QA : Bolehkah Berdoa Mohon Diwafatkan Dalam Keadaan Khusnul Khotimah? 

on

الوسطية والاعتدال:
Question Answer

BOLEHKAH BERDOA MOHON WAFAT HUSNUL KHOTIMAH ?

Tanya
Assalaamu’alaikum Ustadz…
Bolehkah berdo’a diwafatkan dalam keadaan husnul khotimah saat sujud sahwi? 

Jazaakallahu khayran

➖➖➖➖➖➖➖
Jawab
بــسم اللّٰـه  

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته
➡ Tentu saja boleh meminta kepada Allah, agar saat kita wafat maka diwafatkan dalam keadaan husnul khatimah, dan meminta perlindungan kepada-Nya agar tdk diwafatkan dalam keadaan su’ul khatimah.

Imam Ahmad sendiri biasa berdoa : “Allahumma amitna ‘alal Islam was Sunnah” (Ya Allah, wafatkan aku di atas Islam dan Sunnah).

Karena wafat di atas Islam dan Sunnah adalah wafat dalam keadaan baik Insya Allah.

Allah sendiri juga mengatakan: 
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ

“Wahai orang2 yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar2nya takwa, dan janganlah kalian mati kecuali kalian dalam keadaan Islam/berserah diri”

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salam sendiri pernah bersabda:

أَكْثِرُوا ذِكْرَ هَاذِمِ اللَّذَّاتِ يَعْنِي الْمَوْتَ

“Perbanyaklah mengingat hal yang memutuskan kenikmatan, yaitu kematian” (HR Tirmidzi, dengan sanad shahih).
Tapi, apabila kita ditimpa suatu musibah, maka hendaknya kita tidak mengangankan kematian dengan segera. Nabi yang mulia pernah bersabda :
لَا يَتَمَنَّى أَحَدُكُمْ الْمَوْتَ وَلَا يَدْعُ بِهِ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَهُ إِنَّهُ إِذَا مَاتَ أَحَدُكُمْ انْقَطَعَ عَمَلُهُ وَإِنَّهُ لَا يَزِيدُ الْمُؤْمِنَ عُمْرُهُ إِلَّا خَيْرًا

“Janganlah salah seorang dari kalian mengangankan kematian dan jangan pula berdoa untuk segera mati sebelum datang waktunya. Karena orang yang mati itu amalnya akan terputus, sedangkan umur seorang Mukmin tidak akan bertambah melainkan menambah kebaikan.” (HR. Muslim)
Namun boleh meminta kepada Allah agar Allah yang memilihkan, jika hidup itu baik atau kematian yang lebih baik, sebagaimana sabda Nabi :
لَا يَتَمَنَّيَنَّ أَحَدُكُمْ الْمَوْتَ لِضُرٍّ نَزَلَ بِهِ فَإِنْ كَانَ لَا بُدَّ مُتَمَنِّيًا فَلْيَقُلْ 

“Janganlah salah seorang di antara kalian mengangankan kematian lantaran kesusahan yang menimpanya. Jika ia terpaksa harus berangan, maka hendaknya dia berdoa, 
اللَّهُمَّ أَحْيِنِي مَا كَانَتْ الْحَيَاةُ خَيْرًا لِي وَتَوَفَّنِي إِذَا كَانَتْ الْوَفَاةُ خَيْرًا لِي

“Ya Allah, hidupkanlah aku apabila kehidupan memang lebih baik bagiku dan wafatkanlah diriku apabila wafat memang lebih baik untukku.” (Muttafaq alaihi) 
PENTING : Kita diperkenankan berdoa di segala kesempatan, terutama di waktu2 mustajabah, diantaranya saat sujud di kala sholat. 

Adapun sujud sahwi adalah sujud yang dilakukan saat kita lupa bilangan rakaat sholat, sehingga kita diperintahkan untuk menyempurnakan sholat dengan sujud sahwi.

 Jadi, carilah waktu2 lain yang lebih mustajabah, diantaranya saat sujud sholat bukan khusus pada sujud sahwinya, krn sujud sahwi itu sujud yang dilakukan KARENA LUPA…
Wallâhu a’lam bish showaab

✍🏻 @abinyasalma

_________________
✉Grup WhatsApp Al-Wasathiyah Wal I’tidål

♻Telegram:  https://bit.ly/abusalma 

🌐 Blog : alwasathiyah.com

💠Facebook : http://fb.me/abinyasalma81

🔰Youtube : http://bit.ly/abusalmatube

📷 Instagram : ://instagram.com/abinyasalma/

🌀Mixlr : http://mixlr.com/abusalmamuhammad/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s