Q&A : SEPUTAR NIQOB MUSLIMAH 

on

الوسطية والاعتدال:

الوسطية والاعتدال 

*SHOLAT MUSLIMAH BERNIQOB DI MESJID YG MINIM HIJAB*

❓ *TANYA 1*

Bismillah,
Ustadz…Ada seorang akhwat yg memakai niqab. Di perjalanan, masuk waktu shalat. Bila ia ingin shalat di Masjid (kadang krn kesibukan jd mmg hrs shalat di masjid bersama suaminya), apakah harus melepas niqabnya ? Sementara hijab di masjid tdk cukup tertutup. Bahkan ada yg tdk berhijab sama sekali. Oleh sebab itu, msh bisa trlihat oleh ikhwan yg shalat maupun yg sdg diluar masjid/pelataran. 
Mohon nasehatnya Ustadz ?
➖➖➖➖➖
  ✅  *JAWAB 1*

Sholat dengan bercadar, maka para ulama berbeda pendapat apakah haram atau makruh.   Yang rajih adalah makruh, tidak haram dan sholat nya sah walaupun si wanita tsb menggunakan niqob dan memakai sarung tangan.   
Imam Nawawi dalam al-Majmu’ mengomentari hadits larangan menutup wajah saat sholat
 أنها كراهة تنزيهية لا تمنع صحة الصلاة.
“Bahwa larangan tsb bersifat karohah tanzih (makruh bukan haram) dan tdk mencegah dari sahnya sholat”
Yang tepat dalam hal ini adalah :

– Jika tdk ada ajnabi (pria asing) yg dapat menikmati wajah wanita tsb, maka terlarang menutup wajahnya.

– Jika ada ajnabi yang dikhawatirkan menikmati wajahnya, maka tdk mengapa ia menutup wajahnya. 

Wallâhu a’lam. 
➖➖➖➖➖

*PEMAHAMAN KELIRU SEPUTAR SUNNAH BERCADAR/NIQOB*
❓ *TANYA 2* 
Ustadz…
Ada yg bertanya begini
_”kalo seseorang itu mengambil bhw hukum bercadar itu sunnah, kenapa harus bercadar ? kan gakpp dan gak berdosa bila wajahnya gak ditutupi. Itu sunnah…bukan wajib. Kecuali kalo meyakininya sebagai wajib. Jadi gak perlu berlebihan._
Mohon nasehatnya Ya Ustadz.
➖➖➖➖
✅  *JAWAB 2*  

Jazaakillaahu khairan wahai saudara/riku… 
Ada yg menjawab begini  :
_”kalo seseorang itu mengambil hukum bhw hukum bercadar itu sunnah, biarkanlah dia_ bercadar, kan afdhol, lbh aman dari fitnah meskipun  gak berdosa bila wajahnya gak ditutupi. Hebatnya, Walau sunnah…bukan wajib, namun ia tetap mencari yg afdhol. 
_Kita patut apresiasi dia, meskipun dia meyakini cadar tdk  wajib, namun ia tetap bercadar… Kita² yg komen ga perlulah berlebihan._
Mungkin begini kurang lebih tanggapannya. 

Khawatirnya, metode befikir seperti saudara/ri tsb bisa berbahaya dan merembet ke sunnah lainnya… 

_Ngapain sih sholat tahajjud? Kan sunnah. Kan gakpp dan ga berdosa kalo ga sholat tahajjud… Bukan wajib…_
_Ngapain sih puasa Senin Kamis… Kan sunnah…_
_Ngapain sih senyam-senyum melulu setiap ketemu orang…?…Dst…

Ada yg cerita ke saya… Bahwa bibinya pernah bicara sinis ttg akhowat bercadar. Sehingga dia jadi sinis setiap kali melihat akhowat bercadar… 
Kawan saya ini bercerita, bahwa sinisnya si bibi karena pernah melihat di masjid terminal, ada wanita bercadar mencuri tas dan dia menyaksikan sendiri… Lalu, dia berkesimpulan bahwa wanita bercadar itu ga baik, alias pencuri… 
Saya hanya senyum kecut, karena kasihan dg bibi kawan saya ini… 

Sebab beliau terjatuh kpd sesat logika, yg kita sebut dengan _anecdotal fallacy_… 

Membuat suatu _statement_ yg general dengan kejadian yang bersifat kasuistis… 
Sama seperti orang yg diingatkan bahwa merokok berbahaya bagi kesehatan, bahkan *merokok membunuhmu* kata tulisan di bungkus rokok… 
Namun sang  perokok ini dg entengnya menjawab : 
_babeh gw umurnya sudah 70 an perokok aktif, masih idup. Encing gw mati duluan usia muda, padahal kaga ngerokok_… 
Ini bentuk Sesat Logika, karena mengedepankan pengalaman atau kejadian kasuistik dibandingkan penelitian dan bukti otentik atas bahaya rokok… 
Sama juga dg si bibi kawan saya… Hanya melihat seorang oknum bercadar mencuri di masjid terminal, langsung dihukumi semua wanita bercadar seperti itu… 

Padahal kalo mau jujur, banyak mana wanita pencuri yg bercadar dg ga bercadar… 

Lalu, bisa jadi cadar si pencuri itu dipake utk menutupi wajah atau identitasnya… 
Saya khawatir kejadian bbrp tahun lalu di Malang, saat ada pria Kafir (keturunan Cina) menyusup ke pengajian di barisan ummahat dg pake cadar. Lalu saat disapa dia gerak-geriknya mencurigakan hingga ketaالوسطية والاعتدال:

huan bahwa dia laki²… 

Saya khawatir org seperti si bibi kawan saya ini bisa menganggap bahwa orang bercadar itu bukan perempuan, tapi laki² keturunan cina… 
Di akhir diskusi,  saya hanya menyampaikan ke sahabat saya tsb agar menasehati bibi nya dg cara baik²… 
Sampaikan bahwa :
tidak semua wanita yang   berhijab (bercadar) itu pasti baik dan shalihah. Tapi, wanita baik dan shalihah itu pasti berhijab…

Wallâhu a’lam bish showâb

@abinyasalma

✏______

♻WAG & Channel Telegram *Al-Wasathiyah Wal I’tidål*

📎TG : https://bit.ly/abusalma 

🌐 Blog : alwasathiyah.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s