BEGINILAH PARA SALAF DI BULAN RAMADHAN

🌙 BEGINILAH PARA SALAF DI BULAN RAMADHAN 🌕

💬 Al-Allåmah Shålih bin Fauzån al-Fauzån hafizhahullåhu berkata :

🔗 Keadaan para salaf di bulan Ramadhan. Keadaan para salaf sebagaimana yang tercatat di dalam buku-buku yang diriwayatkan dengan sanad-sanad yang tsiqqot (kredibel) tentang mereka :

⚙▪Bahwa mereka berdoa meminta kepada Allåh Azza wa Jalla agar Allåh mempertemukan mereka dengan bulan Ramadhan sebelum masuk bulan Ramadhan. Karena mereka mengetahui di dalam bulan Ramadhan itu terdapat kebaikan yang besar dan manfaat yang berlimpah.

⚙▪Kemudian apabila telah masuk bulan Ramadhan, mereka meminta kepada Allåh untuk membantu mereka agar bisa beramal shalih di dalamnya.

⚙▪Setelah bulan Ramadhan selesai, mereka meminta kepada Allåh agar menerima segala amal shalih mereka.

Sebagaimana firman Allåh Jalla wa ‘Ala :

وَالَّذِينَ يُؤْتُونَ مَا آتَوْا وَقُلُوبُهُمْ وَجِلَةٌ أَنَّهُمْ إِلَىٰ رَبِّهِمْ رَاجِعُونَ أُولَٰئِكَ يُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ وَهُمْ لَهَا سَابِقُونَ

Dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan, dengan hati yang takut, (karena mereka tahu bahwa) sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhan mereka. Mereka itu bersegera untuk mendapat kebaikan-kebaikan, dan merekalah orang-orang yang segera memperolehnya.

[QS Al-Mu’minůn 60-61]

⚙▪Mereka begitu bersungguh-sungguh di dalam beramal, kemudian mereka merasa cemas setelahnya, apakah amalnya akan diterima ataukah ditolak?

⚙▪Hal ini disebabkan pengetahuan (ilmu) mereka akan keagungan Allåh Azza wa Jalla, dan pengetahuan mereka bahwa Allåh tidaklah menerima suatu amalan melainkan yang ikhlas mengharap wajah-Nya dan benar sesuai dengan sunnah Rasulullah  ﷺ .

⚙▪Mereka tidak memuji diri-diri mereka sendiri dan mereka khawatir amalan mereka tertolak. Kemudian mereka beramal dengan susah payah untuk bisa melaksanakannya. Karena Allåh _Azza wa Jalla_ berfirman :

إِنَّمَا يَتَقَبَّلُ اللَّهُ مِنَ الْمُتَّقِينَ.

Sesungguhnya Allåh hanya menerima dari orang-orang yang bertakwa.

[QS Al-Ma’idah 27]

⚙▪Mereka mendedikasikan diri mereka secara total di bulan Ramadhan untuk beribadah dan mengurangi aktivitas duniawi.

⚙▪Mereka menghabiskan waktu mereka untuk duduk bermajelis di rumah-rumah Allah Azza wa Jalla.

⚙▪Mereka berkata : “Kami menjaga puasa kami dan tidak mau menggunjing seorang pun.”

⚙▪Mereka sibuk dengan mushaf dan saling mempelajari Kitabullah Azza wa Jalla.

⚙▪Mereka menjaga waktu-waktu mereka dari kesia-siaan. Mereka tidak mau membuang-buang dan menyia-nyiakan waktu sebagaimana kebanyakan manusia di zaman ini.

⚙▪Namun mereka menjaga waktu mereka di malam hari dengan qiyåm (mendirikan sholat malam) dan di siang hari dengan berpuasa, membaca Al-Qur’an, berdzikir dan amalan kebajikan lainnya.

⚙▪Mereka tidak sudi membuang waktu mereka walau hanya sedetik saja atau hanya sekilas, melainkan mereka gunakan waktu mereka untuk beramal shalih.

@abinyasalma

✏______

♻WAG & Channel Telegram *Al-Wasathiyah Wal I’tidål*

📎TG : https://bit.ly/abusalma

🌐 Blog : alwasathiyah.com
Link Referensi :

💽 http://alfawzan.af.org.sa/node/14891.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s