Tanya Jawab

Q&A: Amalan Apa Saja Yang Bisa Diperbuat Bagi Orang Yang Baru Saja Meninggal ? 

الوسطية والاعتدال:

QUESTION ANSWER

الوسطية والاعتدال 

AMALAN APA SAJA YANG BISA DIPERBUAT BAGI ORANG YG BARU SAJA MENINGGAL

❓ TANYA
Assalamualaikum ustadz …
Adakah amalan yg bisa diperbuat oleh istri untuk suami yg sudah meninggal?
_________

✔️  *Jawaban*
*Hal2 apa saja yang harus dilakukan kepada orang yang baru saja meninggal dunia* 
أول ما يُفعَل مع الميت: تغميض عينيه؛ فعن أم سلمة رضي الله عنها قالت: 
Yang pertama kali dilakukan thd mayit adalah *menutup matanya*. 

Dari Ummu Salamah radhiyallâhu anhâ berkata :

دخل رسول الله – صلى الله عليه وسلم – على أبي سلمة، وقد شق بصره، فأغمضه، ثم قال: 

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam masuk menemui Abu Salamah (yg telah wafat), dan mata beliau saat itu terbuka maka Nabi pun menutupnya, lalu bersabda :
((إن الروح إذا قُبِض تبعه البصر))،

Kemudian beliau bersabda: “Sesungguhnya apabila ruh dicabut akan diikuti oleh mata.” 
فضج ناس من أهله فقال: ((لا تدْعوا على أنفسكم إلا بخير؛ فإن الملائكة يؤمِّنون على ما تقولون))، ثم قال:

Seketika keluarganya menjadi ramai. Lantas beliau bersabda: “Janganlah kalian berdo’a atas diri kalian kecuali kebaikan, karena para malaikat mengamini atas apa yang kalian ucapkan.” Kemudian beliau berdo’a:
  (( اللهم اغفر لأبي سلمة، وارفع درجته في المهديين، واخلفه في عقبه في الغابرين، واغفر لنا وله يا رب العالمين، وافسح له في قبره، ونَوِّر له فيه))

ALLAHUMMAGHFIR LI ABÎ SALÂMAH WARFA’ DARAJATAHU FIL MAHDIYÎN WAKHLUFHU FÎ ‘AQIBIHI FIL GHÂBIRIN WAGHFIR LANÂ WA LAHU YAA RABBAL ‘ÂLAMÎN WAFSAH FÎ QABRIHI WA NAWWIR LAHU FÎHI 

(Ya Allah, ampunilah Abu Salamah, angkatlah derajatnya bersama orang-orang yang mendapat petunjuk, berilah penggantinya bagi orang-orang yang ditinggalkan setelahnya. Ampunilah kami dan dia, ya Rabb alam semesta. Ya Allah, luaskanlah kuburnya dan terangilah ia di dalamnya).”

(HR Muslim) 

 

يُستحَب لمن مات له أحدٌ أن يحمد الله على كل حال، وأن يصبر ويحتسب ويسترجع، فمن فعَل ذلك، جزاه الله الجزاء الأوفى، وعوَّضه في مصيبته.

Disunnahkan bagi orang yang ditinggalkan oleh mayit untuk melakukan :

➖Bertahmid (mengucapkan  _alhamdulillah ala kulli hal_ / segala puji hanya milik Allah atas segala hal) 

➖Bersabar 

➖Berihtisab (mengharap pahala) 

➖Beristirja’ (mengucapkan _inna lillahi wa inna ilayhi raji’un_) 

Barangsiapa yang melakukan kesemua hal ini, niscaya Allah akan membalasnya dengan balasan yang lebih dari cukup, dan Allah akan gantikan musibahnya. 

Dikutip dari: http://www.alukah.net/sharia/0/64394/#ixzz4SWgJuQvK

*Keutamaan Istirja’ dan Hamdallah saat tertimba musibah* 
الاسترجاع وفضله:

*Keutamaan _Istirjâ’_*

عن أم سلمة رضي الله عنها قالت: سمعت رسول الله – صلى الله عليه وسلم – يقول: 

Dari Ummu Salamah radhiyallahu anha bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda :
((ما من عبد تصيبه مصيبة فيقول: إنا لله وإنا إليه راجعون، اللهم أْجُرْني في مصيبتي، واخْلُف لي خيرًا منها، إلا آجره الله تعالى في مصيبته، وأخْلَف له خيرًا منها))،

“Tidaklah seorang mukmin tertimpa musibah lalu ia membaca apa yang telah diperintahkan oleh Allah, _’INÂ LILLÂHI WAINNÂ ILAIHI RÂJI’ŮN ALLAHUMMA`JURNÎ FÎ MUSHÎBATÎ WA AKHLIF LÎ KHAIRAN MINHÂ_ 

(Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan akan kembali kepada Allah. Ya Allah, berilah kami pahala atas musibah ini dan gantikanlah bagiku dengan yang lebih baik daripadanya).’ melainkan Allah menggantikan baginya dengan yang lebih baik.”

قالت: فلما تُوُفِّي أبو سلمة، قلت ما أمرني رسول الله – صلى الله عليه وسلم – فأخلف الله لي خيرًا منه: رسولَ الله – صلى الله عليه وسلم

Ummu Salamah berkata : Ketika Abu Salamah telah meninggal, maka saya pun membaca sebagaimana yang diperintahkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, lalu Allah pun menggantikannya untukku dengan yang lebih baik darinya yaitu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam (sebagai suami beliau).

(HR Muslim) 
الحمد وفضله:

*KEUTAMAAN HAMDALAH*

عن أبي موسى – رضي الله عنه – أن رسول الله – صلى الله عليه وسلم – قال: 

Dari Abu Musa radhiyallahu anti bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda :

((إذا مات ولدُ العبد قال الله تعالى لملائكته: قبضتم ولد عبدي؟ فيقولون: نعم، فيقولالوسطية والاعتدال:

: قبضتم ثمرة فؤاده؟ فيقولون: نعم، فيقول: فماذا قال عبدي؟ فيقولون: حَمِدَك واسترجع، فيقول الله تعالى: ابنوا لعبدي بيتًا في الجنة، وسمُّوه بيت الحمد))

‘Jika anak seorang hamba meninggal, Allah berfirman kepada para malaikat-Nya: “Kalian telah mencabut anak hambaKu.” Mereka menjawab; ‘Ya.’ 

Allah Ta’ala berfirman; ‘Kalian telah mencabut buah hatinya.’ 

Mereka menjawab; ‘Ya.’

Allah  bertanya: ‘Apa yang dikatakan hambaKu.’ 

Mereka menjawab; ‘Dia memujiMu dan mengucapkan istirja’.’ 

Allah berkata: ‘Bangunkan untuk hamba-Ku satu rumah di surga, dan berilah nama dengan Baitul hamd’.”

(HR Turmidzi dg sanad hasan) 

 

ثمرة الصبر والاحتساب:

*Buah bersabar dan mengharap pahala*

عن أبي هريرة رضي الله عنه أن رسول الله – صلى الله عليه وسلم – قال: 

Dari Abu Hurairoh radhiyallahu any bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda :

((يقول الله تعالى: ما لعبدي المؤمن عندي جزاء إذا قبضتُ صَفِيَّه من أهل الدنيا ثم احتسبه إلا الجنة))

Allah Ta’ala berfirman: ‘Tidak ada balasan yang layak di sisi-Ku bagi hamba-Ku yang beriman, jika aku mencabut nyawa orang yang dicintainya di dunia, kemudian ia rela dan bersabar kecuali surga.'”

(HR Bukhari)
Nasehat tambahan :

☑️▪Jangan melakukan _niyahah_ atau meratap, dg cara menangis meraung², menyobek² baju, dan semisalnya. Termasuk niyahah adalah membuat acara² peringatan kematian. 

☑️▪Boleh menangis dan menangisi orang terkasih, karena menangis itu adalah bentuk kasih sayang, sebagaimana sabda Nabi 

هذه رحمة، جعلها الله في قلوب عباده، وإنما يرحم اللهُ من عباده الرُّحماء

Tangisan ini adl kasih sayang, yang Allah jadikan di dalam hati hamba²-Nya. Dan hamba yang paling Allah sayangi adalah yang paling penyayang. 

☑️▪Bersegera melunasi hutang dan menunaikan warisan (jika ada) dg keluarga. 

☑️▪Senantiasa mendoakan kebaikan bagi mayit dan ampunan dari Allah. Dan mendoakan tdk perlu datang ke makam, terutama bagi kaum wanita, walau wanita menurut sejumlah ulama boleh ziarah kubur. 

☑️▪Berkabung (iddah) selama 4 bulan 10 hari penuh 

وَالَّذِينَ يُتَوَفَّوْنَ مِنكُمْ وَيَذَرُونَ أَزْوَاجًا يَتَرَبَّصْنَ بِأَنفُسِهِنَّ أَرْبَعَةَ أَشْهُرٍ وَعَشْرًا فَإِذَا بَلَغْنَ أَجَلَهُنَّ فَلاَ جُنَاحَ عَلَيْكُمْ فِيمَا فَعَلْنَ فِي أَنفُسِهِنَّ بِالْمَعْرُوفِ وَاللهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرُُ

“Orang-orang yang meninggal dunia di antaramu dengan meninggalkan isteri-isteri (hendaklah para isteri itu) menangguhkan dirinya (ber’iddah) empat bulan sepuluh hari. Kemudian apabila telah habis masa ‘iddahnya, maka tiada dosa bagimu (para wali) membiarkan mereka berbuat terhadap diri mereka menurut yang patut. Allah mengetahui apa yang kamu perbuat” [Al Baqarah:234].

☑️▪Selama masa berkabung hendaknya wanita berdiam di rumah dan tdk keluar rumah *kecuali jika ada hajatnya*. Selain itu juga selama berkabung dilarang berhias yg dapat menyebabkan pria lain tertarik padanya utk menikahinya. 

☑️▪Tetap menjaga silaturahim dg kerabat suami, berbuat baik dg mereka dan menunaikan hak² kekeluargaan. 

Wallahu a’lam bish showâb

✏️@abinyasalma

✏______

♻WAG & Channel Telegram *Al-Wasathiyah Wal I’tidål*

📎TG : https://bit.ly/abusalma 

🌐 Blog : alwasathiyah.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s