Q&A : Bolehkah Berkontribusi Dalam Upacara Kematian Non Muslim ? 

on

الوسطية والاعتدال:
🌿 *BOLEHKAH BERKONTRIBUSI DLM UPACARA KEMATIAN NON MUSLIM ?* 🌿

________________________
*❓Tanya*

Assalamualaikum….

Ustadz… mertua saya bulan kemarin meninggal (hindu)… hari ini upacaranya, saya dan keluarga tidak datang… tapi saya tetep membiayai acaranya tersebut… bagai mana ustadz…
Jazaakallaahu khoyron ustadz
➖➖➖➖➖➖➖➖➖
*✅ Jawab*

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته 
Mengikuti upacara kematian orang kafir, meskipun itu keluarga dekat kita, adalah tidak boleh. Termasuk membantu upacara tersebut dengan memberi makanan, apalagi membiayainya. 
Jika telah dilakukan, maka beristighfar dan mohon ampun kepada Allâh. Karena, upacara atau seremoni apapun yg dilakukan untuk orang yg meninggal dalam keadaan kafir, adalah tidak bermanfaat. Bahkan memadharatkan. 
Jikalau kita dilarang mendoakan mereka agar Allâh mengampuni, memberikan rahmat, atau maghfiroh, maka tentunya mengikuti atau membantu seremoni perayaan atau peringatan kematian lebih tidak boleh lagi. 
Terhadap orang kafir, meskipun itu keluarga kita, maka ada suri tauladan kita pada diri Nabî Ibrahim 
قَدْ كَانَتْ لَكُمْ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ فِي إِبْرَاهِيمَ وَالَّذِينَ مَعَهُ إِذْ قَالُوا لِقَوْمِهِمْ إِنَّا بُرَآءُ مِنْكُمْ وَمِمَّا تَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ كَفَرْنَا بِكُمْ وَبَدَا بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةُ وَالْبَغْضَاءُ أَبَدًا حَتَّى تُؤْمِنُوا بِاللَّهِ وَحْدَهُ 
“Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan dia; ketika mereka berkata kepada kaum mereka: “Sesungguhnya kami berlepas diri dari kamu dan dari apa yang kamu sembah selain Allah, kami ingkari (kekafiran) mu dan telah nyata antara kami dan kamu permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Allah saja. “ ( Al-Mumtahanah : 4 )
Bahkan Ibrahim tdk segan menyebut bapaknya sesat 
(وَكَذَٰلِكَ نُرِي إِبْرَاهِيمَ مَلَكُوتَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَلِيَكُونَ مِنَ الْمُوقِنِينَ)
Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berkata kepada ayahnya Azar, ”Pantaskah engkau menjadikan berhala-berhala itu sebagai tuhan? Sesungguhnya aku melihat engkau dan kaummu dalam kesesatan yang nyata.”

[Surat Al-An’am 75]
Hubungan ibu dengan keluarga yg masih kafir adalah muamalah duniawiyah. 
✅  Boleh menolong keluarga yg masih Hindu saat mereka kesusahan, misalnya.

Bahkan bisa bernilai pahala jika kita melakukannya dg dakwah, agar mereka mau masuk Islâm. 
❌  Tapi tidak boleh membantu mereka sedikitpun dalam hal yg berkaitan dengan urusan agama mereka, baik itu hari raya, sembahyang, upacara kematian atau ritual lainnya…
Wallâhu a’lam
✏️@abinyasalma

✏______

♻WAG & Channel Telegram *Al-Wasathiyah Wal I’tidål*

📎TG : https://bit.ly/abusalma 

🌐 Blog : alwasathiyah.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s