HUKUM RITUAL MALAM NISFU SYA’BAN

Banyak berseliweran tulisan di medsos tentang keutamaan malam nisfu Sya’ban dan pentingnya shalat malam dan puasa di siang harinya. Namun, apakah hal itu benar❓ ▫

Kita sebagai orang awwam sebaiknya bertanya kepada ahli ilmu, agar tidak salah jalan.  Allah Ta’ala berfirman,

فَسْـَٔلُوٓا۟ أَهْلَ ٱلذِّكْرِ إِن كُنتُمْ لَا تَعْلَمُونَ ﴿٧﴾

“Maka tanyakanlah olehmu kepada orang-orang yang berilmu, jika kamu tiada mengetahui.” (Q.S. Al-Anbiya, 21:7). ▫

Agar jelas, disimak penjelasan dari Syeikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah tentang malam nisfu Sya’ban,

▪سُــئل الشَّـيْخ العـلّامـة ابـن عُـثيمين -رَحِـمهُ الله- :

السُّـــــــؤَالُ: • هـل هـناك سـنة مـشروعة فـي ليلة النصـف مـن شـعبان, فـقد رأينـا نشـرة مضـمنة ببعـض الأحـاديث فـي فضـل هـذه اللـيلة, قـد صـحح بعـض هـذه الأحـاديث بعـض المحـدثين؟

الجَــــــوَابُ:

❐ الصحـيح أن جمـيع مـا ورد فضـل لـيلة النصـف مـن شعبـان ضـعيف لا تـقوم بـه حجـة, ومـنها أشـياء موضـوعة، ولـم يعـرف عـن الصـحابة أنهـم كانـوا يعظمـونها, ولا أنهـم كانـوا يخصونـها بعـمل, ولا يـخصون يـوم النصـف بـصيام, ☜ وأكـثر مـن كانـوا يعظـمونها أهـل الـشام -التابـعون ليـس الصـحابة- والتابعـون في الحـجاز أنكـروا علـيهم أيـضاً, قالـوا : لا يمـكن أن نعـظم شيئـاً بـدون دليـل صـحيح. فالصـواب : أن ليـلة النـصف مـن شعـبان كـغيرها مـن اللـيالي، لا تخـص بقـيام, ولا يـوم النـصف بـصيام,

❐ لـكن مـن كـان يقـوم كـل ليـلة, فـلا نقـول : لا تقـم ليلـة النـصف, ومـن كـان يصـوم أيـام البيـض لا نـقول : لا تصـم أيـام النـصف, إنمـا نقـول : لا تخـص ليلـها بقـيام ولا نـهارها بـصيام . 🔉

Syeikh Allaamah Ibnu Utsaimin rahimahullah ditanya: 🔘

PERTANYAAN: Apakah ada amalan sunnah yang disyareatkan pada malan nisfu Sya’ban, sungguh kami telah melihat tulisan yang tersebar yang membawakan hadits-hadits tentang keutamaan malam itu, sungguh telah dishahihkan sebagian hadits-hadits yang ada oleh sebagian ahli hadits? 🔘

JAWABAN  : Yang benar bahwa seluruh hadits-hadits yang datang tentang keutamaan malam nisfu Sya’ban adalah dhaif (lemah) yang tidak bisa menjadi hujjah, dan di antara hadits itu hadits palsu, dan tidak diketahui dari kalangan sahabat yang mengagungkan malam itu, dan tidaklah mereka mengkhususkan dengan suatu amalan pada malam itu, dan tidak pula mereka berpuasa pada hari pertengahan Sya’ban,  Kebanyakan orang yang mengagungkannya adalah penduduk Syam – mereka adalah tabiin bukan sahabat – , dan para tabiin di hijaz (Mekkah dan Madinah) mengingkari mereka (penduduk Syam) juga, mereka mengatakan,” Tidak mungkin kita mengagungkan sesuatu tanpa adanya dalil yang shahih”. 📃

Maka yang benar adalah sesungguhnya malam nisfu Sya’ban itu seperti malam-malam lainnya, tidak ada pengkhususan pada malam harinya untuk shalat malam dan tidak pula siangnya untuk berpuasa. Akan tetapi, jika ada orang yang (biasa) shalat lail di setiap malam, maka tidak kita katakan kepadanya, “jangan shalat malam pada nisfu Sya’ban”, dan bagi orang yang terbiasa berpuasa sunnah Ayyamul Bidh,”Janganlah berpuasa pada hari nisfu Sya’ban”, (artinya kalau sudah terbiasa shalat malam dan puasa, maka boleh melakukannya meskipun bertepatan dengan nisfu Sya’ban- Pent.) Kita hanya mengatakan, “Janganlah kamu mengkhususkan pada malam nisfu Sya’ban itu dengan shalat malam dan ja ngan pula siangnya dengan berpuasa”. Wallaahu a’lam. 🖋

Sumber : ⇓ http://cutt.us/PpVm6

Agus Santoso Al-Klateni

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s