Shaf Sholat Wanita Di Masjid, Lebih Utama Mana? Depan atau Belakang? 

الوسطية والاعتدال:

SHAF SHOLAT WANITA DI MASJID , LEBIH UTAMA MANA? DEPAN ATAU BELAKANG? 🕌

Syaikh Abdullah Jibrin  ditanya :
Apabila ada tirai pemisah antara pria dan wanita di masjid, apakah sabda Nabi Shallallâhu alaihi wa Salam yang berbunyi :  sebaik² shaf pria adalah yang paling depan dan yg paling buruk adalah yg paling belakang. Sedangkan sebaik² shaf wanita adalah yang paling belakang dan seburuk² shaf mereka adalah yg paling depan  masih tetap berlaku? Ataukah sdh tdk berlaku sehingga shaf wanita terbaik adalah yang terdepan? 

Mohon berikan arahan kepada kami, semoga Allâh membalas Anda… 
Jawaban :
Yg tampak bahwa sebab baiknya shaf kaum wanita di bagian belakang adalah karena jauh dari kaum pria. Karena sesungguhnya wanita tiap kali semakin jauh (jaraknya) dari kaum pria, maka akan lbh terjaga dan terpelihara kehormatannya. Sehingga ia terjauhkan dari potensi kepada perbuatan keji. 

Akan tetapi, apabila tempat sholat wanita itu jauh dari kaum pria dan terisolasi dengan penghalang seperti adanya  tembok atau tirai, maka hendaknya mereka (kaum wanita) tetap berusaha utk mengikuti gerakan Imam saat bertakbir, karena itu yg tepat bahwa shaf sholat wanita (dlm kondisi spt ini) adalah yg terdepan, yg lbh maju dan lbh dekat dg kiblat, dst…

Syaikh Shâlih al-Fauzân  ditanya :
Telah menjadi perhatian bersama, bahwa kaum wanita (saat tarawih) di bulan Ramadhan sangat antusias mengisi shaf akhir masjid. Padahal shaf² terdepannya masih jauh, sehingga menyebabkan banyak kekosongan di dalamnya. 

Sementara shaf² bagian belakang mulai penuh, hal ini menyebabkan jalan masuk menjadi tertutup, bagi jamaah wanita yg baru datang utk mengisi bagian depan. 

Mereka bermaksud mengamalkan sabda Nabi Shallallâhu alaihi wa Salam yang maknanya : “sebaik² shaf wanita adalah bagian akhirnya”. 

Mohon penjelasan. 
Syaikh al-Fauzan menjawab :

Hal ini ada perinciannya :

Apabila kaum wanita tsb sholatnya tidak ada pemisah (hijab) antara diri mereka dengan kaum laki² (maka benar, shaf belakang dulu yg utama diisi, pent.).

Sesungguhnya, lbh utama mengisi shof terdepan jika  mahdzûr  (penyebab larangannya) hilang. Sehingga yg lbh utama shaf depan, sebagaimana shaf nya kaum pria, jika mahdzur nya hilang, yaitu khawatir akan fitnah. 

Selama masih ada penghalang antara kaum wanita dan kaum pria, maka wajib merapikan shaf mereka sebagaimana shafnya kaum pria, yaitu dg mengisi secara sempurna shaf terdepan dulu, lalu yang kedua, dst… 

Mereka (kaum wanita) hendaknya mengatur shaf mereka sama seperti shafnya kaum pria, selama mereka berada di belakang tabir penghalang…
✍@abinyasalma 

__________________
✉Grup WhatsApp  Al-Wasathiyah Wal I’tidål 

♻Telegram:  https://bit.ly/abusalma 

🌐 Blog : alwasathiyah.com

💠Facebook : http://fb.me/abinyasalma81

🔰Youtube : http://bit.ly/abusalmatube

📷 Instagram : http://instagram.com/abinyasalma/

🌀Mixlr : http://mixlr.com/abusalmamuhammad/
Reff : http://montada.echoroukonline.com/archive/index.php/t-265121.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s