Indahnya Islam : Bahkan Membunuh Tikus pun Tak Boleh Menyiksanya 

on

الوسطية والاعتدال:

*INDAHNYA ISLAM*

*Bahkan membunuh tikus pun tak boleh menyiksanya*
Al-‘Allâmah Ibnu Utsaimin _rahimahullâhu_ dalam _Syarh Riyâdhish Shâlihîn_ (III/595) saat menjelaskan hadits di bawah ini :

وعن أبي يعلى شداد بن أوس رضي الله عنه، عن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال:

Dari Abu Ya’lâ Syaddâd bin Aus radhiyallâhu anhu, dari Rasulullah ﷺ beliau bersabda :

 ((إن الله كتب الإحسان على كل شيء، فإذا قتلتم فأحسنوا القتلة وإذا ذبحتم فأحسنوا الذبحة، وليحد أحدكم شفرته، وليرح ذبيحته)) رواه مسلم.

Sesungguhnya Allah menetapkan kebaikan atas segala hal. Apabila kalian hendak membunuh, maka bunuhlah dengan cara yang baik. Apabila kalian ingin menyembelih, maka sembelihlah dengan cara yang baik. Hendaknya kalian menajamkan mata pisaunya dan membuat sembelihannya nyaman.” (HR Muslim) 
Al-‘Allâmah Ibnu Utsaimin lalu berkomentar :

فمثلا إذا أردت أن تقتل فأرة وقتلها مستحب فأحسن القتلة، أقتلها بما يزهق روحها حالا، ولا تؤذها، 

Contohnya, jika anda bermaksud membunuh tikus – dan membunuh tikus itu dianjurkan – maka bunuhlah dengan cara yang baik. Bunuhlah dg cara yang dapat memutuskan rohnya seketika itu juga, dan jangan menyiksanya. 

ومن أذيتها ما يفعله بعض الناس حيث يضع لها شيئا شيئا لاصقا تلتصق به، ثم يدعها تموت جوعا وعطشا، وهذا لا يجوز،

Diantara bentuk siksaan yang seringkali dilakukan banyak orang adalah dengan cara meletakkan perangkap lem tikus lalu berhasil menjerat tikus, kemudian dibiarkan begitu saja mati kelaparan dan kehausan. Maka yang seperti ini tidak diperbolehkan 

 فإذا وضعت هذا اللاصق؛ فلابد أن تكرر مراجعته ومراقبته، حتى إذا وجدت شيئا لاصقا قتلته.

Jika anda meletakkan perangkap lem tikus, maka anda harus mengecek dan memeriksanya berkali-kali, sehingga apabila anda dapati ada tikus yang terjerat, segera bunuh 

أما أن تترك هذا اللاصق يومين أو ثلاثة وتقع فيه الفارة وتموت عطشا أو جوعا، فإنه يخشى عليك أن تدخل النار بذلك؛

Adapun apabila anda meninggalkan perangkap lem ini selama 2 atau 3 hari, lalu ada tikus yang terjerat dan mati karena kelaparan dan kehausan, maka dikhawatirkan anda bisa masuk ke dalam neraka karena hal ini 

 لأن النبي صلى الله عليه وسلم قال:

Karena Nabi ﷺ pernah bersabda :

 ((دخلت النار امرأة في هرة حبستها حتى ماتت لا هي أطعمتها ولا هي أرسلتها تأكل من خشاش الأرض)) .

“Ada seorang wanita masuk ke dalam neraka karena seekor kucing yang dikurungnya hingga mati. Dia tidak memberinya makan dan tidak pula melepasnya sehingga kucing tersebut dalam mencari makan sendiri makanan yang ada di muka bumi… ” (selesai kutipan) 
Subhanallahu… 

Demikianlah keindahan akhlak dan etika Islam terhadap hewan menjijikkan lagi mengganggu seperti tikus. Lantas bagaimana dengan manusia apalagi sesama muslim??! 

_Fa’tabirû yâ ulil albâb_
@abinyasalma 

📎 Channel Telegram : bit.ly/abusalma 

📎 Channel YouTube : bit.ly/abusalmatube

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s