Q&A : ADAKAH HADITS SHOHIH LARANGAN BERBICARA KETIKA SEDANG MAKAN ?

🍂 ADAKAH HADITS SHOHIH LARANGAN BERBICARA KETIKA SEDANG MAKAN ? 🍂

 

TANYA

Assalaamu’alaikum Ustadz…

Adakah riwayat shahih yang menyebutkan tentang larangan berbicara ketika makan?
Jazaakallahu khayran
➖➖➖➖➖➖➖

Jawaban

بــسم اللّٰـه
وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

➡ Sejauh pengetahuan saya tidak ada satupun hadits yang shahih yang menunjukkan larangan berbicara saat makan.
Ada beberapa riwayat yang dinisbatkan kepada Nabî tentang larangan bicara saat makan, namun tidak ada satupun yang shahih. Diantaranya hadits :

لا سلام ولا كلام على الطعام
Tidak ada salam dan bicara saat makan
Ini hadits yang tidak ada asal usulnya.

Bahkan banyak hadits yang menunjukkan bahwa Nabî seringkali berbicara dan ngobrol saat makan, sehingga lebih akrab.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ : أُتِيَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمًا بِلَحْمٍ ، فَرُفِعَ إِلَيْهِ الذِّرَاعُ ، وَكَانَتْ تُعْجِبُهُ ، فَنَهَسَ مِنْهَا نَهْسَةً فَقَالَ : ( أَنَا سَيِّدُ النَّاسِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ … )
Dari Abû Hurairoh Radhiyallâhu anhu : pernah suatu hari dihidangkan kepada Rasulullah ﷺ sekerat daging, sehingga beliau mengangkat lengannya lantaran merasa takjub/gembira dengan makanan tersebut, lalu beliau menggigitnya, kemudian bersabda : saya adalah penghulu manusia pada hari kiamat…)
(Muttafaq alaihi)
👆🏻Perhatikan bagaimana Nabî saat menggigit daging tersebut, beliau sembari berbicara panjang. Karena ucapan Nabî setelahnya panjang sekali di dalam hadits.

عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَأَلَ أَهْلَهُ الْأُدُمَ ، فَقَالُوا: مَا عِنْدَنَا إِلَّا خَلٌّ .
Dari Jabir bin Abdillah bahwa Rasulullah ﷺ pernah bertanya kepada keluarga beliau tentang lauk makanan. Namun mereka menjawab : kami tidak punya lauk kecuali hanya cuka saja.

فَدَعَا بِهِ فَجَعَلَ يَأْكُلُ بِهِ وَيَقُولُ: ( نِعْمَ الْأُدُمُ الْخَلُّ ، نِعْمَ الْأُدُمُ الْخَلُّ ).
Beliau lalu meminta dihidangkan dan memakannya sembari mengatakan : lauk paling nikmat adalah cuka, lauk paling nikmat adalah cuka…
(HR Muslim)

Dalam Syarahnya, Imam Nawawi mengomentari hadits di atas :

وَفِيهِ اِسْتِحْبَاب الْحَدِيث عَلَى الْأَكْل تَأْنِيسًا لِلْآكِلِينَ
Di dalam hadits ini, menunjukkan dianjurkannya berbicara saat makan untuk menyenangkan hati orang² yang sedang makan.”

Karena itu sebagian ulama menganjurkan untuk berbicara dan berbincang santai saat makan.

Namun yang tepat hukumnya adalah mubah, tidak haram dan tidak pula diperintahkan. Sebagaimana ucapan Imam Sakhowi saat ditanya berbicara saat makan :

لا أعلم فيه شيئاً ، نفيا ولا إثباتا
Saya tidak tahu ada larangannya atau penetapannya di dalam hal ini. (Al-Maqoshidul Hasanah hal 510)

Syaikh al-Albânî sendiri juga mengatakan :

الكلام على الطعام كالكلام على غير الطعام ؛ حسنه حسن ، وقبيحه قبيح
Berbicara saat makan itu sama saja dengan bicara saat tidak makan. Jika baik yang dibicarakan maka ya baik. Jika buruk ya buruk.

Wallâhu a’lam bish showaab

 

@abinyasalma

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s