ADAKAH DOSA WARISAN ?

on

Question Answer
الو سطية والاعتدال

ADAKAH DOSA WARISAN?

__________________________
TANYA
Assalamualaikum ustadz..ada teman yg mempertanyakan perkataan dari Imam syafii mengenai zina:
“Karena, ketahuilah oleh kalian. Sesungguhnnya zina adalah hutang. Dan sungguh, hutang tetaplah hutang, dan salah seorang dalam nasab/keturunan pelakunya pasti harus membayarnya.!”
Yang dia tanyakan adalah bukankah dalam agama kita tidak ada dosa warisan…bagaimana penjelasannya ustadz?
Jazaakallahu khayran
➖➖➖➖➖➖➖➖

✅Jawab
Wa’alaikumussalam Warohmatullahi Wabarokatuh
Ada beberapa poin yang ingin saya jelaskan :
1⃣ Saya belum mendapati validnya ucapan tersebut kepada Imam Syafi’i. Setelah pencarian bbrp waktu ke beberapa forum internet, memang ucapan tsb dinisbatkan sebagai bait syair Imam Syafi’i rahimahullahu… Disebutkan :
عفوا تعف نساؤكم في المحرم *** وتجنبوا ما لا يليق بمسلم 

إن الزنا دين فإن اقرضته *** كان الوفا من أهل بيتك فاعلم

Maaf, jagalah wanita-wanita kalian (isteri, adik atau puteri) dari perbuatan haram (zina)

Dan jauhilah segala hal yang tidak layak bagi seorang muslim (melakukannya)

Sesungguhnya zina itu (laksana) hutang, jika kau menghutangkannya (ie. melakukannya)

Maka yang akan melunasinya adalah keluargamu (isteri, adik atau puteri), ketahuilah !!
Dalam redaksi lain, dikatakan :

إن الزنا دين فإن أديته كان  ***  الوفا من أهل بيتك فاعلم

Sesungguhnya zina itu adalah hutang, jika kau memenuhinya, maka keluargamulah yang akan melunasinya, ketahuilah.
Dan masih banyak bait-bait serupa, yang sebagiannya disandarkan kepada Imam Syafi’i, namun sebagian lagi disandarkan kepada ulama lain, semisal al-Muqri dalam Kasyful Khofa (II/79)
2⃣ Imam Syafi’i adalah diantara ulama yang paling tegas berpendapat tiap orang itu menanggung amal masing-masing.
Dalam menafsirkan QS an-Najm ayat 38-39 :
أَلَّا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِزْرَ أُخْرَى وَأَنْ لَيْسَ لِلْإِنْسَانِ إِلَّا مَا سَعَى 

 

“Bahwasanya seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain, dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya.”

Imam Ibnu Katsir berkata :

كما لا يحمل عليه وزر غيره ، كذلك لا يحصل من الأجر إلا ما كسب هو لنفسه . ومن هذه الآية الكريمة استنبط الشافعي رحمه الله ، ومن اتبعه أن القراءة لا يصل إهداء ثوابها إلى الموتى ; لأنه ليس من عملهم ولا كسبهم ; ولهذا لم يندب إليه رسول الله – صلى الله عليه وسلم – أمته ولا حثهم عليه ، ولا أرشدهم إليه بنص ولا إيماء ، ولم ينقل ذلك عن أحد من الصحابة رضي الله عنهم ، ولو كان خيرا لسبقونا إليه
Sebagaimana tidak dibebankannya dosa kepada orang lain, demikian pula dia takkan mendapatkan ganjaran pahala kecuali dari apa yang dia kerjakan sendiri. 
Dari ayat yang mulia inilah, Imam Syafi’i rahimahullahu beristinbath (berdalil) bahwa bacaan al-Qur’an yang dihadiahkan pahalanya kpd mayit, itu tdk sampai. Karena hal ini tidaklah termasuk amalan dan jerih payah si mayit tsb, karena itulah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam sendiri tdk menyunnahkan hal ini kepada umatnya dan tidak pula menganjurkannya serta tidak mengarahkan mereka utk mengamalkan ini, baik dengan nash (yang tersurat) ataupun dengan _ima’_ (dalil yang tersirat). Tidak pula ada seorang sahabat pun yang menukilkan hal ini, _jika sekiranya perbuatan ini baik, niscaya mereka yang paling pertama berlomba-lomba mengerjakannya
Jadi, Imam Syafi’i sendiri sebagaimana dinukilkan oleh Imam Ibnu Katsir, menolak adanya dosa warisan, karena tiap orang bertanggung jawab atas amal mereka masing2. Wallahu a’lam.
3⃣ Sekiranya ucapan Imam Syafi’i itu benar valid, maka haruslah dibawa kepada pemahaman yang tepat dan benar. Bukan dibawa kepada pemahaman yang salah. 

Pemahaman yang tepat dalam hal ini adalah  al-Jazaa min jinsil ‘amal (balasan itu sesuai dengan jenis perbuatannya), sebagaimana perkataan seorang ahli hikmah :  man zaro’a hashoda  (siapa yang menanam dia yang menuai).

Saya jawab dalam bbrp poin berikut :
▪ Ada sebuah riwayat dari Abu Umamah Radhiyallahu ‘anhu ketika ada seorang pria berkata kepada Nabi :
“Izinkan saya berzina wahai Rasulullah”. Lantas Nabi memanggil pemuda itu agar mendekat, dan Nabi menjawab : “Apakah kau ingin ibumu berzina?” Pria tsb menjawab : “tidak demi Allah”, Nabi bertanya kembali : “Bagaimana dengan adikmu?”, dia juga menjawab, “tidak demi Allah”, “Bagaimana dengan puterimu?”, dia menjawab : “tidak demi Allah”… singkat cerita, nabi pun mendoakan pemuda tsb :
 Allahummaghfir dzanbahu wa thohhir qolbahu wa hashshin farjhahu

(Ya Allah, ampuni dosanya, sucikan hatinya dan jagalah kemaluannya) [HR Ahmad dengan sanad shahih].
▶ Syahid dari riwayat di atas adalah, seorang yang berzina tentunya dia tdk rela apabila ada keluarga wanitanya berzina atau dizinai. Krn itu, amatlah berpotensi jika seorang gemar berzina, maka akan mempengaruhi keluarganya, sehingga mereka pun juga akan jatuh kpd zina.
▪Ada sebuah hadits yang disandarkan kepada Nabi, berbunyi :
من زنى زني به ولو بحيطان داره
Barangsiapa berzina maka ia akan dizinai walaupun dg tembok rumahnya.
Maka hadits ini adalah hadits palsu, sebagaimana dikatakan oleh Imam as-Suyuthi, al-Iraqi dan al-Albani.

Sekiranya shahih, maka maknanya pun harus dibawa kepada makna yang benar -bukan kepada makna adanya dosa turunan/warisan, sebagaimana aqidah nasrani-, sebagaimana dijelaskan oleh situs islamQA :
على أن الحديث لو صح فيمكن حمله على معنى صحيح وهو : أن الرجل الذي يقع في الزنا ويصر عليه يكون من أهل الفسق والفساد ، فيسري هذا الفساد إلى أهله ، لأن المخالطة تؤثر ، وإذا كان رب البيت مضيعا لنفسه فمن باب أولى أن يضيع أهله ، ولا يربيهم على ما يصلح دينهم ، فلا يبعد عند ذلك وقوعهم فيما يقع فيه من المعاصي لضعف إيمانهم . وفي الواقع قصص كثيرة تدل على حدوث مثل هذا ، وهو من العقوبات الدنيوية العاجلة التي يعاقب الله بها 
Anggap saja hadits tsb shahih (padahal palsu, pent.), maka hendaknya dibahwa kepada makna yang benar, yaitu : seorang pria yang gemar berzina terus-terusan maka ia adalah seorang perusak lagi fasiq. Kerusakan yg ia lakukan ini akan berdampak kepada keluarganya karena interaksi itu akan memberikan pengaruh. Apabila sang tuan rumah (suami/bapak) saja menyia-nyiakan dirinya sendiri, tentunya dia akan lebih menyia-nyiakan keluarganya lagi. Dia tdk pernah mendidik mereka utk kemaslahatan agaman mereka, karena itu janganlah heran jika keluarganya juga akan melakukan kemaksiatann yg sama dengan dirinya, lantaran lemahnya iman mereka. 

Realitanya, banyak kisah yang menunjukkan terjadinya hal seperti ini. Dan ini termasuk hukuman di dunia yang disegerakan oleh Allah… 
▪ Banyak sekali kisah yang menunjukkan hal ini, dimana seorang pria berzina dengan orang lain, maka berdampak kepada keluarganya…
🔻 Saya pernah mendengar sebuah ceramah dari salah satu syaikh Saudi, yang mengisahkan seorang pemuda yang pernah menzinai kawan wanitanya hingga hamil. Lalu pria tsb didatangi abang dari wanita yang dihamilinya, namun pria tsb mengingkari bahwa dialah yang menghamilinya. Lalu abang si wanita tsb pun memukulinya hingga babak belur.

Tak lama berselang, ketika dia pulang ke rumah. Dia melihat ibunya shock! Setelah ditanya, ternyata adik wanitanya hamil. Lalu pria tsb mendatangi lelaki yg menghamili adiknya, namun lelaki tsb mengingkarinya sehingga pria tsb memukulinya… Dia pun merasa bahwa Allah telah menghukumnya sehingga ia pun bertaubat…

Setelah bbrp tahun dia menikah dengan seorang wanita, ternyata tdk beberapa lama dari penikahannya dia mengetahui bahwa isterinya pun telah berzina hingga hamil, sehingga ia merasa shock berat… Lalu dia pun memaafkan isterinya dan mereka pun bertaubat. Lalu mereka dianugerahi seorang puteri yang cantik.

Setelah si puteri tsb dewasa, maka sekali lagi sang pria ini terpukul dg kejadian bahwa puterinya tsb telah dihamili oleh lelaki lain… Nas’alullaha salamah wa afiyah…

As-Samaqondi pernah berkata :

 أن من زنى أو فعل شيئا من مقدمات الزنا يقتص مثله من ذريته 

Barangsiapa berzina atau melakukan perbuatan yang mengantarkan kepada zina (percumbuan), maka anak keturunannya akan dibalas yang hal yg semisal…
Inilah bahayanya zina… 

Bukan artinya org yg berzina lalu dia bertaubat akan selalu mendapatkan hukuman bahwa keluarganya akan berzina kembali, tapi hendaknya seseorang benar-benar berhati2 dari perbuatan zina, sebab perbuatannya tsb dapat berdampak buruk dan Allah segerakan hukumannya di dunia…
@abinyasalma
✏______

♻WAG & Channel Telegram *al-Wasathiyah wal I’tidål*

📎 TG : https://biy.ly/abusalma

🌐 Blog : alwasathiyah.com

Ref. Link :

[lihat : http://www.islam-qa.com/index.php?ref=22769&ln=ara ]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s