Q&A : Hukum Memakai Kawat Gigi 

on

الوسطية والاعتدال:

Question Answer 

 HUKUM MEMAKAI KAWAT GIGI UTK MEMPERBAIKI SUSUNAN GIGI YG TIDAK RATA 

Tanya
Assalaamu’alaikum Ustadz…
Bagaimana hukum memakai kawat gigi untuk memperbaiki susunan gigi yang tidak rata, apakah itu termasuk mengubah ciptaan Allah?

Jazaakallahu khayran

➖➖➖➖➖➖➖
Jawaban

بــسم اللّٰـه 

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته
➡ Saya sudah pernah menjawab pertanyaan senada seperti ini sebelumnya, sbb :
⚙ HUKUM MEMAKAI GIGI PALSU 
PERTANYAAN 

ustadz, pertanyaan yang ke sekian kalinya dr ana ya.. apa hukum memakai gigi palsu? skg mdibongkar ganti yg baru, krn ada sesuatu yg d rasa… ini d lakukan oleh orgtua berusia 60 thnan lebih. mohon penjelasannya agar s anak bs menjelaskan dgn bhs yg baik sesuai hukum islam yg d Syariatkan.. syukron ustz…
➖➖➖
JAWABAN

Dalam hal ini ada perincian sbb :

➖ Kaidah asal mengatakan :

الأصل في تغيير خلق الله المنع 

Hukum asal merubah ciptaan Allah adalah terlarang (haram). 

Dalilnya adalah perkataan setan yang menyesatkan manusia dalam surat an-Nisa 119
وَلآمُرَنَّهُمْ فَلَيُغَيِّرُنَّ خَلْقَ اللّهِ  وَمَنْ يَتَّخِذِ الشَّيْطَانَ وَلِيًّا مِنْ دُونِ اللَّهِ فَقَدْ خَسِرَ خُسْرَانًا مُبِينًا

…dan akan aku suruh mereka (mengubah ciptaan Allah), lalu benar-benar mereka merubahnya”. Barangsiapa yang menjadikan syaitan menjadi pelindung selain Allah, maka sesungguhnya ia menderita kerugian yang nyata.

[Surat An-Nisa’ 119]
➖Kaidah 2 :

الضرورة تبيح المحظورات 

Kondisi darurat memperbolehkan sesuatu yang terlarang. 

Karena itu, apabila ada kondisi darurat, atau hajat syar’i untuk dilakukan perbaikan (pada ciptaan Allah), seperti gigi yang tanggal, maka boleh/tidak mengapa menggunakan gigi palsu. 

Dalilnya adalah hadits Arfajah bin As’ad, beliau mengalami kehilangan hidung pada zaman Jahiliyah, lalu bertanya kepada baginda Nabi, Kemudian beliau Radhiyallâhu anhu berkata :

فأمرني رسول الله صلى الله عليه وسلم أن أتخذ أنفاً من ذهب. 

Rasulullah Shallallâhu ‘alaihi wa sallam memerintahkanku untuk memakai hidung palsu dari emas. (HR Turmudzi, an-Nasai dan Abu Dawud). 

Hadits di atas menunjukkan bolehnya memakai hidung palsu akibat kecelakaan yang dialami. 

Hal ini diqiyaskan juga dengan gigi palsu, kaki palsu dan semisalnya. 
➖Kaidah 3

الامور بمقاصدها 

Suatu perkara itu bergantung dengan tujuannya. 

Jika :

🔹Tujuannya adalah untuk memperbaiki gigi yang rusak/tanggal, agar dapat mengunyah makanan dengan normal, menjaga kefasihan berbicara, dan semisalnya. Maka yang demikian ini  BOLEH.

🔹Jika tujuannya adalah untuk memperindah saja, merubah gigi yang ada agar lebih bagus, dan semisalnya, maka ini termasuk perbuatan tidak bersyukur dan merubah ciptaan Allah. Maka hukumnya adalah HARAM. 
➖➖➖🍂➖➖➖

Tambahan Rujukan dari situs

QA Bimbingan Islam :
BIASQA:

*HUKUM MEMAKAI BEHEL GIGI*  (Bagian 2)
Syaikh Shalih Al-Fauzan hafidzahullah berkata,
أما إذا لم يُحتج إلى هذا فهو لا يجوز ، بل جاء النهي عن وشر الأسنان وتفليجها للحسن وجاء الوعيد على ذلك لأن هذا من العبث ومن تغيير خلق الله
“Adapun jika tidak ada kebutuhan untuk itu (mengotak-atik gigi) maka hukumnya tidak boleh. Bahkan terdapat larangan meruncingkan dan mengikir gigi agar nampak indah. Terdapat ancaman keras atas tindakan ini karena hal ini adalah suatu yang sia-sia dan termasuk mengubah ciptaan Allah”[3]
Imam An-Nawawi rahimahullah mengatakan,
وأما قوله:(المتفلجات للحسن) فمعناه يفعلن ذلك طلباً للحسن، وفيه إشارةٌ إلى أن الحرام هو المفعول لطلب الحسن، أما لو احتاجت إليه لعلاجٍ أو عيبٍ في السن ونحوه فلا بأس
*“Adapun Sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Yang merenggangkan gigi, untuk memperindah penampilan” maksudnya dia melakukan hal itu untuk mendapatkan penampilan yang baik. Dalam hadis ini terdapat isyarat bahwa yang diharamkan adalah melakukan perenggangan gigi untuk memperindah penampilan. Namun jika dilakukan karena kebutuhan, baik untuk pengobatan atau karena cacat di gigi atau semacamnya maka hukumnya tidak mengapa/mubah”*

Allohu Ta’alaa A’lam…
Dijawab oleh Team Tanya Jawab Bimbingan Islam

 Jadi prinsipnya👉
➖Memakai kawat gigi hanya untuk memperindah saja, maka tidak boleh. 
➖Memakai kawat gigi memang untuk meratakan gigi yang tidak rata, menghilangkan aib (misal geraham atas lebih maju), apalagi jika disarankan oleh dokter gigi, maka ini tidak termasuk merubah ciptaan Allah. Dan ini diperbolehkan.

Wallâhu a’lam bish showâb
@abinyasalma

✏______

♻WAG & Channel Telegram *Al-Wasathiyah Wal I’tidål*

📎TG : https://bit.ly/abusalma 

🌐 Blog : alwasathiyah.com 

Note :
link terkait sumber: 

http://bimbinganislam.com/…/70-kawat-gigi-behel-untuk-pengo…
Referensi :
Maroji’

http://islamqa.com/…/r…/21255/%D8%A7%D9%84%D8%B9%D9%84%D9%85

Nailul Authar, 6/229, Darul Hadits, Mesir, cet. I, 1413H, syamilah

http://islamqa.com/ar/ref/21255/%D8%A7%D9%84%D8%B9%D9%84%D9%8
Syarh Shahih Muslim14/107, Dar Ihya’ At-Turast, Beirut, cet. II, 1392 H, syamilah
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s