Q&A : Apa Beda Sholat Tarawih Dengan Qiyamul Lail ? 

on

الوسطية والاعتدال:

APA BEDA SHOLAT TARAWIH DENGAN QIYAMUL LAIL?
*PERTANYAAN* 

Ust, apakah sholat Tarawih dan Qiyamul Lail atau tahajud itu ada bedanya? 

Dan bolehkan seseorang yang telah Tarawih, melakukan tahajud lagi sebelum sahur?? 

Mohon jawabannya. Syukron. 
*JAWAB*

Ada bbrp poin perincian sebagai berikut :
1⃣ Apakah ada perbedaan antara Tarawih dan Qiyamul Lail? 

Saya cuplikkan jawaban islamQA sbb :

صلاة التراويح هي من قيام الليل ، وليستا صلاتين مختلفتين كما يظنّه كثير من العوامّ ، وإنما سميّ قيام الليل في رمضان بصلاة التراويح لأنّ السّلف رحمهم الله كانوا إذا صلّوها استراحوا بعد كلّ ركعتين أو أربع من اجتهادهم في تطويل صلاة قيام الليل اغتناما لموسم الأجر العظيم وحرصا على الأجر المذكور في قوله صلى الله عليه وسلم : ” مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ . ” رواه البخاري رقم 36 ، والله تعالى أعلم .

Sholat tarawih itu adalah bagian dari Qiyamul Lail, dan bukanlah dua sholat yang berbeda sebagaimana dikira banyak orang awam. 

Qiyamul Lail di bulan Ramadhan itu disebut dengan sholat Tarawih, karena para salaf rahimahumullåhu ketika melaksanakan sholat Tarawih ini, mereka beristirahat sejenak setiap 2 rakaat atau 4 rakaat, sebagai bentuk usaha mereka untuk memperpanjang sholat Qiyamul Lail, dalam rangka memanfaatkan musim yang penuh dengan ganjaran pahala yang besar dan bersemangat untuk meraih pahala yang disebutkan dalam sabda Nabi  ﷺ : “Barangsiapa yang sholat malam di bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan pengharapan pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”  (HR Bukhori no 36).

Wallahu a’lam.

*Tambahan* :

Kata _taråwîh_ (تراويح) itu adalah bentuk jama’ (plural) dari kata _tarwîhah_ (ترويحة). Asal katanya adalah _ra-wa-ha_ (ر و ح) yang sama dengan kata _istiråhah_ (استراحة). 

_Tarwîhah_ sendiri merupakan _ism_ (kata benda) yang bermakna _jalsah lir rôhah_ (duduk untuk istirahat). 

Dinamakan _taråwîh_, karena sholat dilakukan dengan cara beristirahat setelah 2 atau 4 rakaatnya.
2⃣ Apakah perbedaan antara _tahajjud_ dengan  _taråwîh_?? 

Dalam Al-Qur’an, Allah menyebutkan :

وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَكَ عَسَى أَنْ يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَحْمُودًا 

_Dan pada sebahagian malam hari bertahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji._ (QS al-Isra’ : 79). 

Kata tahajjud berasal dari kata _hajada_, memiliki 2 makna saling berkebalikan, yaitu : _nåma_ (tidur) dan _sahira_ (terjaga). 

Para ulama menjelaskan bahwa  tahajjud adalah sholat yang dikerjakan khusus pada malam hari dan ada 2 pendapat :

▪Sholat tahajjud adalah sholat malam secara mutlak, dan ini pendapat mayoritas ahli fikih. 

▪Sholat tahajjud adalah sholat yang khusus dikerjakan setelah terbangun dari tidur. Dan ini pendapat yang lebih kuat dan selaras dengan makna bahasa.

Sedangkan taråwîh itu dikerjakan di awal waktu selepas sholat isya’ khusus di bulan Ramadhan, walau boleh dikerjakan pada separuh atau sepertiga malam akhir. 

Diantara perbedaan antara taråwîh dengan tahajjud adalah :

➖tahajjud pd umumnya dikerjakan pada malam hari bangun tidur, sedangkan taråwîh setelah isya’. 

➖taråwîh dikerjakan khusus di bulan Ramadhan dengan cara istirahat setiap 2 atau 4 rakaatnya, sedangkan tahajjud dikerjakan umum di semua malam. 

➖taråwîh dianjurkan dikerjakan dengan berjamaah di masjid, sedangkan tahajjud dikerjakan sendirian di rumah. 
3⃣ Apa perbedaan antara _Qiyamul Lail_ dengan taråwîh dan tahajjud? 

Qiyamul Lail itu menurut _Mausû’ah al-Fiqhiyah al-Kuwaitiyah_ adalah :

Mengisi dan menyibukkan sebagian besar malam dengan amal ketaatan, baik dengan ibadah sholat,  membaca Al-Qur’an, menyimak hadits, bertasbih/berdzikir atau sholawat dll. 

👉🏻 intinya, Qiyamul Lail itu lebih umum daripada tahajjud atau taråwîh yang merupakan khusus ibadah sholat.

4⃣ Bolehkah seorang yang telah sholat Tarawih melaksanakan sholat tahajjud lagi? 

Saya cuplikkan jawaban Syaikh Shålih bin Fauzån sbb :

ولو أن الإنسان صلى التراويح، وأوتر مع الإمام، ثم قام من الليل وتهجد؛ فلا مانع من ذلك، ولا يعيد الوتر، بل يكفيه الوتر الذي أوتره مع الإمام، ويتهجد من الليل ما يسر الله له، وإن أخر الوتر إلى آخر صلاة الليل، فلا بأس، لكن تفوته متابعة الإمام، والأفضل أن يتابع الإمام أن يوتر معه؛ لقوله صلى الله عليه وسلم : (( من قام مع الإمام حتى ينصرف ؛ كتب له قيام ليلة )) [1]، فيتابع الإمام، ويوتر معه، ولا يمنع هذا من أن يقوم آخر الليل ويتهجد ما تيسر له

Sekiranya ada seseorang yang telah sholat Tarawih dan berwitir bersama imam, kemudian dia melaksanakan sholat malam lagi atau tahajjud, maka hal ini tidak mengapa. Namun dia tidak usah mengulang witirnya, karena witirnya dengan imam (saat taråwîh) sudah mencukupinya. Dia boleh bertahajud lagi di malam harinya sesuai dengan yang Allah mudahkan baginya. 

Apabila ia mengakhirkan witir pada akhir sholat malam juga tidaklah mengapa, namun dia kehilangan keutamaan sholat mengikuti imam. Yang lbh utama baginya adalah hendaknya ia mengikuti imam dan berwitir bersamanya, sebagaimana sabda Nabi Shallallahu alaihi wa Salam :

“Barangsiapa yang sholat bersama imam hingga selesai, maka ditetapkan baginya pahala shalat malam (secara penuh).”

Maka hendaknya dia mengikuti imam dan berwitir bersama imam. Namun tidaklah mengapa jika ia melaksanakan sholat di malam harinya dengan tahajud. 
Wallahu a’lam 
@abinyasalma

✏______

♻WAG & Channel Telegram *Al-Wasathiyah Wal I’tidål*

📎TG : https://bit.ly/abusalma 

🌐 Blog : alwasathiyah.com

[Link Ref ]: 
 https://islamqa.info/ar/2730
 http://www.ahlalhdeeth.com/vb/showthread.php?t=148823

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s