتدال:

Question Answer
BAGAIMANA HUKUMNYA WANITA MENIKAH TANPA IZIN DARI WALI ?

Tanya 
Assalamualaikum 

Ustadz, bolehkah seorang ikhwan menikah dengan akhwat namun ayahnya tdk merestui tanpa alasan yg syar’i? Apabila tdk menikah, dikhawatirkan jatuh kepada zina misalnya?? 
➖➖➖➖➖➖➖➖
Jawab
وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته 
Tidak boleh, hukumnya haram. 

عن أبي موسى قال : قال النبي صلى الله عليه وسلم : ” لا نكاح إلا بولي ” .

Dari Abu Musa radhiyallåhu anhu, bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda : “Tidak ada pernikahan kecuali dengan adanya wali.”  (HR Tirmidzi dan dishahihkan Syaikh al-Albani). 
وعن عائشة رضي الله عنها قالت : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : ” أيما امرأة نكحت بغير إذن وليها فنكاحها باطل فنكاحها باطل ، فنكاحها باطل

Dari Aisyah radhiyallåhu anhå bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda :” Siapa saja wanita yang menikah tanpa izin dari walinya, maka nikahnya batil, nikahnya batil, nikahnya batil.”
Bagaimana jika wali wanita tidak mengizinkan menikahkan putrinya tanpa ada alasan yang dibenarkan?

➖ Hendaknya sang puteri berusaha semaksimal mungkin membujuk ayahnya (wali utama) agar sudi memberi izin dan restu. 

Jika tidak bisa… 

➖ maka diperkenankan sang putri meminta bantuan kakek (bapaknya bapak) utk menggantikan posisi wali. Atau yg diatasnya lagi… 

Namun, Jika semua wali tdk ada yg setuju tanpa ada alasan yg dibenarkan… 

➖Maka solusinya sebagaimana disebutkan pengampu situs islamQA :

فإن منعها الأولياء كلهم بغير عذر شرعي فإن السلطان يكون وليها للحديث ( … فإن اشتجروا فالسلطان ولي من لا ولي له ) 

Apabila semua walinya melarangnya utk menikah tanpa ada alasan yg dibenarkan secara syariat, maka penguasa bisa menjadi walinya. Sebagainya hadits : Apabila wanita tsb tdk memiliki wali, maka sultanlah yg mjd walinya.

➖Bagaimana jika tdk ada sultan/hakim di negeri tsb (misal di negeri kafir) 

فإن عدم الولي والسلطان زوجها رجل له سلطان في مكانها ، ككبير القرية ، أو حاكم الولاية ما أشبه ذلك ، فإن لم يوجد فإنها توكل رجلاً مسلماً أميناً يزوجها

Apabila tdk ada wali atau sulthan, maka boleh seorang yang memiliki kekuasaan di wilayahnya menikahkan nya, spt pembesar kampung, atau hakim wilayah, atau yg semisalnya. 

Jika tdk ada juga maka diwakilkan kpd pria yang terpercaya utk menikahkannya. 

Sebagaimana dinyatakan Imam Ibnu Qudamah :

فإن لم يوجد للمرأة ولي ولا سلطان فعن أحمد ما يدل على أنه يزوجها رجل عدل بإذنها . المغني ( 9 / 362 )

Apabila seorang wanita tdk memiliki wali atau sultan, maka menurut pendapat Imam Ahmad adalah seorang pria yang adil boleh menikahkannya atas izin dari wanita tsb. 
Apakah wali yang menolak pinangan seorang muslim yang shalih lantaran anaknya masih kuliah termasuk alasan syar’i?

Bukan alasan yang syar’i, namun wali berhak menerima atau menolak pinangan bagi puterinya, dengan berbagai alasan yang menurut dirinya baik. 

Tidak boleh bagi sang pria memaksakan utk  kawin lari dan mencari wali hakim. Lebih baik dia bersabar, sembari mencoba mengambil hati sang calon mertua. Karena pernikahan itu bukan hanya berhubungan dengan wanita, tapi jg keluarganya terutama wali nya. 

Dan bagi wanita, hendaknya ia berusaha melunakkan hati bapaknya… 
Wallahu a’lam.
✍@abinyasalma 

__________________
✉Grup WhatsApp Al-Wasathiyah Wal I’tidål

♻Telegram:  https://bit.ly/abusalma 

🌐 Blog : alwasathiyah.com

💠Facebook : http://fb.me/abinyasalma81

🔰Youtube : http://bit.ly/abusalmatube

📷 Instagram : http://instagram.com/abinyasalma/

🌀Mixlr : http://mixlr.com/abusalmamuhammad/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s